1196 Hasil Pencarian
Pemanfaatan Eco-Enzyme Sebagai Komponen Pembuatan Sabun Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Limbah Dapur di Pondok Pesantren
Penulis: Aena Habibah Abdullah, Miladiya Tsalitsa Syuroya
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil sampah makanan (food loss and waste/FLW) terbesar di dunia.Dari hasil penelitian Bappenas (2021) didapatkan persentase sampah makanan Indonesia telah mendominasi hingga 44% dari seluruh jenis limbah sampah dengan 39,63% berasal dari limbah rumah tangga. Kegiatan dalam rumah tangga seperti mengolah bahan makanan akan menyisakan limbah sisa. Limbah tersebut dinamakan limbah dapur segar. Limbah dapur bila dibiarkan begitu saja akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Pengolahan aneka limbah dapur menjadi berbagai produk merupakan salah satu solusi untuk mengurangi pencemaran limbah dapur, seperti pembuatan Eco enzyme berbahan dasar limbah dapur yang dimanfaatkan sebagai sabun ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan sabun ramah lingkungan berbahan dasar Eco-enzyme serta mengetahui tekstur dan pH yang terkandung pada sabun ramah lingkungan yang memenuhi standar SNI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental bersifat analitik dengan menambahkan MES, akuades, garam, dan pewangi sebagai bahan penyusun sabun ramah lingkungan, kemudian diujikan melalui uji organoleptik, uji pH,dan uji tinggi busa. Berdasarkan hasil uji organoleptik, uji pH, danuji tinggi bisa menunjukkan hasil warna kehijauan, tekstur cair kental, dan bau khas Eco Enzyme, serta pH sabun ramah lingkungan adalah 6, dan tinggi busa menunjukkan angka 30 mm. Hasil penelitian sabun ramah lingkungan dengan komponen Eco-enzyme berbahan dasar limbah dapur efektif untuk digunakan karena hasil uji telah memenuhi standar SNI.
Pengaruh Ketersediaan Air dan Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Kangkung (Ipomoea Aquatica)
Penulis: Rania Atika Risdiyanti, Maylina Safinatul Ulya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketersediaan air dan cahaya matahari terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman kangkung (Ipomoea aquatica). Faktor ketersediaan air dan intensitas cahaya matahari merupakan elemen penting dalam proses fotosintesis dan metabolisme tanaman, yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan hasil panen. Penelitian dilakukan dengan metode percobaan menggunakan variasi pemberian air dan intensitas cahaya pada tanaman kangkung. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan air dan cahaya matahari berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman kangkung. Kombinasi ketersediaan air yang optimal dan intensitas cahaya yang cukup menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dan produktivitas yang lebih tinggi. Penelitian ini memberikan informasi penting untuk pengelolaan budidaya kangkung yang efisien, terutama dalam kondisi lingkungan yang terbatas.
Pupuk Organik Cair dari Bulu Ayam dan Pelepah Pisang (Musa paradisiaca) terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat Cherry (Solanum lycopersicum var. cerasiforme)
Penulis: Sabrina Az Zahro, Kirana Hakim
Pupuk organik cair merupakan salah satu cara yang digunakan para petani di Indonesia untuk meningkatkan kualitas tanaman. Pelepah pisang mengandung kalsium 16%, kalium 23% dan fosfor 32% serta komponen lain seperti lignoselulosa terdapat sebesar 26,6% selulosa, 20,43% hemiselulosa, dan 9,92% lignin. Sementara, bulu ayam mengandung N-total sebesar 7,23%, C-organik sebesar 34,30%, P sebesar 0,52% dan K sebesar 0,39%. Oleh karena itu, pelepah pisang dan bulu ayam dapat dijadikan pupuk organik cair. Penilitian ini bertujuan untuk membuat pupuk organik menggunakan pelepah pisang dan bulu ayam sebagai alternatif pupuk organik pada Tomat Cherry (Solanum lycopersicum var. cerasiforme). Penelitian ini dilakukan dengan tiga variasi yakni, Variasi 1 : Bulu ayam 30% : Pelepah pisang 70% (P1), Variasi 2 : Bulu ayam 50% : Pelepah pisang 50% (P2), Variasi 3 : Bulu ayam 70% : Pelepah pisang 30% (P3). Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa variasi yang paling efektif untuk pertumbuhan tanaman Tomat Cherry (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) adalah variasi 1 yaitu, dengan pupuk cair organik yang mengandung 30% bulu ayam dan 70% pelepah pisang. Kata kunci : pupuk organik cair, bulu ayam, pelepah pisang, tomat cherry.
Pengaruh Variasi Eco enzym Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica chinensis var. parachinensis)
Penulis: Salsabila Audrey Rahmawati, Khansa Nurul Husna
Indonesia merupakan penghasil sampah terbesar ke-5 di dunia pada tahun 2020. Hal ini tertuang dalam laporan Bank Dunia bertajuk The Atlas of Sustainable Development Goals 2023.Terutama sampah organik. Untuk pengurangan sampah organik, seperti kulit buah dilakukan dengan pembuatan eco enzym. Eco enzym berfungsi sebagai pestisida alami, filter air, dan pupuk cair bagi tumbuhan. Penelitian kuasi eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimal eco enzym dalam penggunaan sebagai pupuk bagi tumbuhan sawi. Bahan yang digunakan adalah eco enzym dari campuran buah alpukat, jeruk, semangka, nangka,dan nanas. Dengan ditambahkan gula pasir, gula merah,serta gula aren. Dalam waktu pendiaman 1 bulan. Pemberian eco enzym sebagai pupuk 2 kali dari setiap variasi ecoenzym. Sehingga dari penelitian tersebut, disimpulkan bahwa gula pasir dapat mempercepat pertumbuhan tanaman sawi (Brassica chinensis var. parachinensis). Kata Kunci : Eco Enzym, Pertumbuhan Tanaman, Tumbuhan Sawi (Brassica chinensis var. parachinensis) ?
Pengaruh Ekstrak Buah Jeruk Lemon (Citrus limon) Terhadap Mortalitas Kutu Pinjal (Ctenocephalides felis) pada Kucing (Felis catus)
Penulis: Saskia Zahira Suraiya, Hasna Nisrina Huwaida Isfaizah
Ektoparasit adalah jenis parasit yang hidup menempel pada tubuh inang luar atau kulit. Ektoparasit tersebut dapat merugikan karena berperan sebagai vektor organisme maupun sebagai penyebab langsung dari suatu penyakit lain misalnya dermatitis (Bowman, 1999; Mosallanejad et al., 2011). Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh ekstrak buah jeruk lemon (Citrus limon) terhadap mortalitas kutu pinjal (Ctenocephalides felis) pada kucing (Felis catus). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen mortalitas diamati berdasarkan jumlah kematian per menit. Penelitian dilakukan dengan 4 variasi konsentrasi yaitu kontrol negatif, 30%, 40%, dan 50% dengan menggunakan 10 sampel kutu pinjal. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah kematian pada kontrol negatif dengan waktu 25 menit dapat membunuh 4 kutu. Pada konsentrasi 30% dapat membunuh 10 kutu dalam waktu 25 menit. Pada konsentrasi 40% dapat membunuh 10 kutu dalam waktu 15 menit. jumlah kematian terbanyak kutu pinjal tiap menit adalah menggunakan ekstrak buah lemon dea ngan konsentrasi 50% dengan jumlah kematian 10 kutu dalam 10 menit. Kata kunci : Ctenocephalides felis, Lemon, Mortalitas
Pupuk Organik Cair dari Cangkang Telur Ayam Broiler dan Air Leri pada Tanaman Sawi Hijau
Penulis: MUHAMMAD AUFARUL ZIDNY AMRILLAH, FATWA ISNAYA ECHA ANASTASYA
ABSTRAK Saat ini penggunaan pupuk kimia sangat berlebihan, oleh sebab itu dibuatlah pupuk organic cair yang lebih efisien serta bahannya mudah diperoleh dari lingkungan sekitar. Efek samping dari penggunaan secara berlebihan juga merugikan lingkungan sekitar. Dengan itu pencegahannya salah satunya dengan pemberian pupuk organic cair yang lebih efisien ramah lingkungan dan pemanfaatan dari limbah yang jarang dimanfaatkan. Metode penelitian dilakukan pengamatan secara kualitatif serta pengaplikasian langsung di tanaman sawi (Observasi). Hasil penelitian yang didapat adalah hasil respons pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.) terhadap pemberian pupuk organik cair cangkang telur (Ovum testa) selama 2 bulan secara berkala dapat di simpulkan bahwa pada perlakuan P4 (200 ml pupuk organik cair cangkang telur) menghasilkan nilai rata-rata tertinggi pada pertumbuhan tinggi tanaman yaitu 14 cm, jumlah daun yaitu 12 helai dan diameter daun 18 cm, sedangkan nilai rata – rata terendah yaitu perlakuan P2 (100 ml pupuk organik cair air beras) yang menghasilkan tinggi pertumbuhan tinggi tanaman yaitu 2cm, jumlah daun yaitu 5 helai, dan diameter daun 0,9 cm. Kata kunci : pupuk kimia, pertumbuhan tinggi tanaman
NYONGTI-PACK: KEMASAN PINTAR BIOSENSOR KESEGARAN DAGING KERBAU BERBASIS EDIBLE FILM DARI PATI GANYONG (Canna edulis Kerr) DAN EKSTRAK ANTOSIANIN DAUN JATI MUDA (Tectona grandis linn. F.)
Penulis: Widya Hapsari Noor Tyas Paramarini, Azmi Wulan Nirwasitasari
Daging kerbau merupakan bahan pangan dengan kandungan gizi tinggi dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Walaupun belum menyamai populasi sapi, kerbau juga sering menjadi primadona produk pangan di berbagai daerah khususnya Kota Kudus. Budaya masyarakat yang sangat kental dimana Sunan Kudus menganjurkan untuk mengganti sapi dengan kerbau berbagai hidangan khasnya seperti satai kerbau,soto kerbau,dan nasi pindang. Akan tetapi ada banyak hal yang perlu dibenahi dalam adanya daging kerbau sebagai salah satu bahan pangan di Indonesia. Melihat Karakteristik daging kerbau yang mudah membusuk maka perlu dikembangkan teknologi kemasan pintar atau disebut smart packaging. Untuk itu, kami ingin memperkenalkan NYONGTI-PACK yaitu inovasi edible smart packaging atau kemasan pintar berbasis edible film dari pati ganyong dan ekstrak antosianin daun jati muda sebagai biosensor kesegaran daging kerbau yang praktis dan terjangkau Edible film sendiri dapat dibuat dari polisakarida dengan penambahan ekstrak antosianin. Kandungan polisakarida yang terdapat pada pati ganyong dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan yang mudah terurai dan relatif terjangkau. Kecamatan Dawe merupakan kecamatan di Kabupaten Kudus yang menjadi daerah penghasil umbi ganyong. Dalam pembuatan edible smart packaging terdapat penambahan senyawa antosianin dari daun jati muda dengan menggunakan metode maserasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serta efektivitas edible smart packaging berbasis pati, gliserol, dan antosianin dalam mengindikasi kerusakan daging kerbau. Edible smart packaging yang terbuat dari konsentrasi 5 g pati ganyong dengan 100 ml aquades, 1 ml gliserol, 0,5 gr asam sitrat, dan 0,5 gr CMC. Edible smart packaging efektif dalam mengindikasi kerusakan daging kerbau karena mampu berubah warna dari merah menjadi warna yang lebih terang sesuai dengan perubahan pH daging kerbau.
CLIVERA MASKER RAMBUT BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) UNTUK MENGURANGI RAMBUT RONTOK
Penulis: Elvierda Keisa, Aziziah Roudlotul Jannah
Saat ini banyak perempuan yang mengalami rambut rontok, Oleh sebab itu dibuatlah masker rambut Clivera untuk mengurangi rambut rontok. Dengan menggunakan bahan alami yaitu bunga telang (Clitoria Ternatea) dan lidah buaya (Aloe Vera). Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen pada rambut berminyak dan rambut kering, dengan menggunakan beberapa uji, pada uji ph masker rambut Clivera menghasilkan ph sekitar 5-6 yang cocok digunakan pada rambut, pada penggunaan pertama pada rambut berminyak terdapat 27 helai rambut yang rontok dan rambut kering terdapat 32 helai rambut rontok, pada penggunaan kedua rambut rontok mulai berkurang menjadi 23 dan 29 helai, penggunaan hari ketiga menjadi 15 dan 24 helai, pada percobaan terakhir rambut rontok berkurang menjadi 9 dan 18 helai, dari hasil penggunaan tersebut dapat disimpulkan bahwa masker rambut Clivera lebih berefek digunakan pada rambut berminyak daripada rambut kering. Kata kunci : Bunga Telang, Lidah Buaya, Rambut Rontok
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Putri Malu (Mimosa pudica L.) dan Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.) terhadap Jamur Alternaria solani pada Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.)
Penulis: Ayunda Nazla Khasna Fahira, Arina Amalina
Tomat merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, produksi tomat di provinsi Jawa Tengah mengalami penurunan dari mulai tahun 2017-2020. Penurunan hasil produksi ini terjadi akibat adanya serangan penyakit bercak coklat yang disebabkan oleh jamur Alternaria solani. Pada umumnya, usaha untuk menanggulangi penyakit ini dilakukan dengan menggunakan fungisida sistesis. Namun penggunaan fungisida sintesis yang digunakan secara terus-menerus menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karenanya, diperlukan pengendalian pestisida nabati yang ramah lingkungan. Tanaman putri malu dan serai wangi memiliki khasiat sebagai pestisida nabati karena memiliki kandungan senyawa saponin, flavonoid, tanin, dan alkoloid yang bersifat anti-fungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa yang terkandung di dalam ekstrak daun putri malu dan daun serai wangi serta bagaimana efektifitasnya dalam menghambat pertumbuhan jamur Alternaria solani. Metode yang dilakukan menggunakan ekstraksi maserasi, kemudian diujikan terhadap jamur Alternaria solani dengan menggunakan perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1. Berdasarkan uji fitokimia, ekstrak daun putri malu dan daun serai wangi terbukti mengandung senyawa golongan alkaloid, tanin, dan saponin. Hasil penelitian anti-fungi ekstrak daun putri malu dan ekstrak daun serai wangi menujukkan tidak dapat menghambat pertumbuhan jamur Alternaria solani, karena tidak ditemukan daya hambat pada saat pengujian terhadap jamur Alternaria solani. Kata kunci: Alternaria solani, Pestisida Nabati, Putri Malu, Serai Wangi, Tomat
Pembuatan Eco Enzyme dari Sampah Jus sebagai Pemisah antara Minyak dan Lemak dalam Air Limbah Domestik
Penulis: Yusrina Amaladina Kusuma, Alaina Rizq Salma
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sampah organik yang berpotensi menjadi limbah rumah tangga yang kemudian diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, lebih tepatnya diolah menjadi eco enzyme yang mempunyai banyak sekali manfaat dankegunaan. Eco enzyme sendiri memiliki arti hasil fermentasi limbah organik dapur menjadi bahan yang mempunyai banyak manfaat untuk alam dan manusia, sedangkan limbah domestik yakni limbah cair hasil buangan dari perumahan (rumah tangga), bangunan perdagangan, perkantoran dan sarana sejenis. Limbah domestik juga dihasilkan oleh aktivitas manusia sehari hari di rumah, seperti air bekas mandi, mencuci pakaian, dan juga memasak. Melalui beberapa percobaan yang telah kami lalui untuk membuat penelitian ini benar benar dapat digunakan atau mungkin dibuat kembali oleh khalayak umum. Dengan peralatan dan bahan bahan yang mudah ditemukan di sekitar, dengan peralatan dan tata cara pembuatan yang mudah dipahami dan diterapkan. Diharapkan sesuatu yang awalnya berakhir menjadi limbah bisa kemudian digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat seperti halnya eco enzyme ini. Walau sama sama digunakan untuk mengurangi resiko pencemaran, hasil dari olahan limbah rumah tangga ini digunakan untuk limbah di sungai, eco enzyme ini sangat bermanfaat bagi kehidupan di Sungai, karena saluran drainase di Sungai dapat meluap karena penyumbatan oleh kadar minyak yang berlebihan yang dimana hal tersebut bercampur dengan air yang mengalir, dimana hal tersebut mengundang hal buruk lainnya seperti bau busuk dan hama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eco enzyme yang berasal dari limbah rumah tangga yang remeh seperti kulit buah yang diproses dan kemudian dilarutkan dengan larutan gula dan air bisa benar benar memisahkan kadar minyak dan air yang bercampur, tentunya dengan ketentuan dan kuantitas yang tepat.