1196 Hasil Pencarian

INOVASI LILIN AROMATERAPI DENGAN MINYAK ESENSIAL KULIT ALMOND (P. AMYGADALUSS L.) DAN BUNGA CHAMOMILE (MATRICARIA CHAMOMILA L.) TERHADAP KUALITAS TIDUR

Penulis: Litakoena Kaysa Saheela Ahmad, Arsya Cahya Ningrum

Gangguan tidur menjadi masalah kesehatan yang semakin meningkat, data WHO (2021) menyebutkan sekitar 18% penduduk dunia mengalami kesulitan tidur, sedangkan Riskesdas 2018 melaporkan 43,7% remaja usia 12-18 tahun di Indonesia memiliki pola tidur yang tidak teratur. Aromaterapi menjadi salah satu terapi non-farmakologis yang aman dan praktis untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk berupa aromaterapi berbahan dasar minyak esensial kulit almond dan ekstrak bunga chamomile, serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas tidur. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium, meliputi tahap ekstraksi bahan, formulasi 3 variasi campuran (1:1, 1:2, dan 2:1), pembuatan produk, serta uji efektivitas terhadap 8 responden dengan rentang usia 1-65 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kedua bahan memiliki kandungan senyawa aktif seperti apigenin, bisabolol, vitamin E, dan asam lemak yang berfungsi menenangkan sistem saraf, meredakan kecemasan, serta merangsang rasa kantuk. Formulasi terbaik terdapat pada perbandingan 1:1 yang menghasilkan aroma seimbang dan efek relaksasi paling optimal. Kesimpulannya, aromaterapi hasil inovasi ini terbukti efektif memperbaiki kualitas tidur, bersifat portabel, mudah digunakan, serta menjadi solusi alami dan praktis bagi berbagai kelompok usia. Kata kunci: Aromaterapi, Chamomile, Kualitas Tidur, Kulit Almond, Terapi Alami

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

INOVASI EDIBLE STRAW DARI RUMPUT LAUT (EUCHEMA SPINOSUM) DAN AIR KELAPA YANG RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MENDUKUNG REDUKSI SAMPAH PLASTIK

Penulis: Raina Neysa Arifin, Amira Labiba Yumna

Plastik merupakan material yang sangat umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia karena kepraktisannya dan biaya yang rendah. Namun, penggunaan plastik sekali pakai, terutama sedotan, telah menimbulkan dampak lingkungan yang serius karena sifatnya yang sulit terurai dan berkontribusi pada pencemaran tanah serta laut. Indonesia bahkan menempati peringkat tinggi dalam produksi sampah sedotan plastik. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan inovasi yang ramah lingkungan dan fungsional. Salah satu solusi potensial adalah pengembangan edible straw (sedotan yang dapat dimakan) berbasis bahan alami, seperti rumput laut Eucheuma spinosum dan air kelapa muda. Rumput laut dipilih karena sifatnya yang terbarukan dan mengandung karaginan yang berfungsi sebagai pembentuk gel, sementara air kelapa berperan sebagai sumber elektrolit alami yang bermanfaat bagi tubuh. Inovasi ini tidak hanya menawarkan alternatif pengganti sedotan plastik yang mudah terurai, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan. Dengan demikian, edible straw berbahan rumput laut dan air kelapa dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengurangi limbah plastik serta mendukung gaya hidup sehat.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Formulasi Sediaan Face Mist dari Ekstrak Daun Kemangi (Ocinum basilicum L.) dan Anggur Hijau (Vitis vinefera)

Penulis: Abhinaya Aqilla Rafif, Ahmad maynanda fahriza

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan formulasi sediaan face mist dari ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dan anggur hijau (Vitis vinifera) serta mengetahui efektivitasnya terhadap kualitas sediaan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pembuatan tiga formula face mist yang kemudian diuji melalui uji organoleptik, uji pH, dan uji kelembapan kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan sediaan face mist berwarna hitam kehijauan, beraroma khas kemangi, dan bertekstur cair serta ringan. Hasil uji pH menunjukkan seluruh formula memiliki nilai pH 4 yang masih bersifat asam dan belum sesuai dengan pH ideal kulit. Pada uji kelembapan, sediaan face mist belum menunjukkan peningkatan kelembapan kulit secara signifikan dan hanya memberikan sensasi segar sementara. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kemangi dan anggur hijau dapat diformulasikan menjadi sediaan face mist, namun masih diperlukan pengembangan formulasi agar produk lebih optimal dan efektif digunakan pada kulit. Kata kunci: face mist, daun kemangi, anggur hijau, formulasi.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Peran Zakat, Infaq, dan Shodaqoh dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Kudus

Penulis: Charissa Sheyla Abelia Putri, Zaskia Alya Damilhana

Zakat, Infaq, dan Shodaqoh sangat berperan penting sebagai instrumen ekonomi Islam yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Kudus terhadap peran Zakat, Infaq, dan Shodaqoh, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penyalurannya, serta menganalisis pengelolaan dana Zakat, Infaq, dan Shodaqoh dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Masjid Telingsing Kudus. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi positif terhadap Zakat, Infaq, dan Shodaqoh karena mampu membantu meringankan beban ekonomi, meningkatkan solidaritas sosial, serta mendukung usaha produktif masyarakat. Faktor yang memengaruhi penyaluran dana antara lain pemahaman agama, kepercayaan terhadap pengelola, kondisi ekonomi, budaya sosial, peran tokoh agama, kemudahan akses, dan transparansi pengelolaan. Pengelolaan dana di Masjid Telingsing telah berjalan cukup baik melalui bantuan konsumtif dan produktif, meskipun masih perlu peningkatan dalam pendampingan dan evaluasi program agar lebih optimal dan berkelanjutan.

Keagamaan Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pengaruh Salat Bagi Kesehatan Mental

Penulis: Silvia Naufa Unnisa

Salat Tahajud merupakan salah satu ibadah sunah yang dilaksanakan pada malam hari dan memiliki nilai spiritual yang tinggi dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah Swt., Salat Tahajud juga diyakini memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan mental seseorang. Pada era modern yang penuh tekanan dan tuntutan, banyak individu mengalami gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, dan kelelahan emosional. Oleh karena itu, penelitian mengenai pengaruh Salat Tahajud terhadap kesehatan mental menjadi penting untuk dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan Salat Tahajud terhadap kesehatan mental. Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dan wawancara sederhana. Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti jurnal, buku, serta hasil wawancara dengan responden yang rutin melaksanakan Salat Tahajud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Salat Tahajud dapat memberikan ketenangan batin, meningkatkan pengendalian emosi, mengurangi tingkat stres, serta membantu individu merasa lebih optimis dan dekat dengan Allah Swt. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Salat Tahajud memiliki pengaruh positif terhadap kesehatan mental seseorang. Kebiasaan melaksanakan Salat Tahajud secara rutin mampu membantu menjaga kestabilan emosi dan memberikan ketenteraman jiwa. Oleh sebab itu, Salat Tahajud dapat dijadikan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan mental, khususnya di kalangan remaja dan masyarakat pada umumnya. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental melalui pendekatan spiritual dan religius.

Keagamaan Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Implementasi Tazkiyatun Nafs sebagai Penguatan Hafalan Al-Qur'an bagi Santri di Pondok Pesantren Yasin Kudus

Penulis: M.Ilham Asnawi, Saifulloh Ahmad

berfokus pada analisis penerapan metode penyucian jiwa (Tazkiyatun Nafs)- seperti shalat tahajud, puasa sunnah, dzikir, dan puasa hati - sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kekuatan hafalan Al-Quran santri. Penelitian di Pondok Pesantren Yasin Kudus bertujuan mengungkap strategi, efektivitas, dan dampaknya terhadap kesiapan mental-spiritual santri dalam menghafal

Keagamaan Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Tren Eyelash Extension di Kalangan Muslimah : Hukum Keabsahan Wudu Dalam Melaksanakan Sholat

Penulis: Zakiyya Nurun Najma, Nayla Permata Wibowo

.

Keagamaan Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pantangan Menyembelih Sapi: Interaksi Budaya dan Agama dalam Membangun Keharmonisan Masyarakat Kudus

Penulis: Najwa Maulida Zahro, Jullanar Firyal Ulayya

Tradisi pantangan menyembelih sapi di masyarakat Kudus merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang mencerminkan adanya interaksi antara budaya dan agama dalam kehidupan sosial. Tradisi ini berakar dari sejarah penyebaran Islam oleh Sunan Kudus yang menggunakan pendekatan dakwah secara bijaksana dengan menghormati kepercayaan masyarakat Hindu yang memuliakan sapi sebagai hewan suci. Meskipun dalam ajaran Islam sapi merupakan hewan yang halal untuk disembelih, masyarakat Kudus tetap mempertahankan pantangan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai toleransi dan sejarah yang telah diwariskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang munculnya tradisi pantangan menyembelih sapi, memahami bentuk interaksi antara nilai budaya dan ajaran agama dalam mempertahankan tradisi tersebut, serta menganalisis perannya dalam membangun keharmonisan masyarakat Kudus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan juru kunci Makam Sunan Kudus dan masyarakat sekitar serta dokumentasi sebagai data pendukung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi hubungan antara aspek budaya dan agama serta dampaknya dalam kehidupan sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pantangan menyembelih sapi tidak berasal dari ajaran agama Islam, melainkan merupakan bentuk kebijakan sosial dan budaya yang bertujuan menjaga keharmonisan antarumat beragama. Tradisi ini menunjukkan adanya proses akulturasi antara budaya lokal dan ajaran Islam yang berjalan secara damai tanpa menimbulkan konflik. Interaksi tersebut menghasilkan nilai-nilai positif seperti toleransi, saling menghormati, dan penghargaan terhadap perbedaan yang masih terjaga hingga saat ini. Selain itu, tradisi ini juga memiliki peran penting dalam menciptakan dan mempertahankan keharmonisan masyarakat Kudus, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun budaya. Dalam kehidupan sosial, tradisi ini menjadi pedoman dalam menjaga kerukunan masyarakat yang majemuk. Dalam aspek ekonomi, terdapat kecenderungan penggunaan kerbau sebagai pengganti sapi dalam kegiatan keagamaan. Sementara itu, dalam aspek budaya, tradisi ini turut membentuk identitas khas daerah, termasuk dalam kuliner lokal. Dengan demikian, tradisi pantangan menyembelih sapi di Kudus tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan integrasi antara budaya dan agama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan toleran. Kata kunci : Pantangan menyembelih sapi, interaksi budaya dan agama, toleransi, keharmonisan masyarakat Kudus

Keagamaan Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Komparasi Metode Qiroa’ati dan Metode Yanbua dalam Meningkatkan Kefasihan Bacaan Al Qur’an di Kabupaten Kudus

Penulis: Amrina Rosyada, Ika Novita Sari

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam memiliki kedudukan penting sebagai pedoman hidup, sumber hukum, dan tuntunan moral, sehingga kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar menjadi hal yang sangat esensial. Pembelajaran membaca Al-Qur’an tidak hanya berfokus pada penguasaan tajwid, tetapi juga pada pemahaman makna dan keindahan bahasa yang terkandung di dalamnya. Dalam praktik pendidikan, terdapat berbagai metode yang dikembangkan, di antaranya metode Qiro’ati dan Yanbu’a. Metode Qiro’ati menekankan pembelajaran melalui teknik musyafahah, yaitu guru membaca kemudian santri menirukan secara tartil sesuai kaidah tajwid, sedangkan metode Yanbu’a menggunakan pendekatan yang lebih sistematis melalui kombinasi musyafahah dan ‘ardhul qira’ah (santri membaca di hadapan guru) serta melibatkan aspek baca-tulis dan hafalan. Kedua metode tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kefasihan bacaan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an, namun perbedaan pendekatan dapat menghasilkan variasi hasil pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode Qiro’ati dan Yanbu’a dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, khususnya di Kota Kudus yang dikenal sebagai pusat pendidikan Islam dengan tradisi pengajaran Al-Qur’an yang kuat. Melalui analisis deskriptif-komparatif, penelitian ini meninjau kelebihan, kekurangan, serta prinsip dasar dari kedua metode tersebut. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi praktis bagi pendidik dalam memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan santri, serta kontribusi teoritis berupa pengembangan kajian akademis mengenai metode pembelajaran Al-Qur’an yang lebih efektif dan relevan dengan konteks pendidikan modern. Kata kunci : Al-Qur’an, pembelajaran, Qiro’ati, Yanbu’a, Kota Kudus.

Keagamaan Tahun 2022/2023
Lihat Detail

PENGARUH INTENSITAS MENGHAFAL AL-QUR’AN TERHADAP KECERDASAN SPIRITUAL DAN MORAL PESERTA DIDIK KELAS X TAHFIDZ MAN 2 KUDUS

Penulis: Nafisah Nur Hamidah, Faza Najla Azkiya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas menghafal Al-Qur’an terhadap kecerdasan spiritual dan moral peserta didik kelas X Tahfidz MAN 2 Kudus. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pendidikan Islam dalam membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual dan moral yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner (angket) dan wawancara. Sampel penelitian berjumlah 35 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas menghafal Al-Qur’an memiliki pengaruh positif terhadap kecerdasan spiritual dan moral peserta didik. Peserta didik yang rutin menghafal Al-Qur’an cenderung memiliki sikap yang lebih tenang, sabar, serta mampu mengendalikan emosi dengan baik. Selain itu, mereka juga menunjukkan peningkatan dalam perilaku moral seperti disiplin, tanggung jawab, dan menjaga tutur kata. Data penelitian juga menunjukkan bahwa 62,9% responden mengalami peningkatan, termasuk dalam aspek akademik, selama proses menghafal Al-Qur’an. Faktor yang mempengaruhi intensitas menghafal Al-Qur’an meliputi faktor internal seperti motivasi dan manajemen waktu, serta faktor eksternal seperti program sekolah, dukungan guru, dan lingkungan pertemanan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi intensitas menghafal Al-Qur’an, maka semakin besar pula pengaruh positifnya terhadap kecerdasan spiritual dan moral peserta didik. Kata kunci: intensitas menghafal Al-Qur’an, kecerdasan spiritual, kecerdasan moral

Keagamaan Tahun 2022/2023
Lihat Detail