1196 Hasil Pencarian

INOVASI PAPAN KOMPOSIT DARI SERAT ABAKA (MUSA TEXTILIS) DAN SERAT AKASIA (ACACIA MANGIUM)

Penulis: Fadhel Muhammad Aiham, Vonni Yanita

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, kebutuhan akan bahan konstruksi yang berkelanjutan juga terus bertambah. Salah satu inovasi yang muncul adalah pengembangan papan komposit berbasis serat alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik papan komposit yang dibuat dari serat abaka (Musa textilis) dan serat akasia (Acacia mangium), serta untuk menentukan komposisi terbaik dari kedua bahan tersebut. Metode yang digunakan berupa studi literatur dengan beberapa tahapan, yaitu persiapan bahan, perbandingan komposisi serat dalam fraksi volume sebesar 2,5%, 5%, dan 7,5%, serta pengujian terhadap kepadatan, daya serap air, dan kekuatan lentur. Dari hasil pengamatan, diperoleh bahwa komposisi 5% serat menghasilkan karakteristik terbaik dalam hal kekuatan dan ketahanan terhadap air. Gabungan serat abaka dan akasia terbukti mampu meningkatkan kinerja material, sekaligus menjadi solusi pemanfaatan limbah alami menjadi bahan yang bernilai tinggi. Kata kunci: Komposit serat alami, serat abaka, serat akasia, material berkelanjutan, pengolahan limbah

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pemanfaatan Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata) dan Limbah Puntung Rokok sebagai Insektisida Alami untuk Menekan Pertumbuhan Wereng Coklat (Nilaparvata lugens) Vektor Virus Tungro pada Tanaman Padi (Oryza sativa)

Penulis: Razzid Octa Rizkya Ramadhana, Ulfan Prasetya

Padi merupakan tanaman pangan utama bagi masyarakat Indonesia. Produktivitas padi pada 2022 meningkat menjadi 55,67 juta ton gabah kering giling (GKG) dibandingkan tahun sebelumnya, namun masih Jauh lebih rendah dari tahun 2015. Penurunan produktivitas ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti perubahan iklim, bencana alam, serta serangan hama dan virus. Salah satu hama utama adalah wereng coklat (Nilaparvata lugens), yang juga menyebarkan virus tungro, menyebabkan daun padi menguning dan pertumbuhan terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi insektisida dari ekstrak daun sirsak dan limbah puntung rokok terhadap pertumbuhan hama wereng coklat, menentukan konsentrasi yang efektif, serta mengetahui pengaruh kombinasi ini terhadap waktu dan jumlah kematian hama. Metode penelitian meliputi preparasi sampel ekstrak daun sirsak dan limbah puntung rokok, pembuatan insektisida, dan pengujian kematian hama. Ekstrak daun sirsak dan puntung rokok dihasilkan melalui proses perendaman dengan air dan alkohol 70%. Pengujian dilakukan dengan menyemprotkan larutan insektisida pada wereng coklat di dalam toples dengan variasi konsentrasi. Penelitian dilakukan setiap 8 jam selama 3 hari untuk mencatat waktu kematian dan menghitung persentase kematian menggunakan rumus yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun sirsak dan limbah puntung rokok efektif membunuh 100% wereng coklat dalam waktu kurang dari 8 jam, tanpa perbedaan signifikan antar variasi konsentrasi. Efektivitas ini diduga berasal dari sinergi senyawa acetogenin dan nikotin yang bekerja cepat sebagai insektisida alami. Kombinasi ini dinilai potensial sebagai alternatif ramah lingkungan terhadap insektisida kimia. Kata kunci : daun sirsak, insektisida, padi, puntung rokok, wereng coklat.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pengaplikasian Pewarna Merah Alami Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai Pewarna Alami pada Makanan Tradisional Bolu Kukus

Penulis: Salma Quintasya, Raras Anindita Adi

Zat warna merupakan suatu zat aditif yang ditambahkan pada beberapa produk industri yang dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pewarna alami dan pewarna sintetis. Bahan pewarna alami didapatkan dari tumbuhan maupun hewan, sementara pewarna sintetis dibentuk dari pencampuran bahan-bahan kimia seperti asam sulfat dan asam nitrat yang seringkali terkontaminasi oleh logam berat sehingga bersifat racun. Apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang relatif lama, pewarna sintetis dapat bersifat karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antara pewarna sintetis dengan pewarna alami dari kayu secang (Caesalpinnia sappan L.). Pewarna merah sintetis dalam hal ini akan disubstitusi dengan pewarna merah alami yang terkandung pada kayu secang untuk menghasilkan makanan tradisional bolu kukus yang lebih sehat. Penelitian dilakukan dengan merebus kayu secang dengan berbagai takaran ke dalam air mendidih agar menghasilkan warna merah yang akan digunakan sebagai pewarna alami dalam pembuatan bolu kukus. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa formulasi III dengan komposisi kayu secang terbanyak yaitu 30 g memiliki warna yang lebih pekat dibandingkan dengan formulasi II 20 g dan formulasi I 10 g. Selain itu, bolu kukus formulasi III juga memiliki keunggulan dalam hal rasa, tekstur, dan juga aroma sehingga komposisi pewarna alami kayu secang berpengaruh dalam pembuatan bolu kukus.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

STRATEGI DIVERSIFIKASI SUMBER ENERGI TERBARUKAN MELALUI PEMANFAATAN MICROBIAL FUEL CELL (MFC) BERBAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TEKSTIL DAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA

Penulis: Salma Putri Tania, Raihanna Jihan Aulia

Pengetatan pasar gas alam cair global telah menimbulkan krisis energi di seluruh dunia. Sebagai respons terhadap krisis ini, Indonesia mengadopsi inisiatif Renewable Energy (RE) 50/50 untuk mencapai target net zero pada 2050 dengan 50% energi terbarukan. Salah satu teknologi yang dapat mendukung transisi ini adalah Microbial Fuel Cell (MFC). MFC merupakan fuel cell yang memanfaatkan materi organik untuk digunakan oleh mikroba sebagai sumber energi dalam melakukan aktivitas metabolismenya. Materi organik yang dapat digunakan adalah limbah organik rumah tangga seperti sayur dan buah, serta kandungan organik dari limbah cair industri tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan perbandingan tegangan listrik yang dihasilkan oleh limbah organik rumah tangga dan limbah cair industri tekstil melalui sistem Microbial Fuel Cell. Sistem Microbial Fuel Cell yang digunakan yaitu double chamber dan single chamber selama 7 hari dengan pengamatan tegangan, kuat arus, power density, pH, suhu, BOD, COD, dan TSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan listrik yang dihasilkan oleh limbah industri tekstil lebih tinggi dibandingkan limbah organik rumah tangga. Limbah cair industri tekstil dan limbah organik rumah tangga efektif dalam menghasilkan tegangan listrik. Nilai tegangan tertinggi yang dicapai oleh perlakuan single chamber tekstil sebesar 920 mV dan kuat arus tertinggi sebesar 1,195 mA. Sementara itu, sistem double chamber tekstil menunjukkan performa yang paling rendah dengan nilai tegangan hanya 195 mV dan kuat arus sebesar 0,174 mA.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

INOVASI PLASTIK BIODEGRADABLE BERBAHAN DASAR PATI KULIT PISANG KEPOK DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG MAIZENA

Penulis: Rameyza Alya Chalisa, Ragil Rizky Risma Putri

Penumpukan sampah plastik yang sulit terurai menimbulkan berbagai permasalahan di dunia. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah pembuatan plastik biodegradable dari polimer alami seperti pati. Plastik biodegradable pada penelitian ini berbahan dasar pati kulit pisang kepok dan tepung maizena dengan penambahan kitosan sebagai filler dan gliserol sebagai plasticizer. Variasi perbandingan pati kulit pisang kepok dan tepung maizena yang digunakan yaitu 2:1, 1:1, dan 1:2 dengan penambahan gliserol dan kitosan sebanyak 5 ml pada masing-masing variasi. Dalam penelitian ini, dilakukan uji daya serap air, uji biodegradable, dan uji organoleptik. Hasil uji biodegradable menunjukkan bahwa formula 1 memiliki tingkat degradasi terbaik dengan waktu 24 jam pada kedalaman 5 cm. Plastik menunjukkan daya serap air terbaik dengan nilai 629,4% yang dimiliki oleh formula 1. Adapun menurut hasil uji organoleptik, formula terbaik adalah formula 3 yang berwarna cokelat jernih, beraroma netral, dan cukup lentur.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Transformasi Limbah Cangkang Sawit (Elaeis guineensis) dan Kulit Singkong (Manihot esculenta) Menjadi Bahan Bakar Alternatif Biobriket dengan Perekat Sari Pati Jagung

Penulis: Adinda Fairuz Alya, Putri Cahya Kencana

Seiring bertambahnya populasi, ketersediaan bahan bakar fosil menjadi semakin langka sehingga diperlukan sumber daya alternatif lainnya. Briket merupakan salah satu sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan briket berbahan dasar limbah cangkang kelapa sawit (Elaeis guineensis) dan kulit singkong (Manihot esculenta) sebagai upaya memanfaatkan limbah organik yang melimpah dan mengurangi dampak terhadap lingkungan. Proses pembuatan briket meliputi pengeringan, penguapan, pembuatan perekat, pencampuran, dan pemadatan. Analisis dilakukan untuk menghasilkan kualitas briket berdasarkan standar SNI, meliputi parameter kalor, kadar abu, kadar udara, dan durasi pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi limbah kelapa cangkang sawit (Elaeis guineensis) dan kulit singkong (Manihot esculenta) menghasilkan briket dengan nilai kalor tinggi, kadar abu rendah, dan efisiensi pembakaran yang optimal. Briket ini berpotensi besar sebagai energi terbarukan untuk kebutuhan rumah tangga dan industri kecil, mengurangi limbah organik dan emisi gas rumah kaca. Pengembangan briket ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Formulasi Eco Enzyme Dari Kulit Nanas (Ananas Comosus L) dan Kulit Pisang (Musa sp.) Sebagai Biokatalis dalam Penguraian Limbah Minyak Lilin Batik

Penulis: Ni'matul Azizah

Limbah minyak lilin batik telah menjadi isu lingkungan yang ramai diperbincangkan. Limbah minyak ini mengandung senyawa logam berat yang memiliki potensi untuk meningkatkan tingkat Chemical Oxygen Demand(COD) Dan Biological Oxygen Demand(BOD) dalam air, yang dapat mengganggu ekosistem perairan(buku mutu air limbah). Salah satu pendekatan yang menjanjikan dalam mendegradasi senyawa-senyawa organik adalah dengan menggunakan enzim. Eco enzyme digunakan dalam pendekatan ini dikarenakan enzim tersebut berasal dari campuran mikroorganisme dan bahan organik yang difermentasi secara alami. Biokatalis merupakan substansi biologis (dapat berupa sel ataupun enzim) yang berfungsi untuk mempercepat laju suatu reaksi kimia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa formula eco enzyme yang optimal untuk menguraikan air yang tercemar minyak limbah lilin batik dan untuk mengetahui penggunaan eco enzyme efektif sebagai biokatalis untuk menguraikan minyak limbah lilin batik. Metode penelitian yang digunakan adalah berupa eksperimen kuantitatif dengan pengambilan sampel air tercemar yang dilakukan dilaboratorium. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi penting dalam pengembangan alternatif ramah lingkungan untuk mengatasi masalah limbah lilin batik dengan memanfaatkan bahan bahan organic. Kata Kunci : eco enzyme, Limbah minyak lilin batik, Biokatalis

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Identifikasi Inhibitor Terapi Potensial bagi Infeksi Virus HIV-1 Berbahan Parijoto (Medinilla speciosa) melalui Pendekatan In Silico

Penulis: Syakirana Fitri Amalia, Naila Fathma Firmana

HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan cenderung berkembang menjadi AIDS. PBB melalui program gabungan bernama UNAIDS (Joint United Nations Programme on HIV and AIDS) memiliki target mengakhiri epidemi HIV/AIDS pada tahun 2030 yang selaras dengan SDGs 3. Inhibitor protease (PI) adalah obat penting dalam terapi antiretroviral yang sangat aktif untuk infeksi human immunodeficiency virus-1 (HIV-1). Parijoto (Medinilla Speciosa L.) merupakan salah satu tanaman khas yang dibudidayakan di sekitar pegunungan muria dan mempunyai banyak khasiat terutama untuk dikembangkan sebagai anti virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi inhibitor terapi potensial bagi HIV-1 PR yang berasal dari tanaman parijoto melalui pendekatan in silico. Senyawa potensial diekstraksi menggunakan etanol dan ditentukan menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometer (GC-MS). Penambatan molekul dilakukan menggunakan program Autodock Vina yang terintegrasi pada PyRx dengan situs aktif reseptor protease HIV-1 (PDB ID: 3S43) dan native ligand Amprenavir. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 peak pada gas chromatography dengan 6 senyawa hasil ekstraksi parijoto. Senyawa dengan afinitas energi ikatan terbaik terhadap reseptor protease HIV-1 yaitu 1-(4- Chlorophenyl)-2-phenyl-4-piperidino-5-hydroxy-4,5-dihydroimidazole dengan nilai -10.0 kkal/mol.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pemanfaatan Lada Hitam (Piper nigrum) dan Limbah Ampas Kopi Muria sebagai Insektisida Alami untuk Mengusir Semut Hitam (Lasius niger) pada Makanan

Penulis: Fadhel Achmad Arfanov, Nabil Zidan Afkari

Masalah kontaminasi makanan oleh semut hitam (Lasius niger) merupakan isu umum dalam lingkungan rumah tangga. Penggunaan insektisida sintetis yang berisiko bagi kesehatan manusia dan lingkungan mendorong perlunya alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi ekstrak lada hitam (Piper nigrum) dan limbah ampas kopi Muria sebagai insektisida alami dalam mengusir semut hitam serta menentukan formulasi paling optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan tiga variasi formulasi dan dua kontrol (positif dan negatif). Hasil menunjukkan bahwa formulasi F2 (40 mL ekstrak lada hitam + 10 mL ekstrak ampas kopi) memiliki efektivitas tertinggi dengan tingkat mortalitas 100% dalam waktu 30–45 menit, setara dengan insektisida kimia. Kandungan piperin dalam lada dan senyawa kafein serta flavonoid dalam ampas kopi dapat bekerja sinergis dalam menimbulkan efek toksik bagi semut. Kesimpulannya, kombinasi lada hitam dan ampas kopi terbukti efektif sebagai insektisida nabati yang potensial dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif insektisida sintetis yang lebih aman.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Dekolorisasi Fotokatalitik Naftol dari Limbah Cair Industri Tekstil dengan Katalis ZnO-Zeolit Hasil Sintesis dari Jerami Padi (Oryza sativa)

Penulis: Felliza Yasmin Salsabilla, Mutya Ayu Saharani

Limbah cair biasanya dihasilkan dari kegiatan industri. Industri yang paling banyak menghasilkan limbah cair di Indonesia adalah industri tekstil. Salah satu limbah dari industri tekstil adalah zat pewarna. Zat pewarna digolongkan menjadi dua yaitu, zat pewarna alami dan zat pewarna sintetis. Dikarenakan zat pewarna alami mahal dan sulit didapatkan maka banyak yang beralih ke zat pewarna sintetis. Salah satu pewarna sintetis yang sering digunakan di dalam industri batik dan tekstil adalah pewarna naftol, namun naftol tidak dapat terdegradasi sehingga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan serta menimbulkan dampak yang cukup serius bagi masyarakat dan organisme air. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengolah limbah cair industri tekstil menggunakan teknologi fotokatalitik dengan material semikonduktor ZnO-zeolit dibawah penyinaran UV. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan material ZnO-Zeolit hasil sintesis jerami padi dalam pengolahan limbah cair industri tekstil untuk menghasilkan produk olahan yang lebih aman untuk dibuang ke lingkungan, agar tidak menimbulkan pencemaran air yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan masyarakat. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu mengumpulkan informasi tentang limbah cair dari industri tekstil berupa pewarna naftol, pengambilan sampel pewarna naftol, sintesis Zeolit dari jerami padi, pembuatan dan karakterisasi material ZnO-Zeolit, serta uji pengolahan limbah dan analisis zat hasil pengolahan limbah dengan mekanisme fotokatalis. Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah material ZnO-Zeolit efektif dapat mendegradasi pewarna Naftol dari industri tekstil yang ditunjukkan dengan berkurangnya konsentrasi naftol setelah pengolahan limbah. Pada penelitian ini dapat diketahui bahwa waktu kontak 6 jam memiliki degradasi yang lebih besar dari pada waktu kontak 3 jam. Kata kunci : fotokatalitik, jerami padi, naftol, zeolit

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail