1196 Hasil Pencarian
PENGOLAHAN LIMBAH MINYAK JELANTAH (WASTE COOKING OIL) DENGAN METODE KOAGULASI-FLOKULASI MENGGUNAKAN KOAGULAN DARI BIJI KELOR (Moringa oleifera)
Penulis: Muhammad Juan Arya Pradita, Royyan Laudza'i Majid
Penggunaan minyak goreng berulang di masyarakat memunculkan permasalahan limbah berupa minyak jelantah yang berpotensi membahayakan kesehatan dan mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biji kelor sebagai bahan alami dalam menjernihkan minyak jelantah melalui proses koagulasi-flokulasi. Metode yang digunakan adalah eksperimen kualitatif dengan tiga perlakuan: F0 (tanpa perlakuan), F1 (dengan serbuk biji kelor), dan F2 (dengan ekstrak biji kelor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji kelor (F2) mampu menghasilkan minyak dengan tingkat kejernihan paling tinggi dibandingkan serbuk biji kelor (F1) lainnya. Meskipun mengalami peningkatan kejernihan, nilai pH minyak tetap netral pada ketiga sampel. Hal ini membuktikan bahwa biji kelor memiliki kemampuan sebagai koagulan alami yang efektif untuk pengolahan limbah minyak, tanpa mengubah sifat kimia dasar minyak tersebut. Temuan ini diharapkan bisa menjadi solusi sederhana, murah, dan ramah lingkungan bagi masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.
Dukungan Sosial Keluarga Dalam Memperbaiki Perilaku Narapidana Selama Masa Binaan
Penulis: Zahra Nisrina Ramadhani Armita, Raihaanun Alia Saida
Pemberian dukungan sosial oleh keluarga membuat narapidana merasa memiliki teman untuk bercerita, mengungkapkan keluh kesah dan mendapatkan kasih sayang dari orang terdekat, dukungan sosial dari keluarga membantu narapidana merasa tenang dan bahagia karena dukungan sosial keluarga dapat meminimalisir tekanan-tekanan yang dialami oleh narapidana. Sehingga peran keluarga sangatlah penting dalam memberikan dukungan kepada individu yang menghadapi suatu masalah dalam hidupnya karena dapat memberikan support system bagi individu sendiri dan mampu menerima dan menjalaninyapenelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, secara holistic, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiahSecara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga dapat meningkatkan peluang keberhasilan rehabilitasi narapidana. Kunjungan dan perhatian keluarga yang tulus berperan sebagai sumber motivasi yang kuat dalam memperbaiki perilaku dan mendukung perubahan yang lebih baik selama masa binaan di dalam lapas. bagaimana petugas Lapas mengelola narapidana dengan pendekatan yang lebih humanis dan penuh perhatian terhadap kondisi psikologis mereka, sambil berusaha untuk mendidik mereka agar dapat diterima kembali oleh masyarakat setelah keluar dari penjara. Dukungan sosial keluarga memegang peran yang sangat krusial dalam memperbaiki perilaku narapidana selama masa binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kudus. Keluarga tidak hanya menjadi penghubung emosional yang penting bagi narapidana, tetapi juga menjadi sumber motivasi yang dapat meningkatkan semangat untuk menjalani proses rehabilitasi. Perasaan diterima dan dihargai oleh keluarga dapat membantu memperbaiki kondisi psikologis narapidana. Keyword: Dukungan sosial keluarga, dan narapidana
Inovasi Sabun Batang Penghilang Bekas Jerawat Berbahan Ekstrak Biji Anggur Merah (Vitis Vinifera) dan Daun Mint (Mentha Piperita)
Penulis: Aulia Fahrun Nisa, Putri Rayya Az Zahra Zaki
Inovasi produk perawatan kulit terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sabun batang herbal yang berfungsi menghilangkan bekas jerawat dengan memanfaatkan ekstrak biji anggur merah (Vitis vinifera) dan daun mint (Mentha sp.) sebagai bahan aktif alami. Biji anggur merah mengandung antioksidan tinggi seperti proantosianidin yang berperan dalam regenerasi sel kulit, sedangkan daun mint memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi yang membantu meredakan peradangan kulit. Proses pembuatan sabun dilakukan melalui metode panas dengan waterbath sebagai medianya. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa sabun dengan kombinasi ekstrak 10% biji anggur dan 5% daun mint memberikan hasil terbaik dalam mengurangi bekas jerawat dan meningkatkan kelembapan kulit setelah penggunaan selama 14 hari. Produk ini berpotensi menjadi alternatif perawatan kulit alami yang aman, ramah lingkungan, dan ekonomis.
BUJANG: Bubur Instan Berbasis Jangklong Terfortifikasi Hati Ayam, Daun Kelor, dan Kacang Kedelai Sebagai Sumber Gizi dan Upaya Preventif Anemia pada Remaja Putri
Penulis: ulima falihah yunus, Salma Amelia
Anemia merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang banyak dialami remaja putri akibat kekurangan zat gizi mikro, terutama zat besi. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui inovasi pangan berbasis lokal yang kaya nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas bubur instan berbahan jangklong khas Kudus yang diformulasikan dengan daun kelor, kedelai, dan hati ayam sebagai pangan alternatif bergizi tinggi bagi remaja putri. Metode penelitian melibatkan formulasi produk serta uji kuantitatif meliputi kadar air, kadar abu, dan serat kasar untuk menentukan kualitas terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik memiliki kadar air 0,62%, kadar abu 3,14%, dan serat kasar 4,95%, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dari hasil pengujian tersebut, bubur BUJANG memiliki kandungan gizi yang padat dan dapat menjadi solusi praktis dalam membantu pemenuhan nutrisi remaja putri dengan anemia. Selain itu, BUJANG berpotensi memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat serta menyejahterakan petani jangklong di Kabupaten Kudus. Kata Kunci : Anemia, Bubur instan, Jangklong, Fortifikasi, Remaja pu
Nilai Spiritual Siswa Kelas XIIC Di SLB Negeri Purwosari Kudus
Penulis: Silviyatur Rohmaniyah, Nia Ayu Purnama
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil pembentukan nilai spiritual siswa kelas XII C di SLB Negeri Purwosari Kudus. Nilai spiritual merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan karakter, terlebih bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki kebutuhan dan pendekatan pembelajaran yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan nilai spiritual di SLB Negeri Purwosari Kudus dilakukan melalui metode pembiasaan, keteladanan, serta pendekatan personal. Guru membimbing siswa secara konsisten dalam praktik ibadah seperti berdoa dan sholat, serta menanamkan sikap saling menghormati, jujur, dan bertanggung jawab. Meskipun menghadapi tantangan seperti perbedaan tingkat pemahaman siswa, para guru mampu menerapkan strategi pembelajaran spiritual yang adaptif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembentukan nilai spiritual di SLB Negeri Purwosari Kudus berjalan secara efektif dan memberikan dampak positif terhadap perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah lain dalam mengembangkan pendidikan spiritual bagi ABK. Kata Kunci : Anak berkebutuhan khusus, nilai spiritual, pendidikan karakter, siswa SLB.
PEMANFAATAN BIJI BUAH MANGGA (Mangifera indica.L) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN MASKER WAJAH PEEL OFF TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes PENYEBAB JERAWAT
Penulis: Novaira Millatina Husna, Natasya Febriana Warda
Jerawat merupakan penyakit permukaan kulit yang muncul pada saat kelenjar minyak kulit terlalu aktif sehingga pori-pori kulit akan tersumbat oleh timbunan lemak yang berlebihan sehingga bakteri tumbuh di dalam kulit dan menyebabkan inflamasi. Kosmetika seperti masker wajah peel-off dapat digunakan untuk merawat dan meningkatkan kualitas kulit wajah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat masker wajah peel off dari biji buah mangga untuk mencegah terjadinya jerawat yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes di wajah. Sampel biji mangga dikeringkan, kemudian dilakukan pengekstraksian sampel dengan cara maserasi, yaitu sampel kering dimasukkan ke dalam wadah kaca yang dicampur dengan pelarut etanol 96% selama 3 hari. Pembuatan Masker Wajah gel peel off menggunakan konsentrasi ekstrak biji mangga 1%, 2%, dan 3%. Proses ini melewati 5 pengujian, yaitu uji pH, organoleptik, homogenitas, waktu kering, dan kemampuan antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan stabilitas cycling dan sifat mekanik semua formulasi masker peel-off dengan penambahan ekstrak biji buah mangga memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, dan uji waktu kering, Formula 3 merupakan formula yang paling baik. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan perlu adanya penelitian menggunakan bagian mangga yang lainnya dan takar formula bagian mangga sama untuk membuktikan apakah hasilnya tetap sama atau berbeda. Kata kunci: Antibakteri, Ekstrak biji mangga, Jerawat, Masker wajah peel-off, Propionibacterium acnes.
Formulasi Salep Herbal Kombinasi Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga) dan Lidah Buaya (Aloe vera) dalam Mengatasi Jamur Malassezia sp.
Penulis: Imaniar Ramadhani, Najwa Salsabila Khusna
Penelitian ini bertujuan untuk menguji formulasi salep herbal kombinasi rimpang lengkuas (Alpinia galanga) dan lidah buaya (Aloe vera) dalam mengatasi jamur Malassezia sp. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan perlakuan tiga formula: Formulasi I, Formulasi II, dan Formulasi III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi II lebih efektif dibandingkan formulasi I dan III. Formulasi II dinilai lebih optimal karena menunjukkan keseimbangan terbaik dalam homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan kenyamanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa salep herbal kombinasi rimpang lengkuas (Alpinia galanga) dan lidah buaya (Aloe vera) dalam mengatasi jamur Malassezia sp. lebih aman dan diyakini kurang memberi efek samping jika dibanding obat-obat farmasetik, dapat mengurangi resistensi, dan dapat menyembuhkan panu dengan efektif. Disarankan untuk mengembangkan formulasi lebih lanjut, melakukan uji stabilitas jangka panjang, dan mengaplikasikan formulasi ini pada jenis kulit yang lebih bevariasi. Kata Kunci: Aloe vera, Alpinia galanga, jamur Malassezia sp., panu, salep herbal.
Eksplorasi Dukungan Sosial Teman Sebaya dalam Dinamika Resiliensi Stres Akademik di Kalangan Siswa MAN 2 Kudus
Penulis: Najwa Aurellya Chilwayadi, Muslimah Naili Zakiyah
Stres akademik merupakan kondisi psikologis yang muncul akibat dari beban belajar, tugas, dan ekspektasi yang berlebihan dari lingkungan dan orang sekitar. Dalam konteks ini, resiliensi menjadi kemampuan penting yang dimiliki siswa untuk beradaptasi dan bangkit dari tekanan tersebut. Penelitian ini mengangkat topik tentang peran dukungan teman sebaya dalam membentuk resiliensi terhadap stres akademik pada siswa MAN 2 Kudus Tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik pada siswa dipengaruhi oleh tekanan akademik, tuntutan keagamaan, dan kesulitan memanajemen waktu serta kesulitan memahami materi yang disampaikan sebagian guru pengajar. Dalam menghadapi hal ini, dukungan teman sebaya memainkan peran penting melalui tiga bentuk dukungan utama: dukungan emosional, dukungan instrumental, dan dukungan informasional. Dukungan ini terbukti membantu siswa dalam proses penyesuaian diri, meningkatkan kemampuan problem-solving, serta menumbuhkan sikap optimis dan motivasi dalam belajar. Oleh karena itu, dukungan sosial yang positif dari teman sebaya sangat berkontribusi dalam membangun ketahanan siswa menghadapi tantangan akademik.
PERGAULAN BEBAS PADA KEHIDUPAN REMAJA DI DAERAH WERGU, BALAI JAGONG
Penulis: Ilyas Maulana Madjid, Muhammad Haris Zufar
Pergaulan bebas di kalangan remaja menjadi fenomena sosial yang semakin mengkhawatirkan, terutama di daerah Wergu, Balai Jagong. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sikap remaja terhadap pergaulan bebas, faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tersebut, serta metode yang paling efektif dalam mengubah pola pikir remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap remaja terhadap pergaulan bebas terbagi menjadi tiga kategori utama: permisif, ambivalen, dan menolak. Faktor utama yang mendorong pergaulan bebas adalah pengaruh teman sebaya, media sosial, kurangnya pengawasan keluarga, serta rendahnya pemahaman tentang nilai moral. Dampak negatif dari pergaulan bebas meliputi degradasi moral, penurunan prestasi akademik, serta risiko kesehatan fisik dan mental. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian merekomendasikan pendekatan edukatif, peningkatan peran keluarga dalam membimbing anak, serta penguatan komunitas positif yang mendukung pola pergaulan sehat. Selain itu, pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan penyediaan layanan konseling bagi remaja juga dinilai penting. Dengan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, diharapkan remaja dapat memiliki kontrol diri yang lebih baik dalam bergaul. Kata Kunci: Pergaulan bebas, remaja, faktor penyebab, pencegahan, Balai Jagong.
PEMANFAATAN DAUN WARU (Hibiscus tiliaceus) SEBAGAI ALTERNATIF DETERGEN ALAMI
Penulis: Satria Cahya Wibawa, Muhammad Farhan AlFatah
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pemanfaatan daun waru (Hibiscus tiliaceus L.) sebagai bahan dasar detergen alami yang ramah lingkungan dan aman bagi kulit. Detergen dibuat dengan cara mengekstrak daun waru, kemudian dicampur dengan bahan tambahan seperti EDTA, camperlan, dan pewangi. Setelah itu, dilakukan beberapa uji untuk mengetahui efektivitasnya, meliputi uji pH, uji daya bersih pada kain bernoda, serta uji pembentukan busa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa detergen daun waru memiliki pH netral (pH 7) yang aman untuk kulit, mampu menghasilkan busa setinggi 17,5 cm, dan memiliki daya bersih yang maksimal dengan skor 5 (bersih sempurna). Meskipun menghasilkan busa lebih sedikit dibandingkan detergen komersial, detergen daun waru tetap efektif dalam mengangkat noda tanpa meninggalkan residu yang berbahaya. Dengan demikian, detergen dari daun waru layak dipertimbangkan sebagai alternatif yang lebih alami dan ramah lingkungan untuk keperluan mencuci sehari-hari. Kata kunci: daun waru, detergen alami, ramah lingkungan, pH, daya bersih