1196 Hasil Pencarian

Pemanfaatan Ekstrak Daun Jeruk Nipis(Citrus aurantiifolia) dan Lidah Buaya (Aloe vera) Sebagai Gel Bagi Rambut Tebal Guna Mengurangi Kutu Rambut(Pediculus humanus capitis)

Penulis: Gagah willy Juniartinantono, Michael Abdillah

Penelitian ini dibuat karena masalah kesehatan rambut dan kulit kepala merupakan isu yang sering dialami masyarakat Indonesia,salah satunya ialah infeksi kutu rambut yang banyak menyerang anak-anak dan remaja.penggunaan produk kosmetik dikhawatirkan tidak aman karena kurangnya pengetahuan oleh masyarakat Tujuan penelitian ini adalah menciptakan produk gel yang dapat membunuh atau membasmi kutu rambut(Pediculus humanus capitis) dari kulit kepala dengan memanfaatkan ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) dan gel lidah buaya (Aloe vera). Metode penelitian yang digunakan adalah meliputi proses ekstraksi bahan gel lidah buaya dan daun jeruk nipis, kemudian diformulasikan menjadi gel dengan bantuan hidroksipropil metilselulosa sebagai pembentuk gel dan nipagin sebagai pengawet. Selanjutnya, dilakukan pengujian efektivitas melalui uji coba formula terhadap kutu rambut dengan pengamatan berkala untuk mengetahui kecepatan dan jumlah kematian kutu. Formula 1 (F1) menghasilkan rata-rata kematian kutu sebesar 80% dalam 3 jam, sedangkan formula 2 (F2) mencapai 100% kematian dalam waktu yang sama. Perbedaan ini menunjukkan bahwa F2 lebih efektif, karena konsentrasi ekstrak daun jeruk nipis yang lebih tinggi sehingga meningkatkan kandungan senyawa aktif yang bersifat toksik terhadap kutu rambut.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Sediaan Formulasi Ekstrak Limbah Kulit Pisang sebagai Bahan Dasar Gummy Candies dan Madu sebagai Pemanis Alami untuk Membantu Meningkatkan Gizi pada Anak

Penulis: Shofia Ilma Azzahra, Lathifa Saniya

Mengonsumsi gizi yang seimbang sangat dibutuhkan dan dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan pada masa anak-anak dan remaja. Saat ini masih banyak kulit pisang yang menjadi limbah pertanian sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Kandungan unsur gizi kulit pisang cukup lengkap, seperti karbohidrat, lemak, protein, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B, vitamin C dan air, sehingga kulit pisang mampu meningkatkan gizi pada anak. Madu memilki rasa manis yang berbeda dari gula atau pemanis lainnya. Pembuatan gummy candies ini memiliki karakteristik yang menyenangkan dengan bentuknya yang menarik dengan metode cetak tuang untuk pembuatan ekstrak kulit pisang dengan madu. Tekstur yang kenyal serta rasanya yang manis sehingga diharapkan pembuatan sediaan gummy candies ekstrak kulit pisang dengan madu ini lebih disukai oleh anak-anak dan dapat meningkatkan gizi pada anak untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Berdasarkan hasil uji organoleptik formulasi 2 memiliki hasil yang seimbang karena memiliki tekstur dan rasa yang pas, namun masih adarasa kulit pisang yang memiliki kemungkinan tidak diterima pada lidah anak anak.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

FORMULASI MINYAK BUAH ALPUKAT (Parsea americana Mill) DAN MADU SEBAGAI LIP BALM ALAMI

Penulis: Alya Nur Rizki, Kitana Aisya Az-Zahra

Bibir merupakan bagian tubuh yang rentan mengalami kekeringan dan pecah-pecah karena memiliki lapisan pelindung yang tipis serta minim kandungan melanin. Salah satu upaya untuk menjaga kelembapan bibir adalah dengan menggunakan lip balm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan lip balm alami berbahan minyak biji alpukat (Persea americana Mill) dan madu, mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak biji alpukat terhadap sifat fisik sediaan, serta mengevaluasi kualitas lip balm yang dihasilkan. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium IPA MAN 2 Kudus dengan menggunakan empat formulasi, yaitu F0 (basis), F1 (ekstrak biji alpukat 3%), F2 (6%), dan F3 (9%), yang masing-masing dikombinasikan dengan madu. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, titik leleh, daya lekat, dan daya sebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi memiliki tekstur semi padat, homogen, dan memenuhi persyaratan mutu fisik lip balm. Nilai pH berkisar antara 7,11–7,39, titik leleh antara 56–58,6°C, daya lekat antara 11,3–26,6 detik, dan daya sebar antara 5,72–7,00 cm. Analisis statistik menggunakan One Way ANOVA menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak biji alpukat berpengaruh signifikan terhadap titik leleh, daya lekat, dan daya sebar sediaan. Formulasi ekstrak biji alpukat dan madu berpotensi menjadi alternatif lip balm alami yang aman dan efektif dalam menjaga kelembapan bibir. Kata kunci: lip balm alami, biji alpukat, madu, pelembap bibir, sifat fisik sediaan.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

"Fungisida Eco-enzyme dari Limbah Rumah Tangga Sebagai Pengendalian Penyakit Bercak Daun pada Tanaman Cabai (Capsium annum) yang Disebabkan Oleh Jamur Cercospora capsisi"

Penulis: Nabila Ulifa Husna, Keisha sheila sabita

Penelitian ini dilatarbelakangi penyakit bercak daun yang disebabkan oleh jamur Cercospora capsici yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia yang menyebabkan tanaman cabai tidak bisa mengoptimalkan buahnya secara optimal, mengurangi hasil panen dan kualitas pada tanaman cabai, bahkan penyakit ini dapat menyebabkan tanaman menjadi mati, Penyakit ini umumnya disebabkan oleh jamur atau kondisi lingkungan yang tidak mendukung, dan seringkali memerlukan tindakan pengendalian yang efektif untuk menjaga kesehatan tanaman dan hasil panen. Dengan banyaknya limbah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik dan tidak ditanggulangi oleh masyarakat mempunyai potensi besar untuk mencemari lingkungan dan dapat menimbulkan sumber penyakit pada masyarakat luas akan dijadikan eco-enzyme yang mengandung berbagai usur hara termasuk kalium yang mempunyai peran penting dalam kesehatan tanaman dan sekaligus dapat mengendalian penyakit tanaman cabai yang terkena penyakit bercak daun yang disebabkan jamur Cercospora capsici. Penggunaan fungisida berbasis kimia secara berulang berulang dapat menyebab-kan efek buruk bagi kesehatan tanaman dan lingkungan. Eco-enzyme tersebut dapat dijadikan fungisida alami sehingga aman bagi lingkungan dan baik untuk kesehatan tanaman, penggunaan fungsida juga lebih mudah untuk diaplikasikan ke tanaman dengan cara disemprot di beberapa bagian yang terkena penyakit bercak daun dan pada bagian batang. Kata kunci: Bercak daun, eco-enzyme, fungisida, limbah rumah tangga

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Efektivitas Kombinasi Minyak Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) dan Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata) sebagai Insektisida Nabati terhadap Hama Belalang pada Tanaman Padi

Penulis: Nur Naura Mufida, Halwa Nadia

Pertanian padi memiliki peran penting dalam ketahanan pangan Indonesia, namun produktivitasnya sering terganggu oleh hama, khususnya belalang. Penggunaan insektisida kimia dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia, sehingga sangat diperlukan alternatif yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas kombinasi minyak sereh wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) dan daun sirsak (Annona muricata) sebagai bahan insektisida alami dalam mengendalikan hama padi (Oryza sativa), serta mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan beberapa variasi kosenterasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dari minyak sereh wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) dan daun sirsak (Annona muricata) efektif dalam mengendalikan hama belalang. Konsentrasi 15% menjadi perlakuan terbaik yang mampu menghasilkan tingkat kematian belalang hingga 85% dan menurunkan kerusakan daun menjadi 10%. Perlakuan ini juga mendukung pertumbuhan tanaman padi yang lebih optimal dibandingkan kontrol. Efektivitas tersebut disebabkan oleh kerja sinergis senyawa aktif, yaitu citronella sebagai rapelen dan acetogenis sebagai toksin bagi hama. Dengan demikian, insektisida alami ini berpotensi menjadi solusi sebagai pengendali hama yang ramah lingkungan dan mendukung produktivitas pertanian. Kata kunci: daun sirsak, hama belalang, insektisida alami, minyak sereh wangi, tanaman padi.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

EKSTRAK LIMONENE YANG TERKANDUNG DALAM JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia) SEBAGAI SEMPROTAN PENGUSIR SEMUT (Formicidae)

Penulis: Rifqi Muhammad, Fawwaz Nur Fathoni

Semut (Formicidae) merupakan serangga yang sering ditemukan di lingkungan rumah dan dapat mengganggu kebersihan makanan. Penggunaan insektisida kimia untuk mengusir semut dinilai kurang ramah lingkungan dan berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif alami yang lebih aman, salah satunya menggunakan ekstrak jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) yang mengandung senyawa limonene dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak jeruk nipis sebagai semprotan pengusir semut berdasarkan variasi konsentrasi larutan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen sederhana dengan pendekatan kuantitatif. Variasi konsentrasi yang digunakan yaitu 0%, 25%, 50%, dan 75%. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah semut sebelum dan sesudah penyemprotan serta waktu yang dibutuhkan semut untuk menjauh dari sumber makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak jeruk nipis, semakin efektif daya usir terhadap semut. Konsentrasi 75% merupakan perlakuan paling efektif dengan jumlah semut tersisa paling sedikit dan waktu pengusiran tercepat. Dengan demikian, ekstrak jeruk nipis berpotensi digunakan sebagai alternatif pengusir semut alami yang aman, murah, dan ramah lingkungan. Kata kunci : jeruk nipis (Citrus aurantiifolia), limonene, semut (Formicidae), pengusir semut alami, ramah lingkungan.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

KARAKTERISTIK PEMBUATAN PLASTIK DARI TANAMAN SINGKONG(Manihot Esculenta) DAN GLISEROL

Penulis: Muhammad Zidan Syauqillah, Chodijah Qotrunnada

Plastik konvensional berbahan dasar minyak bumi memiliki sifat sulit terurai sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan berpotensi membahayakan ekosistem. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan plastik biodegradable sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Salah satu bahan alam yang berpotensi digunakan adalah pati singkong karena kandungan pati yang tinggi, mudah diperoleh, dan bersifat terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik plastik biodegradable berbahan dasar pati singkong dengan penambahan gliserol sebagai plasticizer serta menentukan komposisi terbaik berdasarkan sifat mekanik dan biodegradabilitasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Tahapan penelitian meliputi pembuatan pati dari kulit singkong, pencampuran pati dengan gliserol dan asam asetat, proses pemanasan dan pencetakan, serta pengujian karakteristik plastik. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kekuatan tarik, persen pemanjangan saat putus, elastisitas (modulus Young), biodegradabilitas menggunakan metode soil burial test, serta analisis gugus fungsi menggunakan spektrofotometer FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi terbaik diperoleh pada penggunaan 12 gram pati dan 4 ml gliserol dengan kekuatan tarik sebesar 0,02122 MPa dan persen pemanjangan saat putus sebesar 3,5%. Plastik biodegradable yang dihasilkan mampu terdegradasi di dalam tanah selama 14 hari. Analisis FTIR menunjukkan tidak terbentuknya gugus fungsi baru, sehingga sifat plastik dipengaruhi oleh komponen penyusunnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pati singkong berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku plastik biodegradable yang ramah lingkungan. Kata kunci: biodegradabilitas, gliserol, pati singkong, plastik biodegradable

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pemanfaatan Limbah Organik Kulit Buah Jeruk (Citrus sinensis) dan Pisang (Musa paradisiaca) menjadi Eco Enzyme untuk Mempercepat Inisiasi Radikula Biji Kacang Hijau

Penulis: Muhammad Wildan Fahri Nawaruddin, Chandra Nurkusuma Wardani

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan penumpukan limbah organik kulit buah yang belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal memiliki potensi besar untuk membantu pertumbuhan tanaman. Meskipun penelitian mengenai eco enzyme sudah banyak dilakukan, namun masih terdapat celah penelitian terkait efektivitas dosis spesifik campuran kulit jeruk (Citrus sinensis) dan kulit pisang (Musa paradisiaca) terhadap percepatan inisiasi radikula kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi pengolahan limbah menjadi eco enzyme guna mempercepat proses pecah benih. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan konsentrasi (P0, P1, P2, P3, dan P4). Penelitian ini diuji melalui dua kali replikasi dengan durasi pengamatan selama 32 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eco enzyme terbukti efektif mempercepat inisiasi radikula dibandingkan kontrol. Nama Perbandingan Perlakuan Persentase Pecah Benih Hasil P0 500 ml air (kontrol) 75% Pecah benih berjalan normal P1 500 ml air : 1 ml EE 100% Pecah benih lebih cepat di bandingkan kontrol P2 500 ml air : 2 ml EE 75% Pecah benih sedikit lebih cepat daripada kontrol P3 500 ml air : 3 ml EE 75% Pecah benih sedikit lebih cepat daripada kontrol P4 500 ml air : 5 ml EE 50% Pecah benih lebih lambat dari kontrol Perlakuan P1 (konsentrasi terendah) ditemukan sebagai dosis paling optimal dengan tingkat keberhasilan 100% pada jam ke-32, sedangkan konsentrasi yang terlalu tinggi (P4) justru menghambat pertumbuhan akibat tekanan osmotik dan tingkat keasaman yang tinggi. Kesimpulannya, pemberian eco enzyme dalam dosis rendah merupakan solusi efektif untuk mempercepat pertumbuhan awal benih. Penelitian ini berimplikasi pada tersedianya metode pengolahan limbah kulit buah menjadi produk bermanfaat yang dapat membantu masyarakat mempercepat masa tanam secara alami dan ekonomis. Kata Kunci: Eco enzyme, Inisiasi radikula, Kacang hijau, Kulit buah, Limbah organik.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Formulasi Sabun Cuci Tangan Organik dari Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) dan daun kemangi (Ocimum basilicum Linn).

Penulis: Nawra Almaas Tyfara, Amira Azzah Ramadlani

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi dan daun sirsak memiliki potensi sebagai antibakteri alami. Pada penelitian ini, proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi. Formulasi sabun cair dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 10%, 20%, dan 30%. Berdasarkan parameter uji sifat fisik yang dilakukan, diketahui bahwa ekstrak daun kemangi dan daun sirsak dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun cair. Variasi konsentrasi ekstrak memberikan pengaruh terhadap uji organoleptik, terutama pada warna dan aroma sediaan. Pada uji pH, diperoleh nilai pH berkisar antara 8–10. Berdasarkan hasil evaluasi formulasi, sediaan sabun cair menunjukkan karakteristik fisik yang baik dan memenuhi parameter pengujian.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

(MOTOBOT) SMART INSTALLATION OF E-KTP ON MOTORCYCLES WITH INTELLIGENT ALGORITHM FOR IOT-BASED TERINTEGRASI DENGAN APLIKASI TELEGRAM UNTUK MENGATASI PELANGGARAN LALU LINTAS DAN INOVASI TRANSPORTASI MASA DEPAN

Penulis: Muhammad Rifky Aditya, Ahsanu Amala

Keselamatan berkendara sepeda motor masih menjadi permasalahan penting di masyarakat, khususnya akibat penggunaan kendaraan oleh anak di bawah umur serta kurangnya perawatan rutin yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan MoToBot Cerdas, yaitu sistem pengaman sepeda motor berbasis Internet of Things (IoT) yang memanfaatkan E-KTP sebagai pengganti kunci kontak serta dilengkapi timer pengingat servis otomatis. Sistem dibangun menggunakan NodeMCU ESP8266, sensor RFID MFRC522, relay, dan terintegrasi dengan aplikasi Telegram untuk mengirim notifikasi waktu servis kepada pengguna. Metode penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MoToBot mampu membatasi penggunaan sepeda motor hanya bagi pemilik yang terverifikasi, mengurangi potensi penyalahgunaan oleh anak di bawah umur, serta meningkatkan kesadaran perawatan kendaraan melalui pengingat servis berkala. Berdasarkan uji coba dan tanggapan pengguna, sistem dinilai layak, efektif, dan praktis sebagai inovasi teknologi untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban berlalu lintas. Kata kunci: IoT, RFID, E-KTP, keselamatan lalu lintas, pengaman sepeda motor, notifikasi servis.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail