1196 Hasil Pencarian

Pemanfaatan Enzim Protease pada Nanas dan Kandungan Surfaktan pada Pare sebagai Bahan Dasar Deterjen Alami

Penulis: Kharifsatun najwa, Hana Sabryna

Penelitian ini bertujuan untuk membuat deterjen alami dengan menggunakan ekstrak bromelin dari nanas dan ekstrak saponin dari pare. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara dalam pengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah deterjen sintetik. Selain itu, juga dapat menjadi acuan bagi peneliti lain dalam pembuatan deterjen dari bahan-bahan alami. Proses penelitian ini yaitu: 1.Mengekstrak buah pare dengan metode ekstraksi maserasi; 2. Mengekstrak buah nanas dengan metode ekstraksi meserasi; 3. Mencampurkan kedua ekstrak tersebut kemudian menguji kemampuan daya bersihnya terhadap noda pada pakaian yang sudah disiapkan; 4. Menentukan persentasi dari nanas dan pare yang paling optimal dalam menghilangkan noda pada pakaian. Hasil penelitian menunjukkan persentase dari nanas dan pare yang paling optimal dalam menghilangkan noda adalah 3:1 Kata kunci: deterjen, nanas, pare, bromelin, saponin

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

ANALISIS STUDI KOMPARATIF PENGARUH MUSIK DAN MUROTTAL AL-QURAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN CABAI

Penulis: Rahmaniya Hayatun Nufus, Fitri Rohmawati

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengaruh paparan musik dan murottal Al-Qur'an terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai (*Capsicum annuum* L.). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya dugaan bahwa gelombang suara dapat memengaruhi aktivitas fisiologis tanaman sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan tiga kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol (tanpa paparan suara), kelompok yang diberi paparan musik, dan kelompok yang diberi paparan murottal Al-Qur'an. Masing-masing perlakuan diberikan selama 2 jam setiap hari selama 8 minggu. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun yang diukur secara berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tanaman mengalami pertumbuhan, namun dengan tingkat yang berbeda pada setiap perlakuan. Tanaman yang dipaparkan murottal Al-Qur'an menunjukkan pertumbuhan terbaik dengan peningkatan tinggi dari 3 cm menjadi 9,5 cm serta jumlah daun dari 2 menjadi 5 helai. Perlakuan musik juga memberikan pengaruh positif dengan tinggi tanaman mencapai sekitar 8,5 cm, sedangkan kelompok kontrol menunjukkan pertumbuhan paling rendah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa paparan suara dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman cabai, dengan murottal Al-Qur'an memberikan pengaruh yang lebih efektif dibandingkan musik maupun tanpa paparan suara. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa murottal Al-Qur'an merupakan perlakuan yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan penelitian mengenai pemanfaatan gelombang suara sebagai alternatif ramah lingkungan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Kata kunci: tanaman cabai, murottal Al-Qur'an, musik, gelombang suara, pertumbuhan tanaman.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

EFEKTIVITAS MIKROORGANISME LOKAL (MOL) BERBASIS AIR RENDAMAN KULIT NANAS DAN KULIT BAWANG MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI (capsicum annuum)

Penulis: Sherina Qathrun Nada Sasmita, Alya Althafunnisa

Saat ini Indonesia menghadapi krisis limbah pertanian yang semakin parah, di mana produksi nanas nasional mencapai 1,9 juta ton dan bawang merah 1,2 juta ton per tahun, menghasilkan jutaan ton kulit buah yang menumpuk di TPA atau mencemari sungai, menyumbang 30% emisi metana dari sektor pertanian. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan cabai yang terus meningkat di Indonesia serta upaya mengurangi dampak negatif pupuk kimia sintetis terhadap lingkungan dan degradasi tanah, di mana harga urea melonjak 150% akibat konflik global menyebabkan petani rugi 40% per musim dengan produksi turun 15%. Metode eksperimen menggunakan Completely Randomized Design (CRD) dengan empat perlakuan: kontrol (tanpa MOL), MOL kulit nanas 50%, MOL kulit bawang merah 50%, dan campuran keduanya masing-masing 25%, dengan parameter pengukuran tinggi tanaman, jumlah daun, serta berat kering pada akhir penelitian menggunakan analisis ANOVA. Hasil menunjukkan MOL campuran memberikan pengaruh positif terbaik pada semua parameter pertumbuhan cabai, mengatasi inflasi harga cabai 25% dan ketergantungan impor pupuk melalui solusi lokal ramah lingkungan yang murah dari limbah kulit nanas (kaya nutrisi) dan bawang merah (kaya enzim alami). Kata Kunci : MOL, kulit nanas, kulit bawang merah, cabai, pupuk organik cair, hortikultura.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pemanfaatan Arang Aktif Limbah Batok Kelapa sebagai Filtrasi Air Akuarium

Penulis: SHOFWATUL HANANY NUR FATIMAH, AISYA BELVA ADRISTI NUR

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga kualitas air akuarium bagi kesehatan dan pertumbuhan ikan hias serta masih terbatasnya pemanfaatan limbah batok kelapa sebagai media filtrasi. Air akuarium yang tidak terjaga kualitasnya dapat menjadi keruh, berbau, dan berpotensi mengganggu kehidupan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas arang aktif dari limbah batok kelapa sebagai media filtrasi air akuarium serta membandingkannya dengan zeolit. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan mengamati parameter kualitas air sebelum dan sesudah filtrasi, meliputi kejernihan, bau, dan pH air selama tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang aktif dari batok kelapa mampu menjaga kejernihan air, mengurangi bau, serta menstabilkan pH pada kisaran 6–7. Dibandingkan dengan zeolit, arang aktif menunjukkan efektivitas yang lebih baik terutama dalam menyerap senyawa penyebab bau. Selain itu, kondisi ikan tetap sehat dan aktif selama penelitian berlangsung, yang menunjukkan bahwa kualitas air tetap layak. Dengan demikian, arang aktif dari limbah batok kelapa berpotensi sebagai alternatif media filtrasi yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Efektivitas Biji Kelor (Moringa Oleifera) dan Biji Asam Jawa (Tamarindus Indica) Sebagai Koagulan Alami Untuk Limbah Detergen

Penulis: Afsar Al Adzkiya

Pencemaran air yang disebabkan oleh limbah detergen rumah tangga menjadi masalah lingkungan yang perlu diatasi, namun penggunaan koagulan kimia sintetis untuk menjernihkan air limbah berpotensi menimbulkan dampak negative tambahan bagi lingkungan. Biji Kelor (Moringa Oleifera) Dan Biji Asam Jawa (Tamarindus Indica) berpotensi digunakan sebagai koagulan alami karena mengandung protein kationik yang dapat menetralkan muatan partikel penyebab kekeruhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas dan dosis optimal campuran Biji Kelor dan Asam Jawa dalam menjernihkan limbah detergen. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan lima taraf dosis koagulan (rasio kelor:asam jawa 1:1), yaitu K (kontrol, tanpa koagulan), A (0,6 g), B (1,2 g), C (1,8 g), dan D (2,4 g), pada 600 ml air limbah detergen per unit percobaan, tanpa pengulangan. Kualitas air diamati secara deskriptif kualitatif berdasarkan kejernihan, keberadaan flok, dan intensitas bau paling signifikan. Namun, pada parameter kejernihan peningkatan dosis tidak menghasilkan pola yang sejalan ; perlakuan berdosis tinggi menghasilkan flok lebih banyak namun air belum tampak jernih dalam waktu pengendapan satu jam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa koagulan biji kelor dan asam jawa efektif mengurangi intensitas bau limbah detergen, sedangkan efektivitasnya terhadap kejernihan air memerlukan penyesuaian waktu pengendapan pada penelitian selanjutnya. Kata kunci: bij asam jawa, biji kelor, efektivitas, koagulan alami, limbah detergen.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

