1196 Hasil Pencarian

Inovasi Liptint Modern Ekstrak Erva Merah (Aerva Sanguiloenta) dan Buah Ceri (Prunus Avium) untuk Warna Alami dan Kesehatan Bibir

Penulis: Nailah Fuzi, Zamma Naura Hajja

Tingginya peredaran kosmetik bibir yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti Rhodamine B dan paraben mendorong perlunya inovasi pewarna alami yang lebih aman bagi kesehatan kulit bibir. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ketersediaan liptint cair berbahan dasar ekstrak erva merah (Aerva sanguinolenta) dan buah ceri (Prunus avium) sebagai alternatif pewarna alami yang menyehatkan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, meliputi tahap ekstraksi secara tradisional maupun maserasi yang dikombinasikan dengan bahan pendukung seperti gliserin dan lilin lebah. Pengujian produk dilakukan melalui uji sensori kepada panelis dari berbagai kelompok usia untuk menilai karakteristik warna, tekstur, stabilitas, dan efek kelembapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa liptint yang dihasilkan memiliki warna merah segar yang stabil, tekstur ringan, serta tidak menimbulkan iritasi pada pengguna. Selain itu, kandungan vitamin dan antioksidan dalam bahan alami tersebut terbukti efektif dalam menjaga kelembapan bibir. Secara keseluruhan, inovasi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk kosmetik yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kata Kunci: Liptint, erva merah, buah ceri, pewarna alami, kesehatan bibir.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

PENGARUH PENGGUNAAN MASKER RAMBUT DARI BUAH ALPUKAT ( persea americana) DAN ESKTRAK SELEDRI ( Apium graveolens DULCE GROUP atau Apium graveolens VAR. dulce) TERHADAP PERAWATAN RAMBUT RONTOK

Penulis: Rahma syifa aulia, Tsuraya nashwa syakib

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan serta pengaruh penggunaan masker rambut berbahan buah alpukat (Persea americana) dan ekstrak seledri (Apium graveolens var. dulce) terhadap perawatan rambut rontok. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada banyaknya masalah kerontokan rambut yang disebabkan oleh stres, penggunaan bahan kimia berlebihan, pola hidup kurang sehat, serta kurangnya nutrisi pada rambut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen melalui proses pembuatan masker rambut, pengujian kualitas produk, dan uji efektivitas pada responden. Pengujian meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya serap, kestabilan produk, serta pengamatan kondisi rambut sebelum dan sesudah penggunaan masker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masker rambut memiliki tekstur lembut, mudah diaplikasikan, aroma yang tidak menyengat, dan memiliki pH 5–6 sehingga aman digunakan pada rambut dan kulit kepala. Penggunaan masker secara rutin selama dua minggu mampu membantu mengurangi tingkat kerontokan rambut, membuat rambut lebih lembab, lebih halus, dan mudah diatur. Kandungan nutrisi pada alpukat seperti vitamin dan lemak sehat serta kandungan flavonoid pada ekstrak seledri diketahui memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan rambut dan kulit kepala. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa masker rambut dari buah alpukat dan ekstrak seledri memiliki potensi yang baik sebagai alternatif perawatan alami untuk membantu mengatasi rambut rontok karena aman digunakan, mudah dibuat, dan menggunakan bahan alami yang mudah diperoleh.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

INOVASI SABUN KERTAS ANTIBAKTERI BERBASIS EKTRAK CENGKEH (Syzygium Aromaticum L.) DAN MINYAK BIJI ANGGUR (Vitis Vinifera L.) UNTUK MENGURANGI BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA TANGAN

Penulis: Elvaretta Augusta Wibowo, Tsaniya Nurul Maulidiyah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif, proses pembuatan, serta efektivitas sabun kertas antibakteri berbasis ekstrak cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dan minyak biji anggur (Vitis vinifera L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada tangan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan tangan dan masih terbatasnya produk sabun kertas berbahan alami yang praktis serta ramah lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan tiga variasi konsentrasi perlakuan, yaitu 10%, 20%, dan 30%. Proses penelitian meliputi ekstraksi bunga cengkeh menggunakan metode maserasi dengan alkohol 70%, pembuatan sabun kertas, uji efektivitas antibakteri, serta uji organoleptik terhadap 10 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak cengkeh dan minyak biji anggur mengandung senyawa aktif berupa eugenol, flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang berpotensi sebagai antibakteri. Hasil uji perbandingan perlakuan menunjukkan bahwa konsentrasi 30% menghasilkan daya hambat terbesar dengan rata-rata zona hambat 10 cm, dibandingkan konsentrasi 20% sebesar 6 cm dan 10% sebesar 3,5 cm. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan 30% memperoleh nilai tertinggi pada aspek tekstur, aroma, dan kenyamanan, sedangkan aspek warna memperoleh nilai tertinggi pada perlakuan 20%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa formulasi sabun kertas dengan konsentrasi 30% merupakan formulasi terbaik karena paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri serta memiliki tingkat penerimaan tertinggi dari responden. Kata kunci: sabun kertas, ekstrak cengkeh, minyak biji anggur, antibakteri, Staphylococcus aureus

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pengaruh Rendaman Infusa Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polanthum) sebagai Pengawet Alami Pada Ikan Mujair (Oreochromis Mossambicus)

Penulis: Rafi Rizqi Al Ghozali, Satria Apta Sarwahita

Daun salam (Syzygium polyanthum) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan minyak atsiri yang bersifat antimikroba dan antioksidan, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai pengawet alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rendaman infusa ekstrak daun salam sebagai pengawet alami terhadap kualitas dan daya simpan ikan mujair (Oreochromis mossambicus). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif melalui perlakuan perendaman ikan mujair dalam infusa daun salam dengan variasi konsentrasi 0% (kontrol), 5%, 10%, dan 15%. Ikan kemudian disimpan pada suhu ruang selama 24 jam dan dilakukan pengujian organoleptik yang meliputi warna, aroma, dan tekstur, serta pengukuran pH sebagai indikator tingkat keasaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa ekstrak daun salam mampu menghambat proses pembusukan ikan mujair. Konsentrasi 15% memberikan hasil terbaik dengan kualitas warna yang tetap cerah, aroma relatif segar, tekstur yang padat dan kenyal, serta nilai pH yang lebih stabil dibandingkan perlakuan lainnya. Selain itu, penggunaan infusa ekstrak daun salam tidak menunjukkan adanya efek samping yang merugikan terhadap kualitas fisik ikan. Dengan demikian, infusa ekstrak daun salam berpotensi digunakan sebagai alternatif pengawet alami yang aman dan ramah lingkungan untuk memperpanjang daya simpan ikan mujair. Kata Kunci: Infusa Daun Salam, Pengawet Alami, Ikan Mujair, Kualitas Organoleptik, pH

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Inovasi Edible Spoon Berbahan Dasar Limbah Kulit Udang: Studi Terhadap Kinerja Dan Kestabilan Produk Serta Efektivitas Terhadap Lingkungan

Penulis: Talitha Masyaila Aqilah, Najwa Ibriza Zahro

Permasalahan sampah plastik sekali pakai di Indonesia mendorong perlunya inovasi produk ramah lingkungan. Salah satu solusi yang dapat dikembangkan adalah pembuatan Edible spoon berbahan dasar limbah kulit udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pengolahan kulit udang menjadi Edible spoon yang aman dan layak digunakan serta menilai efektivitasnya sebagai alternatif pengganti sendok plastik. Metode penelitian meliputi proses pencucian, pengeringan, penghalusan kulit udang menjadi serbuk, pencampuran bahan, pencetakan, dan pemanasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik terdiri dari 15% serbuk kulit udang, 35% tepung tapioka, 40% pati jagung, 2% asam sitrat, dan 8% air. Edible spoon yang dihasilkan memiliki bentuk menyerupai sendok pada umumnya, tekstur cukup keras, aroma netral, serta ukuran yang seragam dan ekonomis. Hasil ini menunjukkan bahwa limbah kulit udang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku Edible spoon yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kata kunci: Edible spoon, kulit udang, limbah kulit udang, plastik sekali pakai, produk ramah lingkungan, inovasi pangan.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Uji Organoleptik Salep Luka Bakar dari Ekstrak Sisik Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)

Penulis: Naura Kamila, Nafarella Alleazahra Risnanthea

Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik organoleptik dan kelayakan limbah sisik serta kulit ikan nila (Oreochromis niloticus) sebagai bahan baku salep penyembuh luka bakar. Melalui metode eksperimental, ekstrak kolagen ikan nila diformulasikan dengan basis Vaseline flavum dan Adeps lanae untuk menghasilkan sediaan yang stabil dan biokompatibel dengan jaringan manusia. Hasil uji organoleptik terhadap responden menunjukkan bahwa salep ini memiliki kualitas yang sangat baik, dengan 100% responden menyatakan tekstur salep terasa halus tanpa butiran kasar dan 90,9% menilai kekentalannya sudah ideal. Secara biologis, kandungan kolagen dalam salep ini berperan aktif dalam mempercepat fase reepitelisasi dan regenerasi sel fibroblast, sehingga pemanfaatan limbah perikanan ini tidak hanya efektif secara medis tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

SEKA2: INOVASI SABUN PENCUCI SEPATU DARI LIMBAH MINYAK JELANTAH SEBAGAI UPAYA MENGURANGI PENCEMARAN LIMBAH TUMAH TANGGA

Penulis: Jeconia Jelita Pratiwi, Mutiara Nurussyifa

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang sering dibuang secara langsung sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk yang lebih bernilai guna, yaitu sabun pencuci sepatu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan mengolah minyak jelantah melalui tahap penyaringan, pemurnian menggunakan arang aktif, serta proses saponifikasi dengan larutan NaOH. Dalam proses pembuatan juga ditambahkan gliserin dan essential oil untuk meningkatkan kualitas dan aroma sabun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun yang dihasilkan memiliki tekstur padat, mampu menghasilkan busa, dan cukup efektif untuk membersihkan kotoran pada sepatu. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun pencuci sepatu diharapkan dapat mengurangi pencemaran limbah rumah tangga serta menjadi alternatif produk pembersih yang lebih ramah lingkungan. Kata kunci: minyak jelantah, sabun pencuci sepatu, saponifikasi, limbah rumah tangga

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

SISTEM WATER DRIPPING BERBASIS HIDROPONIK SEBAGAI PENGOLAH LIMBAH AIR WUDHU

Penulis: Naufal Mahib, Muhammad Syafabik Zulfaqar

Air wudhu merupakan limbah cair yang masih dapat dimanfaatkan kembali karena tingkat pencemarannya relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem water dripping berbasis hidroponik sebagai pengolah limbah air wudhu secara otomatis dan ramah lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan memanfaatkan Arduino Uno, sensor kelembaban tanah, relay, dan pompa air mini. Sistem bekerja otomatis berdasarkan kondisi kelembaban media tanam. Air wudhu yang telah disaring digunakan untuk penyiraman tanaman menggunakan metode tetes (dripping). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem memiliki waktu respon rata-rata sebesar 0,6 detik untuk mengaktifkan saklar otomatis pada pompa saat sensor mendeteksi kondisi tanah kering. Selain itu, sistem mampu bekerja dengan tingkat akurasi pembacaan sensor sebesar 96% dalam menjaga stabilitas kelembaban media tanam. Penggunaan metode dripping ini juga terbukti mampu menghemat penggunaan air dibandingkan penyiraman konvensional. Kesimpulannya, sistem water dripping berbasis hidroponik dapat menjadi solusi sederhana dalam memanfaatkan limbah air wudhu untuk penyiraman tanaman secara efisien dan ramah lingkungan.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

EFEKTIVITAS PEMBERIAN TEH DARI BUNGA TAHI AYAM (Tagetes erecta), BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linnaeus) DAN KURMA (Phoenix dactylifera Linnaeus) TERHADAP NYERI SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PEREMPUAN

Penulis: Achla Ainunnafida, Kayla Amellia Putri Hananti

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian teh herbal dari bunga tahi ayam (Tagetes erecta), bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linnaeus), dan kurma (Phoenix dactylifera Linnaeus) terhadap nyeri saat menstruasi pada remaja perempuan. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan melibatkan 20 responden remaja perempuan usia 14–18 tahun yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ketiga bahan mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, antosianin, karotenoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berperan sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Uji antiinflamasi membuktikan bahwa ekstrak teh herbal mampu menghambat produksi nitric oxide hingga 79,3% pada konsentrasi 200 µg/mL. Selain itu, pemberian teh herbal terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri menstruasi secara signifikan pada kelompok perlakuan dari rata-rata 6,8 menjadi 2,9 dengan p = 0,001, sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami penurunan kecil dan tidak signifikan. Uji hedonic menunjukkan tingkat penerimaan responden yang baik dengan skor rata-rata 3,95, sehingga teh herbal ini berpotensi menjadi alternatif alami yang efektif dan disukai untuk mengatasi dismenore pada remaja perempuan.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Inovasi Mouthspray:Potensi Senyawa Antioksidan Ekstrak Daun Rambusa (Passiflora foetida L.) Terhadap Kesegaran Nafas, dan Antiinflamasi Sariawan

Penulis: Friska Athiyatus Shofia, Chelsea Aulia

Bau mulut dan sariawan merupakan permasalahan kesehatan rongga mulut yang dipengaruhi oleh aktivitas bakteri dalam mulut, sehingga diperlukan inovasi produk kesehatan mulut yang aman dan efektif berbahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun rambusa (Passiflora foetida L.) sebagai bahan aktif dalam pembuatan spray mulut herbal, serta mengevaluasi kestabilan, karakteristik fisik, dan efektivitas produk. Penelitian meliputi proses ekstraksi daun rambusa, formulasi spray mulut, serta pengujian produk. Tiga formulasi disusun dengan variasi konsentrasi ekstrak daun rambusa, yaitu F1 sebesar 5%, F2 sebesar 10% dengan tambahan 2 tetes perisa mint, dan F3 sebesar 15% dengan tambahan 3 tetes perisa mint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi menghasilkan sediaan berbentuk cair dengan warna hijau muda hingga hijau pekat, aroma khas herbal, tekstur tidak lengket, serta nyaman digunakan tanpa menimbulkan iritasi pada rongga mulut. Uji stabilitas selama 14 hari menunjukkan perubahan fisik yang relatif kecil, dengan pH meningkat dari 5,5 pada hari ke-1 menjadi 5,7 pada hari ke-14 sehingga masih berada pada rentang aman untuk rongga mulut. Perubahan warna menjadi lebih pekat dan sedikit penurunan intensitas aroma terjadi pada akhir masa penyimpanan, namun tidak memengaruhi fungsi produk secara signifikan. Formula F2 dan F3 menunjukkan tingkat efektivitas yang lebih baik dalam membantu menyegarkan nafas dan mengurangi bau mulut dibandingkan formula F1. Kandungan flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin dalam daun rambusa diduga berperan sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi yang mendukung efektivitas produk. Dengan demikian, ekstrak daun rambusa berpotensi dikembangkan sebagai alternatif spray mulut herbal yang aman, stabil, dan efektif untuk membantu menjaga kesehatan rongga mulut.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail