1196 Hasil Pencarian
Pengaruh Penambahan Sabut kelapa dan Sekam Padi terhadap Uji Daya Serap Air dan Impak Komposit Beton ,Berserat
Penulis: Ukhaida Shufya Nida, Fadila Aulia Sari
Beton merupakan bahan bangunan yang banyak digunakan untuk membuat tembok pada gedung. Padahal beton memiliki kekurangan yaitu memiliki daya serap air yang tinggi dan memiliki kekuatan impact yang rendah (rapuh). Pada penelitian ini, ditambahkan bahan agar daya serap air dan kekuatan impact pada beton memiliki daya serap air yang rendah dan kekuatan impact yang tinggi yaitu sabut kelapa dan sekam padi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji daya serap air dan uji impact. Variabel kontrol yang digunakan dalam penelitian ini adalah variasi 1 dengan komposisi 50 gram pasir dan 50 gram semen. Kemudian dibandingkan dengan variasi 2, 3, dan 4. Variasi 2 dengan komposisi 50 gram pasir, 50 gram semen, dan 5 gram sabut kelapa. Variasi 3 dengan komposisi 50 gram pasir, 50 gram semen, dan 30 gram sekam padi. Variasi 4 dengan komposisi 50 gram pasir, 50 gram semen, 5 gram sabut kelapa, dan 30 gram sekam padi. Hasil pengujian daya serap air dilakukan dengan perendaman selama 24 jam didapatkan hasil 15%, 30%, 32%, 40%. Pengujian impak dilakukan dengan Mesin Charpy dengan hasil 0,19 J/cm², 0,61 J/cm², 0,14 J/cm², 0,25 J/cm². Kata kunci : Beton, sabut kelapa, sekam padi, daya serap beton, kekuatan impak beton
PEMBUATAN BIOPLASTIK DARI PATI KULIT KETELA POHON (Manihot utilissima) DENGAN PENAMBAHAN SELULOSA RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum).
Penulis: Hilal Iqbaal Tawakal, Diqi Luhur Maulana
Setiap tahunnya Indonesia menghasilkan sekitar 9,85 miliar lembar sampah kantong plastik. Plastik yang digunakan merupakan plastik sintetis. Akan tetapi plastik sintesis memiliki dampak negatif terhadap lingkungan karena tidak dapat terurai dengan cepat dan mencemari lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut dapat memanfaatkan bioplastik. Bioplastik adalah jenis plastik yang dapat terurai secara alami, bioplastik umumnya berbahan dasar pati dari umbi-umbian. Penggunaan pati dinilai masih terbatas karena umbi dapat digunakan sebagai pengganti makanan pokok dan punya harga jual tinggi, sehingga perlu pemanfaatan pati berbahan dasar limbah. Salah satu limbah yang banyak di pasar dan kurang pemanfaatan patinya adalah limbah kulit Ketela pohon. Bioplastik berbahan dasar pati memiliki sifat mekanik rendah, sehingga perlu penambahan bahan lainnya seperti selulosa (Darni et al. 2009) . Salah satu sumber selulosa adalah rumput gajah karena kurang dimanfaatkan dalam keseharian. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui karakteristik, kemampuan terurai dalam tanah, dan ketahanan dalam air yang dilakukan dengan ekstraksi pati dari kulit ketela pohon, ekstraksi selulosa dari rumput gajah, serta pembuatan sampel bioplastik dengan perbandingan pati dan selulosa sampel 1 (2:0) sendok teh, sampel 2 (2:1) sendok teh. Selanjutnya sampel akan diuji karakteristik, biodegradasi, ketahanan air. Hasil dari sampel 1 yaitu terdegradasi dalam 10 hari, tidak menyusut dalam air, transparan, dan robek saat ditekuk, sedangkan sampel 2 yaitu terdegradasi dalam 8 hari, menyusut dalam air, hijau transparan, dan robek saat ditekuk. Kata kunci : Bioplastik, Kulit Ketela Pohon, Pati, Rumput Gajah, Selulosa.
Pupuk Cair Organik dari Kulit Jeruk Mandarin(Citrus reticulata) dan Daun Kelor Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit(Capsicum annuum)
Penulis: Putri Aulia Febby Azzahra, Clarisa Abidah Ardelia
Tanaman unggulan pertanian di Indonesia salah satunya adalah cabai rawit (Capsicum annuum), Tanaman cabai ini merupakan tanaman hortikultura yang multifungsi, dapat digunakan sebagai bumbu masak, saus atau sambal dan bahan campuran obat obatan serta banyak kandungan gizi. Penggunaan pupuk anorganik menjadi salah satu teknik yang sering digunakan petani untuk menghasilkan tanaman cabai rawit yang subur dan berkualitas, karena mudah diaplikasikan dan mudah diperoleh. Namun kendala yang kemudian muncul adalah harus membutuhkan biaya yang besar serta jika digunakan secara terus-menerus mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas tanah. Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan dapat merusak sifat fisik, biologi dan kimia tanah. pemanfaatan kulit jeruk dan daun kelor dapat digunakan sebagai pupuk organik yang berasal dari alam atau alami. kulit jeruk dan daun kelor. Daun kelor mengandung nitrogen, karbohidrat, vitamin A, B1 dan B2 yang menjadikan daun kelor dapat digunakan dalam pembuatan pupuk cair organik serta kandungan nitogen dalam kulit jeruk juga mampu membantu tanah menjadi semakin subur.Penelitian ini dilakukan dengan memberikan perlakuan dan observasi terhadap subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh pupuk cair organik dari kulit jeruk mandarin (Citrus reticulata) dan daun kelor terhdap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum annuum) memiliki hasil yang signifikan yaitu konsentrasi 10ml pupuk dengan rata-rata pertumbuhan 5cm per 7 hari, 20ml pupuk dengan rata-rata pertumbuhan 6cm per 7 hari, dan 30ml pupuk dengan rata-rata pertumbuhan 7cm per 7 hari. Dapat disimpulkan bahwa pupuk cair campuran kulit jeruk mandarin (Citrus reticulata) dan daun kelor (Capsicum annuum) efektif untuk mempercepat pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum annuum).
PEMANFAATAN SABUT KELAPA DAN CANGKANG TELUR SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) PADA TANAMAN BAYAM (Amaranthus tricolor L.)
Penulis: Nurul Azizah, Ana Fauziatur Rohmah
Indonesia menghasilkan limbah pertanian dalam jumlah besar, di antaranya adalah sabut kelapa yang mengandung unsur hara seperti kalium (K) dan cangkang telur yang kaya akan kalsium (Ca). Kedua limbah ini berpotensi untuk diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang lebih mudah diserap oleh tanaman dibandingkan pupuk padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC dari kombinasi limbah sabut kelapa dan cangkang telur terhadap pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus tricolor L.) serta menentukan konsentrasi yang paling optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu tanpa pemberian pupuk (P1/kontrol), pemberian pupuk kombinasi 1:1 (P3), kombinasi 2:1 dominan sabut kelapa (P2), dan kombinasi 1:2 dominan cangkang telur (P4), dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun yang diukur setiap 7 hari sekali selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC dari sabut kelapa dan cangkang telur berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman bayam. Konsentrasi POC dengan perbandingan 1:1 (P3) memberikan hasil pertumbuhan yang paling optimal dibandingkan perlakuan lainnya, dengan rata-rata tinggi tanaman mencapai 24 cm, jumlah daun sebanyak 13 helai, dan lebar daun 5,3 cm. Kata kunci: sabut kelapa, cangkang telur, pupuk organik cair (POC), Bayam (Amaranthus tricolor L.).
PENDEKATAN EKSISTENSIAL HUMANISTIK SEBAGAI POLA ADAPTASI SOSIAL BERBASIS KONSELING SEBAYA PADA SANTRI PONDOK PESANTREN YASIN KUDUS
Penulis: Hana Faidhun Nihlah, Tsania Fatimah Az-Zahra
Wibowo, 2017. Teman tidak mungkin menghakimi dan berbeda dengan orang tua yang kebanyakan akan sedih dan merasa gagal mendidik anak saat anaknya mengakui sesuatu atau curhat masalah hidupnya. Orang tua memandang sebuah masalah itu berbeda dengan teman seumuran yang terkadang membuat anak sebal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pola adaptasi sosial remaja di pondok pesantren dan menganalisis efektivitas layanan konseling sebaya dengan pendekatan eksistensial-humanistik dalam mengatasi masalah adaptasi sosial penghuni pondok pesantren. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan penelitian survei wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan, meringkas berbagai kondisi, berbagai situasi/berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian ini, berdasarkan apa yang terjadi kemudian mengangkat ke permukaan karakter/gambaran tentang kondisi, situasi, ataupun variabel tersebut. Dari hasil wawancara yang peneliti dapatkan, dapat diketahui bahwa kebanyakan santri pondok pesantren Yasin Kudus lebih mengandalkan konseling sebaya ketika mengalami masalah. Karena menurut para narasumber. Konseling sebaya merupakan hal yang efektif untuk dilakukan. Kata kunci: menghormati dan menyayangi teman adalah hal yang penting. Selain mencari teman yang satu energi, kita juga harus mencari teman yang mengerti dan menyayangi kita.
BLOK NARSISTIK: ANALISIS FENOMENA SELFIE DI INSTAGRAM DALAM MEMBENTUK CITRA DIRI REMAJA
Penulis: Salma Arsyadani Noor Azha, Syifa Mutia Hanum
Media sosial hadir dalam sebuah media online, para penggunanya bisa dengan mudah berpatisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, forum dan dunia virtual. Media sosial juga hadir sebagai bagian dari perkembangan internet yang telah membawa banyak perubahan. Dalam media sosial Instagram terdapat fitur selfie yang saat ini sudah menjadi kebutuhan. bagi pelaku selfie rata rata tujuannya untuk menunjukkan dirinya dihadapan orang lain. Keinginan untuk mendapatkan respon dan penilaian secara positif menjadi salah satu alasan bagi remaja. Respon atau pandangan orang lain terhadap apa yang ditampilkan oleh pelaku selfie, nantinya dapat mempengaruhi penilaian pelaku selfie dalam menilai dirinya sendiri sehingga citra diri itu akan terbentuk. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui korelasi selfie di instagram dengan pembentukan citra remaja, mengkaji bagaimana presepsi yang akan di tampilkan pelaku selfie di Instagram serta untuk mengetahui apa motif seseorang memilih selfie di instagram. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan menggunakan metode kualitatif deskripstif, analis data dalam penelitian ini menggunakan Reduksi, Penyajian dan Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukan bahwa motivasi yang paling krusial adalah karena mereka ingin menunjukkan penampilan fisik dihadapan orang lain dengan tujuan untuk mendapatkan penilaian ± penilaian positif akan kecantikan fisik yang dimilikinya. Hal tersebut dapat dilihat dari pemilihan pose ± pose favorit yang mereka gunakan untuk berselfie. Dengan adanya fitur selfie di Instagram ini dapat membantu pengguna Instagram untuk bebas berekspresi tanpa batas dalam menunjukkan citra diri dengan sebaik baiknya karena penting bagi mereka.
Implementasi Peer Interaction Sebagai Solusi Manajemen Konflik Antar Santri Kelas 12 Program IPA Dan Bahasa Di Boarding Darul Azkiya' Kudus.
Penulis: Rayhanun Naila Zinda, Rayhanun Naila Zinda
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana menggunakan interaksi sebaya sebagai cara untuk mengatasi konflik yang muncul antara santri yang berada di kelas dua belas program IPA dan Bahasa di Boarding School Darul Azkiya. Perbedaan pendapat, latar belakang keluarga, dan tekanan akademis tinggi adalah faktor yang sering menyebabkan konflik antar siswa. Metode interaksi sebaya membantu siswa berkomunikasi dengan lebih baik dan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Penelitian ini dilakukan melalui studi kasus kualitatif yang melibatkan observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sebaya dapat mengurangi ketegangan antar siswa, meningkatkan pemahaman mereka satu sama lain, dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih damai. Berpartisipasi dalam interaksi sebaya meningkatkan keterampilan sosial dan emosional para santri selain mengurangi konflik. Secara sistematis, diskusi kelompok, kegiatan kolaboratif, dan pelatihan mediasi sebaya dilakukan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi, empati, dan berpikir kritis santri yang terlibat dalam interaksi sebaya meningkat. Oleh karena itu, pendekatan ini disarankan untuk dimasukkan ke dalam kurikulum pesantren sebagai metode yang berguna untuk menangani konflik. Penelitian ini menambah literatur tentang manajemen konflik di lingkungan pendidikan Islam, dan memberikan pengelola pesantren wawasan praktis untuk membuat lingkungan belajar yang baik.
Evaluasi Efektivitas Program Imunisasi DPT dalam Pengendalian Penyakit Menular pada Anak-anak di Puskesmas Sidorekso Kota Kudus Tahun 2022
Penulis: Zsa Zsa Maulina Ardyansha, Raisya Zahra Naura Azzalea
Imunisasi merupakan usaha pemberian kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu (Hidayat, 2005). Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 2 November 2023 di wilayah kerja Puskesmas Sidorekso dari 10 anak yang dilakukan imunisasi DPT 6 anak mengalami demam setelah di lakukan imunisasi dan 2 mengalami bengkak pada bekas suntikan sisanya tidak terjadi reaksi KIPI. Peneliti merumuskan permasalahan penelitian yaitu apakah ada pengaruh pemberian imunisasi DPT pada bayi usia 3 – 12 bulan di Puskesmas Sidorekso Kaliwungu Kudus Tahun 2022? Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan rancangan quasi eksperimen (Notoatmodjo, 2007), yang bertujuan untuk membandingkan suhu tubuh bayi sebelum dan setelah mendapatkan imunisasi DPT pada bayi usia 3 – 12 bulan di puskesmas Sidorekso Kota Kudus Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata suhu tubuh sebelum diberikan imunisasi DPT pada bayi usia 3-12 bulan adalah 36,7 °C dengan standar deviasi 0,25 di Puskesmas Poasia Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2018. Sedangkan rata-rata perbedaan suhu tubuh sebelum dan setelah pemberian imunisasi DPT pada bayi usia 3 12 bulan yaitu hasil uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov pada variabel sebelum pemberian imunisasi DPT menunjukkan bahwa nilai p value (0,354) (0,05), dan sesudah pemberian imunisasi DPT menunjukkan bahwa nilai p value (0,208) > (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.
UPAYA MEMBANTU KREATIVITAS TANPA BATAS PADA PEMBINAAN NARAPIDANA WANITA DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB KUDUS
Penulis: Zahra Fatia Razaq, Nayla Itmamuzzahra
Narapidana adalah seseorang yang telah melakukan kesalahan hukum di masa lalu, namun itu tidak boleh membuat masyarakat memberinya stigma sebagai individu yang jahat. Negara, melalui peraturan perundang-undangannya, berupaya untuk mengintegrasikan narapidana kembali ke dalam masyarakat. Undang-undang seperti UU Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan dianggap sangat penting dalam proses integrasi narapidana ke dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya-upaya yang dapat membantu meningkatkan kreativitas tanpa batas pada pembinaan narapidana wanita di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kudus. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini adalah narapidana wanita dan petugas pembina di rumah tahanan. Dari hasil, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari sistem pemasyarakatan adalah untuk mengubah warga binaan pemasyarakatan menjadi individu yang utuh, menyadari kesalahan mereka, memperbaiki perilaku, serta mencegah mereka untuk kembali melakukan tindak pidana. Hal ini bertujuan agar mereka dapat diterima kembali oleh masyarakat, aktif berperan dalam pembangunan, dan menjalani kehidupan yang normal dan bertanggung jawab. Pembinaan yang diberikan kepada narapidana selama masa penahanan memiliki peran yang sangat penting, karena dapat mempengaruhi kehidupan mereka setelah bebas nanti. Harapannya, dengan adanya pembinaan ini, dapat mencegah narapidana untuk kembali melakukan kesalahan yang sama di masa mendatang.
Perspektif Masyarakat terhadap Eksistensi Dukun Bayi dalam Mengatasi Sawan
Penulis: Nur Rohmah Anindya Kusuma Agustian, Nasywa Yusriyya Hanun Nafisah
Indonesia adalah negara yang memiliki beragam kebudayaan dan adat istiadat. Berbagai kepercayaan juga yang turun-temurun terus dijaga oleh masyarakat Jawa hingga saat ini. Salah satu di antaranya adalah kepercayaan tentang sawan. Kebanyakan masyarakat Jawa mempercayai penyebab sawan dikarenakan makhluk halus. Sawan bisa terjadi kepada siapapun. Bayi dan anak-anaklah yang paling sering terkena sawan. Salah satu gejala yang dialami adalah demam tinggi, dan reaksi yang ditunjukkan oleh sang Ibu adalah dengan membawa anaknya ke dukun bayi bukan ke ahli medis. Reaksi inilah yang membuat peneliti ingin melakukan penelitian ini. Rumusan masalah : 1.Bagaimana perspektif masyarakat terhadap eksistensi dukun bayi dalam mengatasi sawan? 2.Bagaimana pendapat masyarakat mengenai sawan? Sawan adalah penyakit yang kebanyakan dialami oleh anak kecil yang masih berumur 5 tahun kebawah. Sawan bisa terjadi karena anak kaget setelah melihat sesuatu yang menyeramkan. Bisa juga terjadi karena ibu merasa terkejut setelah melihat suatu kejadian atau mendengar sebuah kabar, lalu menyebabkan anaknya terkena sawan. Itu terjadi karena ikatan batin yang kuat antara ibu dan anak.