1196 Hasil Pencarian

PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PELAPIS GALVALUM

Penulis: Dea Tsalas Ananta, Chomisah Zakiya Nur

Karya tulis ini membahas pemanfaatan limbah plastik yang dijadilkan sebagai bahan pelapis galvalum. Salah satu sumber masalah bagi masyarakat yaitu adanya limbah plastik yang setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik. Beberapa jenis plastik akan dibahas dalam karya tulis ini. Dari beberapa jenis plastik, plastik yang cocok digunakan sebagai pelapis galvalum adalah plastik HDPE, karena bahannya yang mudah ditemukan dan mempunyai tingkat kelenturan yang diinginkan pada galvalum. Galvalum memiliki bahan pelapisnya yang berupa campuran alumunium dan seng. Aluminium digunakan sebagai bahan pelapis dan zinc/seng digunakan sebagai anti karat pada galvalum. Untuk menjadikan plastik menjadi bahan pelapis galvalum harus melalui beberapa tahap agar mendapatkan hasil yang sempurna. Proses pelelehan plastik juga perlu diperhatikan agar mendapat ketahanan dan kelenturan sesuai dengan standar SNI. Dengan adanya pemanfaatan limbah plastik seperti ini maka dapat mengurangi adanya penumpukan pada limbah plastik. Kata kunci: galvalum, limbah, plastik.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Uji pH Tanah terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)

Penulis: Aura Yunia Amartha, Athaya Maulida Ahmad

Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya penurunan produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Hal ini disebabkan oleh faktor kesuburan tanah dan ginofor pada tanaman kacang tanah tidak dapat menembus tanah. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH tanah terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) dan mengetahui pH yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan 3 perlakuan, yaitu perlakuan A kontrol dengan air sabun, perlakuan B kontrol dengan air cuka, dan perlakuan C kontrol dengan air biasa. Dari hasil analisis diperoleh dari data yang terdapat pada tabel pertumbuhan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) tersebut, dapat dilihat bahwa pertumbuhan batang dan daun kacang tanah pada pH netral lebih baik dibanding pertumbuhan batang dan daun pada pH asam dan pH basa. Dengan hasil pengamatan tersebut, kesimpulan yang bisa diambil adalah bahwa pH tanah dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, dalam hal ini yaitu pertumbuhan batang dan daun tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Pertumbuhan kacang tanah yang lebih baik adalah pada tanah yang memiliki pH tidak terlalu asam dan juga tidak terlalu basa.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Formulasi dan Uji Efektifitas Sediaan Lilin Aromaterapi Anti Nyamuk dari Minyak Atsiri Biji Adas (Foeniculum vulgare)

Penulis: Arina Nasywa Yumna, Ardelia Akhmi Wrastika

Indonesia merupakan negara tropis yang sesuai untuk tempat hidupnya berbagai ragam nyamuk yang berperan sebagai vektor penyakit, seperti demam berdarah. Alternatif yang bisa digunakan untuk mengusir nyamuk adalah dengan cara membuat lilin aromaterapi menggunakan minyak atsiri seperti biji Adas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan lilin aromaterapi sebagai anti nyamuk dari minyak atsiri biji Adas. Sampel dalam penelitian ini adalah nyamuk sebanyak 40 ekor yang dibagi ke dalam empat barrel uji yang masing-masing berisi 10 ekor nyamuk dengan pemberian lilin ekstrak adas FA (kontrol), FB (ekstrak 5%), FC (ekstrak 10%), dan FD (ekstrak 15%) dan waktu pajanan selama 30 menit. Uji evaluasi fisik lilin meliputi uji organoleptik (warna dan aroma), uji waktu bakar, uji kesukaan, dan uji efektivitas daya tolak pada nyamuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan lilin berwarna kuning pucat dengan aroma khas minyak atsiri biji Adas. Formula D (ekstrak biji Adas 15%) merupakan formulasi sediaan lilin aroma terapi anti nyamuk terbaik karena menunjukkan proteksi terhadap nyamuk yang paling tinggi yaitu 70 % dan menjadi sediaan yang paling disukai oleh responden.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pengaruh Perendaman Senyawa Kolkisin terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.)

Penulis: Halima Arinnisa, Aqim Laila

Keberhasilan induksi poliploid tanaman kacang hijau tergantung pada penggunaan jenis spesies, agen, dan konsentrasi senyawa mutagen antimitosis serta konsensentrasi kolkisin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman senyawa kolkisin terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) perlakuan pada tanaman kacang hijau meliputi K0 = tanpa kolkisin; K1 = dengan perendaman kolkisin 0,25% selama 24 jam; K2 = dengan perendaman kolkisin 0,625% selama 24 jam; K3 = tanaman kacang hijau dengan perendaman kolkisin 1,25% selama 24 jam. Penelitian menunjukkan kolkisin memengaruhi fenotip tanaman kacang hijau yang dilihat dari karakter morfologi, seperti tinggi tanaman, lebar daun, dan jumlah daun. Selain itu, perendaman kolkisin menunjukkan bahwa konsentrasi 0,625% merupakan konsentrasi terbaik bagi pertumbuhan kacang hijau dibandingkan perendaman kolkisin 0,25%, 1,25%, dan tanaman kontrol. Kata Kunci: Kacang Hijau, Kolkisin, Mutagen

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Sintesis Membran Kitosan Termodifikasi Silika dari Sisik Ikan Bandeng (Chanos chanos) dan Tongkol Jagung (Zea mays L.) sebagai Adsorben Logam Kromium (Cr)

Penulis: Alya Marsha Andina, Afriza Ashni Fanida

Pencemaran air di daerah perairan seperti sungai dan laut masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam ketersediaan air bersih. Logam berat merupakan salah satu jenis polutan yang terlarut di air, sehingga unsur atau senyawa logam berat dapat masuk kedalam tubuh organisme yang hidup di perairan. Kromium (Cr) merupakan salah satu logam berat yang bersifat sangat toksik. Selama ini, solusi untuk mengatasi permasalahan pencemaran air adalah dengan metode filtrasi atau penyaringan dengan teknologi membran. Dalam penelitian ini akan dilakukan pembuatan membran kitosan termodifikasi silika untuk aplikasi penyaringan logam berat kromium (Cr). Kitosan disintesis dari sisik ikan, sementara silika didapatkan dari abu tongkol jagung. Kitosan disintesis melalui reaksi deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Sementara silika diisolasi menggunakan metode kalsinasi. Dari hasil karakterisasi FT-IR, diketahui bahwa kitosan hasil sintesis dari sisik ikan berhasil disintesis dengan tingkat deasetilasi kitosan sebesar 79,569. Waktu kalsinasi diketahui mempengaruhi kandungan silika dalam abu tongkol jagung. Dari hasil EDX diketahui bahwa sampel pertama memiliki kandungan silika tertinggi yaitu sebesar 59,59%. Penyaringan logam kromium yang diukur dengan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan membran kitosan termodifikasi silika dapat mengadsorbsi krom (VI) hingga lebih dari 90% dengan kemampuan adsorbsi terbaik pada sampel 3 (Silica 10,08 %wt). Hasil penyaringan ini menunjukkan bahwa penambahan silika pada membran dapat meningkatkan kemampuan adsorbsi membrane kitosan.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

P'NAROLATO : Pengaruh Ekstrak Daun Sambiloto (Andrographispaniculata) sebagai Pelapis Antibiotik pada Plester Luka

Penulis: Meidita Ananda, Adinda Putri Rizqyta

Sambiloto (Andrographis paniculata) atau dikenal sebagai “King of Bitters” adalah tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal. Sebab memiliki beragam manfaat kesehatan. Tanaman ini mengandung andrografolida, alkaloid, dan flavanoid yang bermanfaat sebagai bahan obat. Penggunaan sambiloto juga dapat dimanfaatkan sebagai obat luka, salah satu pengaplikasiannya adalah dengan membuatnya sebagai lapisan plester luka. Plester dinilai cukup efisien karena mudah diperoleh, relatif murah, mudah digunakan serta memiliki fleksibilitas tinggi dan adhesi yang kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik P'NAROLATO dan untuk menganalisis pengaruh P'NAROLATO terhadap penyembuhan luka. Metode yang digunakan adalah ekstraksi. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dengan menggunakan uji fitokimia, menunjukkan bahwa ekstrak sambiloto mengandung saponin dan alkaloid. Dalam ekstrak tidak ditemukan flavonoid, yang mungkin karena asam klorida yang digunakan dalam percobaan sudah tua atau tidak dapat digunakan. Kata Kunci: Andrographolid, Ekstraksi, Fitokimia, Sambiloto (Andrographis paniculata)

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pembuatan Plastik Biodegradable dari Eceng Gondok (Eichhornia crassipes)

Penulis: Haydar Ahmad, Adhyaksa Faishal Rafi

Plastik merupakan bahan penting dalam kehidupan sehari-hari. Plastik yang digunakan saat ini adalah polimer sintetik yang berasal dari bahan baku minyak bumi terbatas dan tidak terbarukan,Kelemahan lainnya adalah sifatnya yang tidak dapat dihancurkan secara alami. Bahan pembuatan plastik dapat diganti menggunakan bahan yang mengandung serat seperti eceng gondok. Tujuan penelitian ini adalah cara bagaimana plastik biodegradable dari eceng gondok serta pengaruh gliserol terhadap plastik dari eceng gondok. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil yang didapatkan dari percobaan pembuatan plastik biodegradable dari eceng gondok maka dapat ditarik kesimpulan bahwa plastik yang dibuat hasilnya tidak kering sepenuhnya dan biopastik rapuh dan mudah sobek.Hal ini dikarenakan pemberian gliserol yang terlalu banyak yang mengakibatkan bioplastik susah kering dan tidak ada penambahan kitosan pada pembuatannya karena kitosan dapat meningkatkan fleksibilitas pada bioplastik sehingga tidak mudah sobek.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pemanfaatan Ekstak Biji Duwet (Syzygium cumini) sebagai Antelmintik pada Cacing Gelang (Ascaridia galli)

Penulis: Siti Faizatu Zahro', ARIL MUSYADAD

Indonesia merupakan negara berkembang dengan iklim tropis yang menguntungkan perkembangan telur cacing seperti Ascaridia galli; menyebabkan Ascariasis dan sangat merugikan proses pertumbuhan, Penggunaan antelmintik dapat mematikan atau melumpuhkan cacing sehingga dapat dikeluarkan bersama-sama dengan kotoran. Buah duwet memiliki kandungan saponin, flavonoid, dan tanin yang mampu menghambat kerja enzim dan mengganggu proses metabolisme pencernaan pada cacing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol biji duwet sebagai antelmintik cacing Ascaridia galli. Pengujian dilakukan menggunakan ekstrak etanol buah duwet dengan konsentrasi kontrol (air biasa),5%, dan 10% yang di setiap kelompok terdapat 3 buah cacing Ascaridia galli. Aktivitas cacing diamati selama 24 jam dengan interval waktu 8 jam. Jumlah cacing yang mati dicatat setiap 15/30 menit. Hasil pengujian menunjukkan pada konsentrasi kontrol (air biasa) cacing mati pada waktu 8 jam, ekstrak biji duwet 5% cacing mati pada waktu 3 jam, dan ekstrak biji duwet 10% cacing mati pada waktu 1 jam 45 menit. Kematian cacing Ascaridia galli lebih cepat saat konsentrasi ekstrak biji duwet semakin tinggi. Pemberian ekstrak biji duwet efektif digunakan sebagai sebagai antelmintik cacing Ascaridia galli. Kata kunci: Antelmintik, Syzygium cumin., Ascaridia galli, biji duwet, Ascariasis

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pemanfaatan Ekstrak Buah Semangka dalam Formulasi Sediaan Lipbalm

Penulis: Nadhifa Aulia Choirunnisa', Najwa Rahma

Buah Semangka (Citrullus lanatus) merupakan tanaman merambat yang berasal dari daerah setengah gurun di Afrika bagian selatan. Tanaman ini masih sekerabat dengan labu-labuan, melon, dan ketimun. Semangka biasa dipanen buahnya untuk dimakan segar atau dibuat jus. Telah dilakukan penelitian berupa "Pemanfaatan Ekstrak Buah Semangka (Citrullus lanatus) dalam Formulasi Sediaan Lip Balm". Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memberikan informasi, bagaimana proses pembuatan Lip balm berbahan dasar semangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi pemakaian bahan kimia pada kosmetik terutama pada Lip balm. Data penelitian ini diperoleh dari hasil uji coba kepada 3 orang responden yang dipilih secara acak. Komponen penelitian berupa tekstur dan kelembaban. Dari hasil penelitian berupa Lip balm ekstrak buah semangka didapatkan tekstur yang padat, aroma dan rasa dari buah semangka tidak mengganggu, dan kelembaban bibir setelah menggunakan Lip balm ekstrak buah semangka sangat digemari para responden

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pemanfaatan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) dan Air Perasan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) sebagai Pembasmi Kutu Rambut (Pediculus humanus capitis)

Penulis: Nazalina Tsamrotul Fikriyah, Syavia Arva Raissa

Kutu rambut (Pediculus humanus capitis) tergolong serangga yang hidup disela-sela rambut dan menempel pada kulit kepala manusia. Hewan ini berukuran sangat kecil dan mempertahankan hidupnya dengan cara menghisap darah melalui kulit kepala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar efektivitas ekstrak Bawang Putih dan ekstrak jeruk nipis terhadap mortalitas kutu rambut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang didukung oleh data-data. Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh berdasarkan lama waktu yang digunakan untuk membasmi kutu rambut (Pediculus humanus capitis) dari uji efektivitas ekstrak bawang putih (Allium sativum) dan air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dengan variasi konsentrasi yang berbeda berdasarkan waktu kematian kutu rambut. Penelitian menggunakan konsentrasi ekstrak bawang putih sebanyak 10%, 20%, 30% dan 45% serta air perasan jeruk nipis dengan konsentrasi sebanyak 15%, 30%, 45 dan 65% dapat membunuh kutu rambut tetapi tidak keseluruhan dengan waktu yang berbeda. Adapun hasilnya adalah kematian kutu rambut tergantung pada variasi konsentrasi, semakin tinggi konsentrasi dari ekstrak bawang putih (Allium sativum) dan air perasan jeruk (Citrus aurantifolia) maka kematian pada kutu rambut (Pediculus humanus capitis) akan lebih cepat. Kata kunci: Air perasan jeruk nipis, Ekstrak bawang putih, Kutu rumbut.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail