1196 Hasil Pencarian
GAPURA PADUREKSAN : KONFRONTASI BUDAYA KIRAB NGANTEN MUBENG GAPURA DENGAN KUALITAS EKSKURSI DI DESA LORAM KULON
Penulis: Savira Nailil Hana, Akmelia Nikmah Septiana Rusydi
Tradisi kirab nganten mubeng gapura di Desa Loram Kulon Kabupaten Kudus dilaksanakan setelah masyarakat desa setempat melaksanakan ijab qabul di acara pernikahan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengetahui bentuk tradisi Nganten Mubeng Gapura, 2). Mengetahui nilai dan norma Nganten Mubeng Gapura, 3). Mengetahui makna yang terdapat dalam tradisi Nganten Mubeng Gapura. Penelitian ini menggunakan Data Kualitatif dengan wawancara dan studi pustaka.
Prestise Bahasa Jawa : Peran Orang Tua Dalam Penerapan Bahasa Jawa pada Kalangan Generasi Z di Kecamatan Kota Kabupaten Kudus
Penulis: Salsabila Khoirin Nisa', Ahla Dani Zamrudah
Bahasa merupakan sebuah kunci pokok dalam kehidupan manusia, karena dengan bahasa seseorang dapat dengan mudah berinteraksi dengan sesama. Dalam berkomunikasi, setiap orang tua harus memilih salah satu bahasa atau ragam bahasa yang ada di masyarakat yang akan digunakan dalam berinteraksi kepada anak Generasi Z. Meskipun demikian, Generasi Z mulai menganggap bahwa bahasa asing dan bahasa nasional memiliki prestise lebih tinggi dibandingkan bahasa Jawa. Hal itu diperparah dengan pengajaran cara berbahasa orang tua pada anak Generasi Z yang sering menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asing dari pada bahasa jawa sebagai bahasa ibu. Penelitian ini betujuan Untuk mengetahui prestise berbahasa jawa pada kalangan generasi Z, untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan bahasa jawa memudar pada kalangan generasi Z, untuk mengkaji peran orang tua dalam penerapan bahasa jawa pada anak generasi Z di Kecamatan Kota Kabupaten Kudus. Metodeologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Objek penelitian ini yaitu Peranan Orang tua dalam penerapan Bahasa Jawa pada kalangan Generasi Z. Data yang diperoleh diolah menggunakan teknik analisis data terdiri dari tiga langkah; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan terakhir kesimpulan.
KOMBINASI SELULOSA MIKROBIAL DARI Nata de cassava DAN PELEPAH PISANG (Musa paradisiaca) SEBAGAI PENSUBSTITUSI SELULOSA KAYU DALAM PEMBUATAN KERTAS
Penulis: Inayatun Nafisah, Nafisatul Maula
Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan kertas umumnya adalah kayu. Bahan baku pengganti kayu pada proses pembuatan kertas menjadi hal penting karena semakin hari, hutan di Indonesia mengalami pengurangan dan didukung dengan mahalnya harga kayu. Kandungan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan kertas yaitu selulosa dalam bentuk serat. (Bahri, 2015) Pelepah pisang memiliki kandungan ?-selulosa sebesar 83,3 % dan lignin sebesar 2.97 % sehingga pelepah pisang dapat menjadi pensubstitusi kayu. Sumber selulosa lain yang dapat digunakan adalah selulosa mikrobial dari nata de cassava. (Suryani dkk, 2000) langkah kerja pembuatan kertas adalah sebagai berikut : Purifikasi Selulosa Mikrobial, Metode Pembuatan Selulosa dari Pelepah Pisang, Metode Pemasakan Pulp Pelepah Pisang, Metode Pulp Kombinasi Selulosa Mikrobial dari Pelepah Pisang (Kombinasi perlakuan yang digunakan adalah kombinasi nata de cassava dan pelepah pisang 100:0, 75:25, 50:50, dan 25:75. Percobaan dilakukan dengan lima kali pengulangan), Metode Pembentukan Kertas Hasil pengujian yang telah dilakukan memberikan hasil nilai gramatur kertas 53-64 g/m2, nilai indeks sobek 4-14 mN m2/g, nilai ketebalan 0,35-1,2 mm, nilai kadar air 1-1,8%, nilai ketahanan 6-15 N. Komposisi yang paling optimal untuk pembuatan kertas adalah dengan perbandingan 100% nata de cassava dan 0% pelepah pisang dengan nilai rata-rata indeks tarik paling optimal sebesar 14,8 N pada rata-rata gramatur 64 g/m2 dan rata-rata indeks sobek sebesar 14 mN m2/g.untuk peningkatan kualitas kertas perlu dibuat alat pencetak kertas yang cocok untuk selulosa
Uji Efektivitas Antibakteri dari Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dan Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) terhadap Bakteri Udara melalui Metode Difusi Cakram
Penulis: Nur Izza Khairani Khansa Rasyidah, Meisya Marella Khairun Nisa
Penelitian ini bertujuan memenuhi tugas akhir madrasah dan mengetahui adanya efektivitas antibakteri dari ekstrak etanol tunggal dan kombinasi bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) terhadap pertumbuhan bakteri udara serta mengetahui daya hambat yang optimal terhadap pertumbuhan bakteri. Uji antibakteri dapat dilakukan dengan meneteskan kedua ekstrak bunga dengan perbandingan yang sama pada media agar dan didiamkan selama 24 jam dengan control positif menggunakan antibiotic amoxicillin dan control negative aquades . Dalam penelitian ini, digunakan uji difusi metode cakram untuk mengetahui konsentrasi campuran antibakteri manakah yang paling efektif terhadap perlindungan dari bakteri udara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2023, bertempat di Laboratorium Madrasah Aliyah Negeri 2 Kudus. Variable yang diamati meliputi waktu mengekstraksi atau pengendapan bunga menjadi antibakteri dan waktu munculnya bakteri setelah diteteskannya antibakteri pada media agar. Hasil pengamatan yang diperoleh berupa ada atau tidaknya daerah bening yang terbentuk di sekeliling kertas cakram yang menunjukan zona hambat pada pertumbuhan bakteri dan dari penelitian yang dilakukan, ekstrakbunga telang yang paling efektif dalam daya menghambatnya pertumbuhan bakteri udara.
PEMANFAATAN LIMBAH SABUT KELAPA (Cocos nucifera L.) DAN DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN KERTAS UNTUK MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN
Penulis: Fina Rizqiyatun Ni'mah, Kurnia Alfi Ni'mah
Banyaknya penebangan pohon sebagai bahan baku pembuatan kertas dan limbah sabut kelapa dan daun rambutan di sekitar lingkungan. Oleh karena itu, dibuat inovasi kertas dari limbah sambut kelapa dan daun rambutan. Sehingga berkurangnya penebangan pohon dan terciptanya lingkungan yang lestari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan April 2023. Di Pondok Pesantren Darul Barokah Al-Quds, Prambatan Kidul, Kaliwungu, Kudus. Kertas yang dibuat dari limbah sabut kelapa dan daun rambutan memiliki karakteristik yang berbeda dengan kertas biasa. Meskipun demikian, kertas limbah sabut kelapa dan daun rambutan memiliki sifat bio-degradasi yang lebih baik dan dapat terdegradasi dengan baik dan cepat di dalam tanah, sehingga dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa limbah sabut kelapa dan daun rambutan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas sebagai alternatif kertas biasa. Limbah sabut kelapa dan daun rambutan memiliki potensi besar sebagai bahan baku pembuatan kertas karena ketersediaannya yang melimpah, murah, dan ramah lingkungan. Namun, karakteristik kertas yang dihasilkan dari limbah sabut kelapa dan daun rambutan masih perlu ditingkatkan
ANALISIS KUALITAS PUDING DENGAN PENGGUNAAN EKSTRAK NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI PEWARNA ALAMI
Penulis: Ninda Kusumadhia Arifin, Khirza Dhiafitri Alima
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan ekstrak naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pewarna alami pada kualitas puding. Metode penelitian yang digunakan meliputi preparasi ekstrak naga merah, formulasi puding dengan variasi konsentrasi ekstrak, dan analisis kualitas puding yang meliputi uji organoleptik, uji pH, dan uji stabilitas warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak naga merah sebagai pewarna alami memberikan warna merah yang menarik pada puding. Uji organoleptik menunjukkan puding dengan konsentrasi ekstrak naga merah 0,5% mendapatkan skor tertinggi dalam hal penampilan dan rasa. Analisis pH menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak naga merah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pH puding. Namun, uji stabilitas warna menunjukkan bahwa puding dengan konsentrasi ekstrak naga merah yang lebih tinggi memiliki stabilitas warna yang lebih rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan ekstrak naga merah sebagai pewarna alami pada puding memberikan efek positif terhadap penampilan dan rasa. Namun, stabilitas warna puding perlu diperhatikan ketika menggunakan konsentrasi ekstrak yang tinggi. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan konsentrasi ekstrak naga merah yang tepat untuk mendapatkan kualitas puding yang optimal. Kata Kunci: ekstrak naga merah, pewarna alami, puding, kualitas, stabilitas warna
Pemanfaatan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Upaya Alternatif dalam Pengendalian Jentik-Jentik Nyamuk (Culicidae)
Penulis: Mayadina Mardlotil Maula, Kamila Qurrota Ayun
Nyamuk merupakan salah satu jenis serangga yang tergolong dalam ordo Diptera dan famili Culicidae (Yohana Sianipar et al., 2018). Dalam siklus hidupnya, nyamuk mengalami beberapa fase. Salah satu fase perkembangan nyamuk adalah fase larva atau yang sering disebut sebagai jentik-jentik. Jentik-jentik dapat merugikan manusia karena berada di dalam air sebagai habitat perbiakan. Dikarenakan keberadaannya yang merugikan, diperlukan larvasida untuk membasmi populasi jentik-jentik yang saat ini akrab disebut dengan Temephos. Namun, penggunaan temephos yang berlebihan juga dapat mengubah kualitas air sehingga dapat merugikan manusia pula. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui alasan, cara, dan dampak dari penggunaan ekstrak daun kelor sebagai ganti temephos dalam membasmi jentik-jentik nyamuk. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Metode penelitian terbagi dalam tiga tahap yaitu pengambilan jentik-jentik nyamuk, pembuatan ekstrak daun kelor, dan pengujian ekstrak daun kelor terhadap jentik-jentik. Dari 60 jentik nyamuk yang telah dipisahkan menjadi 6 wadah dengan konsentrasi yang sama setiap 2 wadahnya, jentik nyamuk yang berada pada wadah dengan konsentrasi tinggi yaitu penambahan 3 sendok teh ekstrak daun kelor memiliki tingkat mortalitas paling tinggi yaitu mencapai 80%.
PENGARUH KOMPRES BAWANG MERAH (Allium cepa) SEBAGAI OBAT TRADISIONAL PENYAKIT DEMAM
Penulis: Millati Azka, Hasna Farchia
Demam adalah kondisi meningkatnya suhu tubuh hingga lebih dari 38?C dari suhu tubuh normal, yaitu antara 36,10? C sampai 37,20? C. Banyaknya penderita demam di Indonesia lebih tinggi dibanding angka kejadian febris di negara lain sekitar 80-90%. Pengobatannya sendiri memerlukan obat-obatan penurun demam yang mengandung zat kimia, namun jika dikonsumsi dengan dosis yang berlebihan dapat menyebabkan beberapa efek samping. Untuk mengatasi hal tersebut dapat menggunakan obat alternatif alami yaitu kompres bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres bawang merah sebagai obat tradisional penyakit demam. Bawang merah sendiri diketahui mengandung senyawa sulfur organic yaitu Allycysteine sulfoxide (Alliin), ekstrak gerusan didalamnya dapat melepaskan enzim allinase yang akan bereaksi dengan senyawa lain dan dapat melancarkan aliran darah dalam tubuh. Metode penelitian yang digunakan adalah literatur review dengan mengumpulkan dan menganalisis sebanyak 4 artikel penelitian dan Angket/kuesioner dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Mengingat pentingnya hasil penelitian ini diharapkan pada penelitian selanjutnya penelitian ini tetap dapat dilakukan dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda untuk menentukan seberapa besar efektivitas kompres bawang merah terhadap penurunan demam.
Nanapee-Straw : Pemanfaatan Ekstra Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca Formatypica) sebagai Alternatif Sedotan Plastik
Penulis: Hany Wachidatul Aisyah, Fitria Rahma Tsania
ABSTRAK Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari sedotan ekstra kulit pisang kapok serta mengetahui ketahanan sedotan bioplastik kulit pisang dengan takaran yang berbeda. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif berupa percobaan uji ketahanan suhu dan uji daya serap air pada sedotan bioplastik. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kulit pisang mengandung banyak selulosa yang memiliki serat yang rapat terbukti dapat digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan edible straw sehingga sedotan bioplastik dengan ekstrak kulit pisang dapat lebih kokoh dalam beberapa varian suhu air. Sedotan dengan perbandingan takaran tepung 15 gram dapat lebih kokoh dalam air dari pada sedotan dengan perbandingan takaran bahan 5 gram dan 10 gram. Kata kunci : kulit pisang, edible straw, sedotan
Jelly dari Formulasi Anggur (Vitis vinivera) dan Rumput Laut (Gracilaria sp) Sebagai Alternatif Pencegah Resiko Penyakit Stroke
Penulis: Sabina Aqilah Fatina, Fathin Asza Niswa
Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit yang memiliki dampak serius terhadap kualitas hidup individu. Dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit ini, penelitian terus dilakukan untuk menemukan alternatif yang efektif dan aman. Salah satu pendekatan yang menarik adalah penggunaan bahan alami sebagai upaya pencegahan resiko penyakit stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi jelly dari formulasi anggur (Vitis vinifera) dan rumput laut (Gracilaria sp) sebagai alternatif pencegah resiko penyakit stroke. Anggur mengandung senyawa-senyawa bioaktif seperti polifenol dan resveratrol yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi, sedangkan rumput laut kaya akan serat, mineral, dan senyawa bioaktif lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan merancang uji organoleptik formulasi jelly menggunakan anggur dan rumput laut sebagai bahan utama. Serta menggunakan metode literatur meliputi karakterisasi fisikokimia jelly, uji aktivitas antioksidan, dan uji aktivitas pencegahan resiko penyakit stroke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jelly dari formulasi anggur dan rumput laut memiliki potensi sebagai alternatif pencegah resiko penyakit stroke berdasarkan sifat antioksidan dan senyawa-senyawa bioaktif yang terkandung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan produk pangan fungsional yang dapat mendukung kesehatan masyarakat. Kata kunci: jelly, anggur, rumput laut, alternatif pencegah resiko, penyakit stroke.