1196 Hasil Pencarian
DILEMATIK KERNI: DINAMIKA PENDAPATAN KELUARGA TANI DALAM KETAHANAN EKONOMI AGRARIS SEIRING LONJAKAN KEBUTUHAN
Penulis: Berliana Putri Naf's al Kamila, Kamilatun Nisa Farah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pendapatan keluarga tani (KERNI), mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketimpangan pendapatan, serta merumuskan strategi peningkatan pendapatan guna memperkuat ketahanan ekonomi agraris di Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi non partisipatif, dan dokumentasi terhadap petani pemilik lahan maupun buruh tani, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan keluarga tani bersifat fluktuatif dan sangat dipengaruhi oleh faktor alam seperti perubahan musim dan banjir, serta tingginya biaya produksi dan keterbatasan akses modal. Ketimpangan pendapatan antar keluarga tani dipicu oleh perbedaan luas dan kepemilikan lahan, teknik budidaya, tingkat pemanfaatan teknologi pertanian, serta kemampuan dalam melakukan diversifikasi usaha. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, banyak petani mencari pekerjaan sampingan di luar sektor pertanian. Strategi yang dinilai efektif untuk meningkatkan pendapatan meliputi pelatihan dan penyuluhan pertanian berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, diversifikasi usaha tani, serta penguatan dukungan pemerintah desa dalam penyediaan sarana produksi dan akses pasar guna mendorong kesejahteraan dan keberlanjutan ekonomi agraris. Kata kunci: keluarga tani, ketahanan ekonomi, ketimpangan pendapatan, pendapatan petani
EKSISTENSI TEMBANG MACAPAT KINANTHI SEBAGAI PERANTARA PEMBENTUKAN JATI DIRI DI MAN 2 KUDUS
Penulis: Rafi Maulana Putra, Fawwaz Muhana
Globalisasi membawa dampak signifikan terhadap kehidupan generasi muda, terutama dalam pergeseran nilai budaya, moral, dan karakter bangsa. Arus informasi yang cepat serta dominasi budaya global berpotensi mengikis identitas budaya lokal apabila tidak diimbangi dengan upaya pelestarian dan internalisasi nilai-nilai tradisional. Salah satu warisan budaya Jawa yang mengandung nilai pendidikan karakter adalah tembang Macapat Kinanthi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi serta fungsi tembang Macapat Kinanthi sebagai media pembentukan jati diri generasi muda di tengah tantangan globalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber berupa buku, jurnal ilmiah, dan naskah sastra Jawa yang membahas tembang macapat, khususnya kinanthi. Hasil kajian menunjukkan bahwa tembang macapat kinanthi memuat nilai-nilai moral, etika, dan religius, seperti tuntunan hidup, kesopanan, ketaatan kepada Tuhan, serta penghormatan kepada orang tua dan sesama. Nilai-nilai tersebut relevan untuk dijadikan media pendidikan karakter karena disampaikan melalui bentuk seni yang sarat makna dan mudah diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tembang macapat kinanthi memiliki peran penting dalam memperkuat jati diri generasi muda sebagai upaya mempertahankan identitas budaya bangsa di tengah arus globalisasi. Kata kunci: tembang macapat, Kinanthi, jati diri, generasi muda, globalisasi
PENGARUH WESTERNISASI TERHADAP GAYA HIDUP SISWA KELAS X-XII di MAN 2 KUDUS: DEKANDENSI MORAL di DUNIA PENDIDIKAN
Penulis: Zahratus Syita Allizqi, Fauzia Kirania Febribadia
Westernisasi yang masuk melalui arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital semakin memengaruhi gaya hidup remaja, termasuk di lingkungan pendidikan. Fenomena ini berpotensi membawa perubahan nilai dan perilaku yang berdampak pada pembentukan moral serta karakter siswa. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh westernisasi terhadap gaya hidup remaja serta implikasinya terhadap moral dan pendidikan karakter siswa kelas X–XII di MAN 2 Kudus. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan angket yang melibatkan siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa westernisasi berpengaruh nyata terhadap gaya hidup siswa, terutama pada aspek penampilan, penggunaan media sosial, pola komunikasi, dan gengsi sosial. Meskipun demikian, pengaruh tersebut tidak sepenuhnya berdampak negatif terhadap moral siswa. Nilai-nilai dasar seperti sopan santun, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial masih terjaga berkat penerapan pendidikan karakter di sekolah. Kegiatan keagamaan, pembiasaan positif, serta keteladanan guru menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara modernitas dan moralitas. Dengan demikian, pendidikan karakter yang holistik dan kontekstual memiliki peran strategis dalam membekali remaja agar mampu menyaring pengaruh budaya Barat secara bijak tanpa kehilangan identitas dan nilai moral. Kata Kunci : Wasternisasi, gaya hidup remaja, moral remaja, pendidikan karakter
MONEY POLITICS : POLEMIK POLA PIKIR MASYARAKAT DI TENGAH DOKTRIN SERANGAN FAJAR
Penulis: Muhimmatun Nafis, Eka Kirana Noor Wulandari
Praktik politik uang masih menjadi fenomena yang sulit dipisahkan dari pelaksanaan pemilu di Indonesia, salah satunya melalui mekanisme serangan fajar yang kerap dianggap sebagai hal wajar oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pikir masyarakat terhadap praktik serangan fajar serta dampaknya terhadap sikap dan perilaku pemilih dalam konteks demokrasi lokal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya praktik politik uang meskipun telah terdapat regulasi yang melarangnya, serta lemahnya kesadaran masyarakat dalam menolak praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami pengalaman, pandangan, dan pemaknaan masyarakat terhadap serangan fajar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap masyarakat yang memiliki hak pilih di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, dan Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangan fajar dipandang sebagai praktik yang lumrah dan telah terinternalisasi dalam budaya politik masyarakat. Pola pikir pragmatis yang menjadi kecendrungan dominan, didorong oleh faktor ekonomi, rendahnya pendidikan politik, serta pengaruh lingkungan sosial. Praktik ini turut memperkuat sikap pasif pemilih dan menurunkan kesadaran kritis dalam proses pemilu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa serangan fajar tidak hanya berdampak sesaat, tetapi berimplikasi pada kualitas demokrasi dan keberlanjutan praktik politik uang di tingkat lokal. Kata Kunci : Budaya Politik, Money Politics, Serangan Fajar
Sepak Terjang Karyawan dalam Gaya Hidup dan Manajemen Materi pada Ketahanan Ekonomi Buruh
Penulis: Cahaya Levina Salman
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana gaya hidup dan manajemen materi mempengaruhi ketahanan ekonomi buruh garmen perempuan di Kabupaten Jepara. Melalui pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, peneliti menggali pengalaman subjektif 10 narasumber berusia 20-28 tahun yang bekerja di sektor garmen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian narasumber memiliki pola konsumsi yang dipengaruhi oleh tren media sosial dan lingkungan kerja, namun tetap berusaha menyesuaikan dengan kemampuan finansial mereka. Strategi pengelolaan keuangan dilakukan secara sederhana seperti mencatat pengeluaran, menyisihkan uang belanja, dan menunda keinginan yang tidak mendesak. Meskipun hidup dengan penghasilan terbatas, para narasumber menunjukkan ketahanan ekonomi melalui pengambilan keputusan finansial yang baik, dukungan keluarga, dan solidaritas bersama pekerja. Penelitian ini menegaskan bahwa ketahanan ekonomi tidak hanya dipertentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh kemampuan individu dalam pengelolaan gaya hidup dan sumber daya yang dimiliki.
NAVIGASI SUMBER INFORMASI GEN Z MELALUI POPULARITAS TIKTOK
Penulis: Retno Nur Aqmaliah, Bilqis Najla Aqiila Setiaji
Saat ini di era digital yang dinamis di mana platform media sosial TikTok memicu transformasi budaya mempengaruhi pola pencarian informasi Generasi Z, mengidentifikasi jenis informasi yang paling dicari, dan perubahan respon Generasi Z terhadap sumber informasi. Menggunakan metode kuantitatif penelitian ini mengumpulkan data melalui kuesioner tertutup dengan pengguna TikTok Generasi Z serta didukung jurnal akademik yang dilakukan di Kudus secara daring dari April hingga Desember 2024. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Tikok sangat popular di kalangan Generasi Z. TikTok sangat populer di kalangan Generasi Z, dengan sebagian besar responden (65,9%) menggunakannya setiap hari selama 2-5 jam atau lebih, didorong oleh antarmuka pengguna yang ramah, algoritma yang dipersonalisasi, dan format video pendek. Hal ini telah mengubah cara mereka mencari informasi dari media tradisional ke konten visual, ringkas, dan viral, dengan konten pendidikan, informasi kesehatan, tips gaya hidup, dan berita populer menjadi jenis konten yang paling dicari. Kata kunci: Generasi Z, Konsumsi Konten, Media Sosial, Navigasi Informasi, TikTok.
MENJELAJAHI DUNIA EMOSI REMAJA: PENYEBAB EMOSI TAK TERKENDALI DAN CARA MENGELOLANYA SECARA POSITIF
Penulis: Mohana Arsa putri, Anindita Nuha Danisha
Masa remaja merupakan fase krusial yang ditandai oleh perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan, sering kali memicu kesulitan dalam mengendalikan emosi. Fenomena emosi tak terkendali pada remaja, seperti amarah berlebihan, kecemasan, atau kesedihan, dapat menimbulkan dampak negatif pada interaksi sosial dan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktorfaktor penyebab emosi tak terkendali, seperti perubahan hormonal, tekanan lingkungan, dan kurangnya keterampilan pengelolaan emosi, serta dampaknya terhadap kesejahteraan remaja. Penelitian ini juga mengidentifikasi strategi pengelolaan emosi positif untuk membantu remaja membangun regulasi emosi yang kuat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dan wawancara semi-terstruktur dengan remaja berusia 15-18 tahun. Analisis data dilakukan dengan teknik tematik, yang berfokus pada penggalian pola dan makna dari transkrip wawancara dan catatan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor eksternal seperti lingkungan keluarga dan teman sebaya, serta penggunaan media sosial, memiliki peran besar dalam memengaruhi stabilitas emosi remaja. Selain itu, kurangnya komunikasi dengan orang tua dan ketidakmampuan untuk menerima kenyataan menjadi penyebab umum emosi tak terkendali. Strategi yang diterapkan remaja dalam mengelola emosi meliputi mengontrol diri, berpikir positif, dan mencari dukungan dari orang-orang terdekat. Disimpulkan bahwa pemahaman mendalam tentang faktor-faktor penyebab dan strategi pengelolaan emosi sangat penting untuk mendukung perkembangan remaja yang sehat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan strategi praktis bagi remaja, orang tua, dan pendidik dalam menciptakan lingkungan yang suportif untuk pengelolaan emosi yang lebih baik. Kata kunci: Emosi remaja, Kesehatan mental, Pengelolaan emosi.
PARENTING DI DUA ZAMAN:PEBEDAAN EFEKTIVITAS POLA ASUH ERA DIGITAL DAN PRA-DIGITAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK
Penulis: Nayunda Najwa Dinata, Alifa Oktafiona Latif
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pola pengasuhan anak di dalam keluarga. Peran orang tua menjadi sangat penting dalam membentuk karakter anak, karena keluarga merupakan lingkungan pertama tempat anak belajar mengenai nilai, norma, serta perilaku sosial. Pada masa pra-digital, pola asuh orang tua umumnya lebih menekankan pada interaksi langsung, komunikasi tatap muka, serta kegiatan sosial di lingkungan sekitar. Anak-anak pada masa tersebut lebih banyak menghabiskan waktu bermain di luar rumah, berinteraksi dengan teman sebaya, serta belajar dari pengalaman sosial secara nyata. Hal tersebut secara tidak langsung membantu membentuk karakter anak seperti kemandirian, kerja sama, dan kemampuan bersosialisasi. Namun, pada era digital saat ini, kehadiran teknologi seperti internet, media sosial, dan berbagai perangkat gadget telah memengaruhi cara anak berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Anak-anak cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan perangkat digital dibandingkan berinteraksi secara langsung dengan orang lain. Kondisi ini menimbulkan tantangan baru bagi orang tua dalam mendidik dan membimbing anak agar tetap memiliki karakter yang baik di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan pola asuh pada era pra-digital dan era digital serta pengaruhnya terhadap pembentukan karakter anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola asuh pada kedua era memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing. Pada era digital, orang tua dituntut untuk lebih aktif dalam melakukan pengawasan, memberikan edukasi mengenai penggunaan teknologi secara bijak, serta tetap menjaga komunikasi yang baik dengan anak. Dengan demikian, keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pembentukan karakter menjadi hal yang sangat penting dalam proses pengasuhan anak di masa kini. Kata kunci: pola asuh, era digital, pra-digital, karakter anak, peran orang tua.
ANALISIS DESKRIPTIF PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP FOMO SKINCARE DI KALANGAN PENGGUNA TIKTOK PADA MURID MAN 2 KUDUS
Penulis: Tasya Salsabila Novita Basri, Shireen Laudzanata Asmono
Media sosial seperti TikTok telah menjadi platform yang sangat populer dan berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia perawatan kulit atau skincare. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana media sosial memengaruhi perasaan takut ketinggalan atau Fear of Missing Out (FOMO) di kalangan pengguna, khususnya dalam konteks skincare. Berdasarkan beberapa studi sebelumnya, ditemukan bahwa pengguna TikTok yang sering menonton konten kecantikan cenderung mengalami dorongan untuk membeli produk skincare yang sedang tren, yang disebabkan oleh pengaruh konten kreator dan rekomendasi dari influencer maupun teman-teman mereka. Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga memengaruhi sikap hedonis dan perilaku konsumen dalam memilih produk perawatan kulit. Dengan memahami keterkaitan antara media sosial dan FOMO, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana perilaku konsumen terbentuk dan berkembang di era digital, khususnya dalam bidang skincare. Kata kunci: Influencer, Konten kecantikan, Media sosial, Perawatan kulit, Perilaku konsumen, Sikap hedonis, Takut ketinggalan (FOMO), Tren produk.
Penulis: Tidak diketahui
Abstrak tidak tersedia untuk penelitian ini. Silakan lihat dokumen lengkapnya.