SENSIFLORA INNOVARE: SISTEM CERDAS UNTUK MONITORING PERTUMBUHAN TANAMAN DENGAN PENGGUNAAN ENERGI OPTIMAL

Penulis: Kanisrina Ana Mahmudah, Achmad Daffa Baihaqi Al-Faqih

Tanaman seledri memberikan berbagai manfaat kesehatan, mampu mencegah penyakit jantung (Hu J, 2015; Jorge VG, 2013; Ko FN, 1991), liver (Shivashri C, 2013; Sultana S, 2005; Ahmed B, 2002; Singh A, 1995), gangguan ginjal (Lans, 2006), gout (asam urat), dan reumatik (Daraei, 2017; Powanda MC, 2015; Mencherini T, 2007). Menanam seledri membutuhkan perhatian khusus pada kelembapan suhu dan intensitas cahaya, membuatnya terkadang rumit dan memerlukan usaha besar. Penelitian ini memperkenalkan SensiFlora Innovare, penelitian ini juga memanfaatkan teknologi sensor canggih, seperti DHT11, dan mikrokontroler Arduino Uno dalam SensiFlora Innovare untuk meningkatkan efisiensi budidaya seledri. Sistem ini berfokus pada menjaga kelembapan suhu ruang tanaman seledri, memantau pertumbuhan tanaman secara akurat, dan memastikan kesehatan serta perkembangan optimal. Integrasi semprotan pupuk cair memberikan nutrisi tepat waktu, sementara pemanfaatan sinar matahari dan air hujan mendefinisikan keberlanjutan ekosistem. Keunggulan utama SensiFlora Innovare adalah penggunaan energi optimal dan pengawasan melalui perangkat seluler. SensiFlora Innovare berhasil memberikan solusi terkini dalam teknologi pertanian dengan meningkatkan efisiensi budidaya seledri. Sistem ini tidak hanya memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal tetapi juga mengurangi dampak lingkungan. Dengan kontrol yang dapat diakses melalui perangkat seluler, pengguna dapat mengontrol kondisi lingkungan tanaman seledri secara fleksibel. Sistem ini juga memanfaatkan sumber daya secara hybrid, menggabungkan tegangan baterai dan panel surya. Implementasi konsep ini diharapkan dapat mempermudah budidaya seledri, meningkatkan akses masyarakat terhadap tanaman berkhasiat, dan mengurangi jejak ekologis pertanian modern. Sebagai sistem cerdas untuk pertanian masa depan, SensiFlora Innovare memberikan kontribusi signifikan pada pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Formulasi Body Scrub dari Ampas Teh Hijau, Madu, dan Minyak Kelapa dengan Kandungan Antioksidan dan Asam Klorogenat (C16H18O9)

Penulis: Eta Afriliandita Pradani, Syareefa Ainun Najwa

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi terbaik body scrub berbahan alami dari ampas teh hijau, madu, dan minyak kelapa yang mengandung antioksidan dan asam klorogenat (C16H18O9), serta mengevaluasi tingkat kesukaan panelis terhadap produk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif melalui uji hedonik terhadap tiga variasi formulasi. Setiap formulasi memiliki perbedaan konsentrasi ampas teh hijau dan madu, sedangkan minyak kelapa dibuat tetap. Parameter yang diuji meliputi aroma, tekstur, dan kenyamanan penggunaan dengan melibatkan panelis tidak terlatih. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan nilai rata-rata tingkat kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formula 1 (10% ampas teh hijau, 20% madu, dan 10% minyak kelapa) memperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar 5,75 pada semua parameter uji, dibandingkan Formula 2 (3,25) dan Formula 3 (2,75). Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi bahan alami tersebut berpengaruh terhadap kualitas organoleptik produk. Kandungan antioksidan dan asam klorogenat dalam ampas teh hijau, serta sifat melembapkan dari madu dan minyak kelapa, berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan kulit, seperti membantu eksfoliasi, menjaga kelembapan, dan melindungi kulit dari radikal bebas. Dengan demikian, body scrub berbahan alami ini memiliki potensi sebagai alternatif produk kosmetik yang aman, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomis.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Uji Efektivitas Minyak Atsiri Rosemary (Rosmarinus officinalis) dan Daun Mint (Mentha Piperita) sebagai Pin Anti Nyamuk untuk Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penulis: Mutiara Ramadhani Kesumaningrum. HP, Niken Ayunda Dwi Hapsari

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan jumlah kasus yang tinggi, yaitu lebih dari 114.000 kasus pada tahun 2023 dengan sekitar 894 kematian, sehingga diperlukan alternatif pencegahan yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penggunaan bahan kimia sebagai repellent berpotensi menimbulkan dampak negatif, sehingga penelitian ini mengkaji pemanfaatan minyak atsiri daun mint (Mentha piperita) dan rosemary (Rosmarinus officinalis) dalam bentuk pin aromaterapi berbasis bahan herbal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik serta potensi pengembangan produk melalui metode eksperimen sederhana dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengujian dilakukan melalui uji organoleptik dan uji responden terhadap 10 orang berusia 13-47 tahun dengan parameter aroma, kenyamanan, dan ketahanan aroma menggunakan skala 1-5. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata aroma sebesar 4,6, kenyamanan 4,8, dan ketahanan aroma berkisar 2-5 jam tergantung pada formulasi yang digunakan. Selain itu, formulasi 2 menunjukkan nilai lebih tinggi (4,6) dibandingkan formulasi 3 (4,5). Hasil ini menunjukkan bahwa produk memiliki karakteristik yang baik dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif produk berbasis bahan herbal yang praktis.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

PEMANFAATAN ASAM JAWA (Tamarindus indica) DAN LARUTAN GARAM (Natrium Klorida) SEBAGAI BIOBATERAI

Penulis: Okta Laili Fitriyani, Najwa Nabila Azzahro

Banyaknya batu baterai bekas yang dibuang begitu saja ke lingkungan menjadi masalah serius karena limbahnya berdampak buruk bagi ekosistem, sehingga diperlukan inovasi produk ramah lingkungan berupa biobaterai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi campuran asam jawa dan larutan garam dalam menghasilkan tegangan listrik, serta menganalisis perbedaan tegangan listrik dengan adanya penambahan larutan garam. Metode penelitian yang digunakan meliputi proses penghalusan bahan baku, formulasi campuran, dan pengujian produk, di mana dua formulasi disusun dengan variasi komposisi yaitu Formulasi 1 (F1) yang terdiri dari 1 gram garam dan 4 gram asam jawa, serta Formulasi 2 (F2) yang terdiri dari 2 gram garam dan 4 gram asam jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak larutan garam maka semakin besar tegangan listrik yang dihasilkan, dengan hasil uji voltase menunjukkan F1 menghasilkan 1,560 V dan F2 menghasilkan tegangan sebesar 1,650 V. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa asam jawa dan larutan garam memiliki potensi besar serta efektif untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan biobaterai yang ramah lingkungan. Kata Kunci: Asam Jawa, Biobaterai, Larutan Garam.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pembuatan Obat Kumur dari Ekstraksi Daun Sirih Untuk Mencegah Bakteri Streptococcus Mutans Penyebab Bau Mulut

Penulis: Faby putri anastsya, Muhammad Hasan Nasrullah

Tingkat kepedulian masyarakat Indonesia terhadap kesehatan gigi sangatlah rendah, di mana 57,6% penduduk mengalami masalah kesehatan mulut termasuk bau mulut. Bau mulut umumnya disebabkan oleh aktivitas bakteri di dalam rongga mulut, salah satunya Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak daun sirih (Piper betle L.) sebagai bahan obat kumur dalam mencegah pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Ekstraksi daun sirih dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Evaluasi sediaan obat kumur dengan konsentrasi ekstrak daun sirih 2% menghasilkan sediaan berbentuk cair, berwarna hijau kecoklatan, beraroma khas sirih, dan memiliki pH 5,8 yang aman bagi jaringan lunak rongga mulut. Hasil uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar menunjukkan bahwa konsentrasi 100% ekstrak memberikan daya hambat sangat kuat (19,43 mm), mendekati kontrol positif klorheksidin. Disimpulkan bahwa formulasi obat kumur dengan konsentrasi ekstrak 2% merupakan rasio terbaik yang efektif menghambat bakteri sekaligus menjaga kualitas fisik sediaan dan aman digunakan tanpa menimbulkan iritasi.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail