1196 Hasil Pencarian
Kemampuan Cangkang Telur Ayam dan Tulang Sapi sebagai Adsorben untuk Meningkatkan Baku Mugu Limbah Cair Deterjen
Penulis: Nova Lina Putri Adelia, Daya Kirana Nashrullah
Limbah industri laundry banyak mengandung zat surfactant yang dihasilkan dari sabun, deterjen dan zat kimia lain. Umumnya deterjen tersusun atas tiga komponen yaitu, surfaktan (sebagai bahan dasar deterjen) sebesar 20-30%, builders (senyawa fosfat) sebesar 70-80 %, dan bahan aditif (pemutih dan pewangi) yang relatif sedikit yaitu 2-8%. Limbah industri laundry perlu dilakukan penangan terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan untuk mengurangi kadar surfactant. Salah satu teknologi yang efektif digunakan adalah proses adsorbsi. Fokus penelitian ini adalah menguji kemampuan adsorben yang diperoleh dari cangkang telur ayam dan tulang sapi untuk meningkatkan baku mutu air limbah laundry ( air deterjen ). Metode penelitian yang dilakukan adalah membuat serbuk dari cangkang telur ayam dan tulang sapi sebagai adsorben dengan mencuci bersih cangkang telur dan tulang sapi lalu dikeringkan dalam oven dengan suhu 1100 C selama satu jam. Setelah kering, cangkang telur dan tulang sapi ditumbuk halus dan dikalsinasi. Tahap akhir adalah melukan analisis fisik suhu, pH dan kekeruhan pada air limbah yang telah diberi perlakuan. Hasil penelitian diketahui bahwa serbuk cangkang telur ayam dan tulang sapi berpengaruh sebagai adsorben pada limbah cair industri laundry. Berdasarkan penelitian, perbedaan konsentrasi serbuk cangkang telur ayam dan tulang sapi berpengaruh secara nyata terhadap peningkatan baku mutu pada limbah cair industri laundry.
Pemanfaatan Astaksantin pada Cangkang Kulit Kepiting Pantai (Grapsus albolineatus) Sebagai Masker Mata Hidrogel Pereda Ketegangan Otot Mata
Penulis: Amalia Faridhotul Az-Zahra, Bintang Khoirul Muna
Kepiting pantai (Grapsus albolineatus) meruapakan hewan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat, kecuali bagian cangkangnya. Oleh karena itu, cangkang kepiting menjadi limbah yang belum termanfaatkan, namun cangkang ini mengandung zat astaksantin yang dapat dimanfaatkan di dunia skincare mata sebagai penanganan otot mata yang lelah. Disamping itu peningkatan penggunaan komputer dalam usia produktif berbanding lurus dengan peningkatan jumlah penderita Computer Vision Syndrome (CVS). Dalam penelitian ini, peneliti bermaksud untuk menguji efektivitas astaksantin dari cangkang kepiting pantai (Grapsus albolineatus) sebagai sediaan untuk pembuatan masker mata hidrogel. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Preparasi penelitian dilakukan dengan menyiapkan ekstrak etanol 96% dari cangkang kepiting pantai (Grapsus albolineatus) dengan metode maserasi. Sediaan tersebut diamati dan dievalusi dengan beberapa parameter yaitu, uji pengamatan organoleptis, bobot dan ukuran masker, pH permukaan, daya mengembang. Hasil pengamatan menunjukkan masker mata hidrogel tidak mengalami perubahan yang signifikan selama 12 minggu. Selain itu, pengukuran daya mengembang menunjukkan pengukuran pada minggu pertama yaitu pada jam ke-1, jam ke-2, hingga jam ke-3 berturut-turut adalah 38,1%, 42,39%, dan 60,73%. Sediaan yang dihasilkan pada penelitian kali ini memenuhi parameter kualitas yang baik, seperti bentuk yang stabil, rentan pH yang tidak terlalau rendah sehingga layak digunakan sebagai formula pembuatan masker mata hidrogel.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JAGUNG (Zea mays L) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE
Penulis: Naura Rizcilia Ramadhani Krisna, Asiya Chaniatuttazkiya
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bahaya limbah plastik yang terbuat dari minyak dan gas bumi bagi kesehatan dan lingkungan karena memiliki masa degradable yang panjang. Untuk merespons hal itu maka dilakukanlah penelitian pembuatan plastik dengan bahan dasar alami, yaitu kulit jagung yang bertujuan untuk mengurangi limbah plastik yang terbuat dari minyak gas bumi. Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah mengetahui apa saja kandungan kulit jagung yang bisa dijadikan sebagai pengganti minyak dan gas bumi sebagai bahan dasar pembuatan plastik, serta megetahui volume gliserol optimum untuk membuat plastik biodegradable berbahan dasar kulit jagung. Jenis penelitian ini adalah eksperimen yang dilakukan pada bulan November 2023 di Boarding School Darul Adzkiya. Dalam membuat bioplastik berbahan kulit jagung, kami melakukan beberapa tahapan, diantaranya Preparasi sampel kulit jagung, Isolasi selulosa kulit jagung, dan pembuatan bioplastik dengan menambahkan kitosan dan gliserol. Kemudian kami menggunakan 3 metode pengujian, yaitu uji degradable, uji daya serap air, dan uji persen pemanjangan. Dari penelitian tersebut didapatkan kesimpulan yaitu, kandungan selulosa pada kulit jagung dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan bioplastik karena selulosa memiliki tingkat biodegradibilitas yang tinggi, tahan terhadap panas, dan tidak larut terhadap air, serta volume gliserol optimum pada pembuatan bioplastik berbahan dasar kulit jagung (Zea mays) adalah 6 ml setiap 12 gr ekstrak selulosa kulit jagung.
SINKASTOL (Uji Efektivitas Turunan Kalkon Hasil Sintesis dari Sinamaldehida Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii) Sebagai Kandidat Anti- Hiperkolesterolemia)
Penulis: Itsna Alyazena Rajabani, Alya Naila Al Muna
Kolesterol merupakan senyawa lemak yang diproduksi oleh berbagai sel dalam tubuh dan berperan penting dalam menjaga sel dan jaringan tubuh. Kondisi ketika kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi disebut hiperkolesterolemia. Penyakit ini dapat meningkatkan risiko aterosklerosis, penyakit jantung koroner, pankreatitis, diabetes mellitus, penyakit hepar, dan penyakit ginjal (Indratni, 2009). Penderita hiperkolesterolemia memerlukan pengobatan seumur hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik senyawa analog kalkon hasil sintesis dari sinamaldehida kayu manis, mengetahui efektivitas variasi analogkalkon hasil sintesis terhadap penurunan kadar kolesterol, dan mengetahui potensi anti- hiperkolesterolemia dari dua variasi kalkon yang digunakan berdasarkan penurunan kadar kolesterol. Senyawa analog kalkon akan disintesis menggunakan sinamaldehida dari kayu manis dan senyawa asetofenon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengadukan suhu ruang. Karakterisasihasil isolasi dan sintesis dilakukan dengan metode KLT, spektrofotometer UV-Visdan LC-MS/MS. Senyawa analog kalkon diuji dengan metode Lieberman-Burchard untuk mengetahui % inhibisi senyawa tersebut terhadap aktivitas anti- hiperkolesterolemia. Berdasarkan hasil karakterisasi LCMS/MS diketahui bahwa senyawa hasil reaksi antara sinamaldehida dan variasi asetofenon memiliki nilai Mr 234 (tanpa subtituen) dan 279 (nitro). Kemampuan penurunan kadar kolesterol dari analog kalkon ditunjukkan dengan nilai EC50 sebesar 3,37 ppm dan nitro analog kalkon dengan nilai EC50 sebesar 3,48 ppm. Senyawa analog kalkon yang memiliki kemampuan penurunan kadar kolesterol paling aktif berdasarkan uji Lieberman- Burchard adalah analog kalkon tanpa substituen. Hasil penelitin ini diharapkan senyawa analog kalkon hasil sintesis memiliki aktivitas lebih baik dari prekursornya yaitu sinamaldehid, sehingga dapat digunakan sebagai kandidat obat anti-hiperkolesterolemia. Kata kunci : Analog kalkon, Hiperkolesterolemia, Lieberman-Burchard, Sinamaldehida
Aplikasi Edible Coating Antibakteri Berbasis Pati Umbi Suweg (Amorphophallus campanulatus) dengan Penambahan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) dalam Mempertahankan Mutu Daging Sapi
Penulis: Dien Fadillah Prihardini, Alvina Zahra Zalzabila
Edible coating merupakan bahan berupa lapisan tipis yang digunakan untuk melapisi atau membungkus makanan dan aman dikonsumsi. Edible coating juga dapat mencegah terjadinya oksidasi sehingga dapat meningkatkan kualitas dan memperpanjang waktu penyimpanan makanan. Umbi suweg (Amorphophallus campanulatus) mengandung pati sebesar 18,44% yang dapat digunakan sebagai bahan dasar edible coating. Untuk menambah nilai fungsionalnya maka penelitian ini ditambahakan senyawa antibakteri alami yang berfungsi untuk mempertahankan daging sapi dari pembusukan karena bakteri. Daun Kelor (Moringa oleifera) mengandung senyawa seperti flavonoid, saponin, triterpenoid, dan tanin yang mempunyai mekanisme kerja yaitu merusak membran sel bakteri. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi ekstrak daun kelor 1%, 3%, dan 5% (b/v). Konsentrasi ekstrak daun kelor yang dipandang efektif mempertahakankan kualitas daging sapi yaitu 5% yang menunjukkan susut bobot 3% dan nilai pH 6,7.
PEMANFAATAN PESTISIDA NABATI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus) TERHADAP KUTU PUTIH SEBAGAI MEKANISME INOVASI PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT BADUY BANTEN
Penulis: Kusuma Wicitra, Aliena Anaqu Arung Pasisir
-
Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Ayam pada Pembibitan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)
Penulis: Nurin Safinatun Najah, Ahsania Nafida
Telur merupakan salah satu bahan makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut menimbulkan banyaknya jumlah limbah cangkang telur ayam di lingkungan sekitar. Namun, keberadaan limbah cangkang telur ayam tersebut tidak diiringi dengan pemanfaatan yang baik oleh masyarakat Indonesia. Kulit telur kering mengandung sekitar 95% kalsium karbonat dengan berat 5,5 gram (Butcher dan Miles, 1990). Tanaman cabai rawit banyak dibudidayakan oleh para petani karena sangat dibutuhkan masyarakat, tidak hanya dalam skala rumah tangga, tetapi juga digunakan dalam skala industri, dan dieksport ke luar negeri. Tanaman ini mempunyai banyak manfaat terutama pada buahnya, yaitu sebagai bumbu masak, bahan campuran industri makanan, dan sebagai bahan kosmetik. Untuk meningkatkan hasil produksi cabai rawitnya, para petani berusaha mengatasi kendala tersebut dengan melakukan pemupukan menggunakan pupuk kimia. Akan tetapi pupuk kimia sering mengalami kelangkaan sehingga harganya melonjak tinggi. Selain itu pemakaian pupuk ini dapat menyebabkan pencemaran tanah, menurunkan pH tanah, cepat terserapnya zat hara dapat menjadikan tanah menjadi miskin akan unsur hara. Sehingga dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan limbah cangkang telur ayam sebagai pengganti pupuk kimia dalam proses pembibitan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) yang berlangsung selama satu bulan sejak penanaman benih. Parameter yang diamati diantaranya tinggi tanaman, jumlah helai, dan volume akar tanaman cabai rawit. Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa Serbuk limbah cangkang telur ayam efektif dimanfaatkan dalam proses pembibitan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Serta konsentrasi terbaik serbuk limbah cangkang telur ayam pada proses pembibitan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) adalah sebesar 20 gram/tanaman.
Pengembangan UI/UX Pada Aplikasi Babypedia dengan Metode Design Thinking
Penulis: Muhammad Hilmi Bagas Saputra, Ahmad Prajuna Daffa Mahardika
Orang tua dengan tingkat edukasi rendah akan menghadapi kesulitan dalam menerapkan metode pengasuhan yang efektif yang dapat berdampak pada kesejahteraan anak. Smartphone dapat digunakan sebagai media edukasi. Babypedia merupakan aplikasi edukasi yang dikembangkan menggunakan metode design thinking. Penelitian ini bertujuan untuk menghadirkan user interface dan user experience yang bersifat mudah untuk dikenali serta dipahami oleh pengguna di semua kalangan usia. Dalam pengembangan aplikasi Babypedia, metode yang digunakan adalah metode design thinking. Metode ini dilakukan guna mengetahui kebutuhan para pengguna aplikasi sehingga dapat menganalisa hal yang perlu ditambahkan, dihilangkan, atau dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan para pengguna. Metode design thinking dapat dilakukan dengan memberikan kuesioner atau wawancara secara langsung. Setelah melakukan beberapa tahap pengambilan data dengan cara memberikan kuesioner, pengembangan UI/UX pada aplikasi Babypedia mendapatkan hasil yang positif yaitu dengan nilai 8,16 dari 10. Nilai ini sudah dapat membuat aplikasi Babypedia mendapatkan predikat layak untuk digunakan oleh khalayak umum. Hasil dari kuesioner pada tahap metode design thinking dapat menjadi masukan untuk mengembangkan aplikasi Babypedia yang efektif dan efisien. Hasil uji coba prototype pengembangan UI/UX pada aplikasi Babypedia yang menggunakan metode design thinking menunjukkan bahwa aplikasi Babypedia yang telah dikembangkam UI/UX nya layak untuk digunakan oleh khalayak umum.
Keanekaragaman Spesies Ikan sebagai Bioindikator Pencemaran Sungai Gelis di Kudus
Penulis: Naufal Amiru Dzaky, Satria Musthofa 'Azmi
"Keanekaragaman spesies ikan dalam ekosistem sungai bisa digunakan sebagai bioindikator kualitas air sungai. Keanekaragaman spesies tinggi mengindikasikan kondisi sungai belum tercemar dan sebaliknya. Sungai Gelis Kabupaten Kudus merupakan salah satu sungai dengan berbagai aktivitas sekitar. Tujuan penelitian adalah mendapati kualitas air Sungai Gelis dan keanekaragaman spesies ikan sebagai bioindikator di Sungai Gelis Kabupaten Kudus. Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan bulan Februari 2024 dengan lokasi Jembatan Sungai Gelis, Jalan Lingkar Barat Kudus, dan Bendungan Sungai Gelis. Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan wawancara kepada pemancing sekitar. Ikan yang didapat selanjutnya direkognisi jenis serta dihitung jumlah tiap jenisnya. Kualitas air Sungai Gelis dilakukan dengan studi pustaka mengenai TSS, total coliform, kadar oksigen terlarut, fosfat, BOD, COD, dan Fecal Coliform. Data yang diperoleh dianalisis dengan indeks keanekaragaman jenis Shannon-Wiener (H'), indeks kemerataan (E) dan indeks dominansi Simpson (C). Hasil penelitian menunjukkan ikan yang diperoleh ada tujuh. Indeks keanekaragaman spesies ikan di Sungai Gelis di bawah 2,0 dan tidak terdapat spesies yang mendominasi. Hasil kualitas air Sungai Gelis tidak memenuhi standar mutu air untuk parameter TSS, DO, BOD, COD, Fosfat, Fecal Coli, dan Total Coliform."
Optimalisasi Pupuk Serasah Eceng Gondok dan Ampas Tahu untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)
Penulis: Fitrianita Khoirun Nisa, Sabrina Az-Zahra Hanim
Pupuk serasah eceng gondok dan ampas tahu merupakan sumber bahan organik yang potensial untuk meningkatkan produktivitas tanaman cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kedua bahan organik tersebut dalam meningkatkan laju pertumbuhan tanaman cabai rawit. Penelitian ini kami laksanakan di Boarding School Darul Adzkiya MAN 2 Kudus dengan menggunakan metode eksperimental. Metode eksperimental dilakukan dengan menerapkan beberapa perlakuan pupuk organik pada tanaman cabai rawit. Analisis tinggi tanaman dan banyaknya jumlah daun yang tumbuh dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk serasah eceng gondok dan ampas tahu dengan perbandingan 2:1 secara signifikan meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman cabai rawit dengan peningkatan tinggi tanaman dan banyak helai daun yang tumbuh. Penelitian ini menyediakan bukti bahwa optimalisasi penggunaan pupuk organik dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan produktivitas tanaman cabai rawit secara berkelanjutan. Dengan demikian, penerapan praktik pertanian ramah lingkungan menggunakan pupuk organik dari sumber lokal seperti serasah eceng gondok dan ampas tahu dapat menjadi alternatif yang berpotensi untuk meningkatkan laju pertumbuhan cabai rawit secara ekologis. Kata kunci : cabai rawit, konsentrasi, laju pertumbuhan, media tanam