1196 Hasil Pencarian
Eksistensi Perempuan Berbusana Muslimah di Purwodadi dalam Meminimalisir Kejahatan Seksual
Penulis: Galih Syaiful Al-ikhsan, Mohamad Noor Ichsan
Penelitian ini menganalisis peran busana Muslimah dalam meminimalisir kejahatan seksual di Purwodadi. Pakaian dalam Islam tidak hanya berfungsi sebagai penutup aurat, tetapi juga memiliki nilai moral dan sosial yang dapat menciptakan rasa aman bagi perempuan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan 54 responden perempuan berbusana Muslimah berusia 17-20 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46.3% responden setuju dan 37% sangat setuju bahwa berpakaian Muslimah meningkatkan rasa aman di tempat umum, sementara 11.1% tidak setuju dan 5,6% sangat tidak setuju. Selain itu, 40,7% responden setuju dan 40,7% sangat setuju bahwa pakaian Muslimah dapat mengurangi risiko pelecehan seksual. sementara 13% tidak setuju dan 5,6% sangat tidak setuju. Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas responden percaya bahwa berpakaian Muslimah dapat membantu dalam meminimalisir risiko kejahatan seksual. Namun, faktor lain seperti lingkungan sosial, pendidikan, dan penegakan hukum juga berpengaruh dalam pencegahan kejahatan seksual. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lebih lanjut mengenai norma berpakaian serta perlindungan hukum bagi perempuan. Studi ini diharapkan menjadi referensi bagi masyarakat dan akademisi dalam memahami keterkaitan antara busana Muslimah dan keamanan perempuan. Kata Kunci: Busana Muslimah, Kejahatan Seksual, Keamanan Perempuan, Persepsi Masyarakat, Pencegahan Kejahatan
Analisis Respon Masyarakat terhadap Pekerja Seks Komersial dalam Menunjang Ekonomi Rumah Tangga (Studi Kasus di Wergu Wetan Kudus)
Penulis: Muhammad Cavan Rijal Mughits, Gilang Pramudya
Fenomena Pekerja Seks Komersial (PSK) menjadi salah satu permasalahan sosial yang kompleks di Indonesia, dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan sosial. Masyarakat memiliki pandangan yang beragam terhadap keberadaan PSK, yang berkisar antara penerimaan dengan toleransi terbatas hingga penolakan yang kuat. Di satu sisi, profesi ini dianggap bertentangan dengan nilai moral dan norma sosial, namun di sisi lain, realitas ekonomi yang sulit sering kali memaksa individu tertentu untuk menjalaninya sebagai bentuk bertahan hidup. Kondisi ini memunculkan dinamika sosial yang beragam, termasuk stigma dan diskriminasi yang dialami PSK dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif untuk mengkaji respons masyarakat terhadap PSK di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Data dikumpulkan melalui kuisioner yang melibatkan 20 responden dari masyarakat setempat serta wawancara dengan PSK sebagai subjek utama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas PSK di daerah ini memilih pekerjaan tersebut karena tekanan ekonomi yang tinggi, dengan 3 dari 4 responden PSK menyatakan bahwa faktor finansial menjadi alasan utama mereka bekerja di sektor ini. Meskipun demikian, 2 dari 4 responden mengungkapkan adanya faktor lain, seperti tekanan sosial yang turut memengaruhi keputusan mereka. Dari sisi masyarakat, 59% responden menyatakan ketidaksetujuan terhadap PSK sebagai penunjang ekonomi rumah tangga, sedangkan 41% menunjukkan sikap yang lebih toleran terhadap keberadaan mereka. Temuan ini mengindikasikan adanya perbedaan persepsi di dalam masyarakat, yang mencerminkan kompleksitas hubungan antara aspek ekonomi, moralitas, dan norma sosial dalam menanggapi keberadaan PSK. Kata kunci: Pekerja Seks Komersial, Persepsi Masyarakat, Faktor Ekonomi, Stigma Sosial, Wergu Wetan.
Pengaruh Pendidikan Agama terhadap Akhlak Peserta Didik Madrasah Aliyah Negeri 2 Kudus di Era Digital
Penulis: Nadia Salsabila, Elfa Dwi Arini
Era digital saat ini memberikan berbagai tantangan baru bagi perkembangan akhlak peserta didik, terutama dengan semakin mudahnya akses terhadap informasi melalui internet dan media sosial. Kemajuan teknologi yang seharusnya memberikan kemudahan dalam pembelajaran justru dapat berdampak negatif terhadap karakter peserta didik apabila tidak diimbangi dengan nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat. Oleh karena itu, pendidikan agama memegang peran yang sangat penting dalam membentuk dan menjaga akhlak peserta didik agar tetap sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pendidikan agama terhadap pembentukan akhlak peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kudus dalam menghadapi era digital yang penuh tantangan dan godaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara mendalam. Kuesioner disebarkan kepada 30 responden peserta didik MAN 2 Kudus, dan wawancara dilakukan dengan beberapa informan kunci, termasuk ketua MPK dan ketua Irmush. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif dengan mengidentifikasi pola-pola tematik yang muncul dari respon peserta didik dan narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam di MAN 2 Kudus memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan akhlak peserta didik. Hal ini terlihat dari tingginya persentase peserta didik yang setuju dan sangat setuju bahwa pelajaran agama membentuk sikap positif mereka, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam bermedia sosial. Nilai-nilai keagamaan yang diajarkan di madrasah, seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan kesopanan, mampu membentengi peserta didik dari pengaruh buruk era digital. Guru agama tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi teladan dalam akhlak dan sikap. Kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, tadarus, dan kajian agama pun turut memperkuat pembentukan karakter peserta didik. Kata kunci: Pendidikan agama, akhlak, peserta didik, era digital, MAN 2 Kudus.
Peran Kyai dalam Pengembangan Karakter Santri: Studi Kasus Pondok Pesantren Yasin
Penulis: Hirza Albi Hilmawan, Achmad Juniaries Divatama
Pondok pesantren memiliki peran penting dalam pembentukan karakter santri, di mana kyai berperan sebagai figur utama dalam membimbing, mendidik, dan memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Pondok Pesantren Yasin (Ponpes Yasin) merupakan Pondok Pesantren yang terletak di kelurahan Sunggingan, kecamatan Kota, kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kyai dalam pengembangan karakter santri di Pondok Pesantren Yasin. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kyai berperan sebagai pendidik, pembimbing spiritual, serta panutan dalam aspek moral dan sosial. Strategi yang digunakan dalam pembinaan karakter santri meliputi keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan ibadah dan kedisiplinan, serta penyampaian nasihat melalui tausiyah dan interaksi langsung. Meskipun menghadapi tantangan seperti perbedaan latar belakang santri dan pengaruh teknologi, kyai tetap mampu menerapkan metode pembelajaran yang efektif dalam membentuk karakter santri yang disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan mengenai pentingnya peran kyai dalam pendidikan karakter serta relevansinya dalam menghadapi tantangan era modern. Kata Kunci: Peran Kyai, Pengembangan Karakter, Santri, Pesantren, Pendidikan Islam.
Komparasi Kemandirian Berlandaskan Jiwa Entrepreneurship ditinjau dari Usaha Mandiri Siswa Man 2 Kudus
Penulis: Putri Mazaya Salsabila, Yunita Aulia Rahma Sayekti
Penelitian ini membahas hubungan antara jiwa entrepreneurship dan tingkat kemandirian siswa dalam menjalankan usaha mandiri di MAN 2 Kudus. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana jiwa entrepreneurship berpengaruh terhadap kemandirian siswa serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat perkembangan kemandirian mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki jiwa entrepreneurship yang kuat cenderung lebih mandiri, kreatif, serta mampu mengambil keputusan secara mandiri dalam menjalankan usaha mereka. Selain itu, dukungan dari sekolah, guru, dan keluarga turut berperan dalam membentuk kemandirian siswa. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa program kewirausahaan yang diterapkan di sekolah dapat meningkatkan sikap mandiri siswa. Namun, masih terdapat beberapa hambatan, seperti keterbatasan modal, kurangnya pengalaman, serta pola pikir ketergantungan terhadap orang tua. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan dukungan dari berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung pengembangan jiwa entrepreneurship siswa. Dengan adanya dukungan yang optimal, diharapkan siswa mampu menghadapi tantangan dunia usaha dengan lebih percaya diri dan siap bersaing di masa depan.
Peran Sanggar Paringga Jati Raras Kabupaten Pati dalam Melestarikan Budaya Lokal di Era Modernisasi
Penulis: Najla Huwaida Syafiq, Tiur Dias Arzuka
Sanggar seni memiliki peran penting dalam melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi yang semakin kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sanggar Paringga Jati Raras Pati dalam menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Paringga Jati Raras Pati berperan sebagai wadah edukasi, pelatihan, dan pertunjukan seni yang mengangkat budaya lokal, seperti tari tradisional, gamelan, dan kesenian khas Nusantara. Selain itu, sanggar ini juga aktif mengikuti kegiatan daerah dan kompetisi seni untuk menarik minat generasi muda. Kesimpulannya, Sanggar Paringga Jati Raras Pati memiliki peran strategis dalam pelestarian budaya lokal di era modernisasi dengan berbagai inovasi yang dilakukan. Diharapkan, keberadaan sanggar seni seperti ini mendapat dukungan lebih luas agar dapat terus berkembang dan menjaga warisan budaya daerah.
Analisis Diferensiasi Gaya Belajar Santri Boarding School Darul Adzkiya’ dari Tinjauan Jurusan Sekolah di MAN 2 Kudus
Penulis: Nur Aini Ali, Shaumi Noorramadhani
Kebiasaan siswa dalam kehidupan sehari-hari mempengaruhi gaya belajar yang dimilikinya. Perbedaan kategori saat pembelajaran akan membangun lingkungan belajar yang menarik dan tercapai karena unsur pembiasaan. Kategori atau cara belajar siswa didefinisikan sebagai modalitas belajar atau gaya belajar siswa. Gaya belajar adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan menyerap Pelajaran. Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Perbedaan ini tentunya membawa pengaruh kepada lingkungan pertemanan mereka. Termasuk bagi seorang santri boarding school yang tinggal bersama teman-teman dengan gaya belajar yang bervariasi. Oleh karena itu, penulis ingin membuat penelitian tentang pengaruh gaya belajar santri terhadap lingkungan pertemanan. Tujuan penelitian Analisis Diferensiasi Gaya Belajar Santri Boarding School Darul Adzkiya’ dari Tinjauan Jurusan Sekolah di MAN 2 Kudus yaitu untuk mengetahui (1) gaya belajar santri boarding school (2) cara santri menyesuaikan gaya belajar dengan peraturan boarding school (3) pengaruh gaya belajar terhadap lingkungan pertemanan di boarding school. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan subjek penelitian yaitu santri Boarding School Darul Adzkiya’ di MAN 2 Kudus. Peneliti mengambil sampel untuk memperoleh data penelitian dengan teknik simple random sampling. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan observasi dan wawancara. Secara deskriptif, hasil penelitian menunjukan: (1) secara umum, santri Boarding School Darul Adzkiya' memiliki pemahaman yang baik tentang gaya belajar, (2) beberapa strategi yang dilakukan santri untuk memaksimalkan gaya belajar antara lain mengikuti kegiatan boarding school sesuai jadwal, mencari kenyamanan belajar yang sesuai dengan gaya belajar masing-masing, dan mengefisienkan waktu belajar, (3) lingkungan pertemanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap para santri, oleh karena itu penting bagi santri untuk memilih lingkungan pertemanan yang positif dan mendukung proses pembelajaran mereka.
EWOM Kairos : Eksistensi The Bandwagon Effect pada Pemilih Pemula
Penulis: Lakeisha Fathyaulya, Reninda Dwi Astuti
Isu politik yang dikeluarkan beberapa tokoh menjadi salah satu cara menarik perhatian pemilik suara, terutama pemilih pemula. Influencer menjadi merupakan oknum yang dapat menggiring opini publik untuk mendulang suara bagi politikus. Belum berpengalamannya gen Z membuat mereka mudah untuk terombang-ambing dalam dunia politik. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui peran influencer dan dampaknya terhadap pemilih pemula dalam kontestasi politik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode netnografi, penelitian ini berfokus pada bagaimana fenomena influencer, baik yang dibayar maupun tidak dibayar, mempengaruhi keputusan politik pemilih pemula. Temuan pertama mengungkapkan bahwa identitas sosial memegang peran penting dalam politik dan erat kaitannya dengan bandwagon effect, dimana individu cenderung memilih kandidat yang dianggap populer atau didukung oleh banyak orang yang dianggap berada dalam satu komunitas. Kedua, baik word of mouth (WOM) maupun electronic word of mouth (EWOM) terbukti berpengaruh besar dalam proses pembentukan pilihan politik dan identitas sosial di masyarakat, terutama di kalangan pemilih muda yang terpapar informasi secara digital. Ketiga, penelitian menunjukkan bahwa penyebaran citra kandidat melalui influencer lebih efektif dalam menarik simpati masyarakat dibandingkan kampanye ideologis. Terakhir, temuan ini menegaskan bahwa influencer dalam arti luas, termasuk politisi itu sendiri, memainkan peran signifikan dalam kontestasi politik. Penggunaan influencer dalam kampanye politik, baik secara langsung maupun tidak langsung, menyebabkan perbedaan sikap politik di kalangan masyarakat, memunculkan favoritisme yang tajam. Penelitian ini menyoroti dinamika penggunaan influencer dalam politik, terutama bagi pemilih pemula yang lebih rentan terhadap pengaruh media sosial dan tren yang dibawa oleh figur-figur terkenal.
"LETSCI! Board Game (Let’s Stop Smoking Cigarette!)" Upaya Preventif Kebiasaan Merokok di Kalangan Remaja Menggunakan Permainan LETSCI Board Game
Penulis: Fannysa Henriani, Reina Elvira Safitri
Merokok di kalangan remaja sering terjadi akibat berbagai motivasi, seperti mencari pengakuan atau mengatasi kekecewaan. Data WHO menunjukkan 30% perokok dunia adalah remaja. Merokok memberi dampak buruk pada kesehatan fisik dan mental, bahkan menghambat pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dampak permainan LETSCI Board Game dalam mengurangi kebiasaan merokok pada remaja.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali fenomena secara mendalam. Peneliti melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh data primer dari siswa di MAN 2 Kudus. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, dengan fokus pada pemahaman sebab dan makna fenomena merokok di kalangan remaja. Pengumpulan data melibatkan survei dan wawancara mendalam untuk menggali informasi terkait kebiasaan merokok dan pengaruh lingkungan terhadap perilaku tersebut. LETSCI Board Game diterapkan pada remaja untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya merokok. Penelitian pada siswa MAN 2 Kudus menunjukkan permainan ini efektif dalam mengurangi minat merokok melalui pendekatan interaktif. Hasil angket membuktikan dampak positif, dengan peserta lebih memahami risiko rokok. Dibandingkan dengan yang tidak bermain, peserta menunjukkan perubahan sikap lebih berhati-hati terhadap merokok. Penelitian pada remaja MAN 2 Kudus menunjukkan bahwa LETSCI Board Game efektif meningkatkan kesadaran akan bahaya merokok. Remaja cenderung merokok karena pengaruh lingkungan, tetapi permainan ini membantu mereka memahami risikonya dan lebih termotivasi untuk berhenti. Saran: Sekolah dapat memanfaatkan permainan ini dalam edukasi kesehatan. Orang tua perlu menciptakan lingkungan bebas rokok. Peneliti selanjutnya diharapkan mengembangkan media edukatif lebih inovatif Keyword: Remaja, Merokok, LETSCI Board Game, Permainan tebak gambar
Mutiara Tamu Harian: Strategi Masyarakat Moro Demak dalam Mengubah Bencana Rob menjadi Anugerah
Penulis: Nadia Salsabila
Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis strategi adaptasi masyarakat Desa Moro Kecamatan Bonang Kabupaten Demak dalam penanganan bencana banjir rob, dan (2) menganalisis dampak bencana banjir rob terhadap aktivitas ekonomi di Desa Moro Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pemaparan secara deskriptif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sebagian masyarakat Desa Moro yang menganggap banjir rob ini sebagai berkah dan anugerah. Strategi adaptasi yang dilakukan melalui (1) strategi adaptasi secara fisik, (2) strategi adaptasi secara ekonomi, dan (3) strategi adaptasi secara sosial. Kata Kunci: Strategi Adaptasi, Masyarakat Pesisir, Bencana Banjir Rob, Aktivitas Ekonomi