1196 Hasil Pencarian
MENTAL ALTER EGO SEBAGAI REPRESENTASI DIRI PALSU DALAM KASUS BULLYING DI MAN 2 KUDUS
Penulis: Az Zahra Sholikah, Alifa Salsabila Rosyada
Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena bullying dan pembentukan alter ego sebagai mekanisme pertahanan psikologis pada siswa MAN 2 Kudus. Fenomena bullying yang terjadi, baik secara verbal seperti ejekan dan hinaan maupun nonverbal seperti pengucilan dan kekerasan fisik, menimbulkan tekanan sosial dan emosional yang signifikan bagi korban. Tekanan tersebut dapat mengganggu kestabilan emosi, kepercayaan diri, serta hubungan sosial korban dengan lingkungan sekitarnya. Dalam kondisi demikian, sebagian siswa berusaha melindungi diri dengan membentuk alter ego sebagai identitas alternatif untuk mengurangi rasa sakit emosional, mempertahankan harga diri, serta menyalurkan perasaan yang tidak dapat diungkapkan secara langsung Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk memilih informan yang relevan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif guna memahami pengalaman subjektif korban bullying dan proses terbentuknya alter ego sebagai bentuk adaptasi psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alter ego berperan penting dalam membantu korban mengendalikan emosi negatif, mengurangi rasa cemas, serta memperkuat ketahanan psikologis. Namun, keberadaan alter ego juga berpotensi menimbulkan kebingungan identitas dan kesulitan dalam membangun hubungan sosial yang autentik. Temuan ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika psikologis remaja korban bullying serta menjadi dasar bagi perumusan strategi preventif dan program konseling yang lebih efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan suportif Kata kunci: Bullying, Alter Ego, Remaja, Psikologis
“ Program Konseling Berbasis Psychoeducation Dan Terapi Gamelan Jawa Relaxation Sebagai Upaya Penurunan Insonmia Di kelas XII-10 dan XII-13 MAN 2 Kudus “
Penulis: M. Azka Ubaidillah, Adli Aditya Pratama
Abstrak Insomnia merupakan gangguan tidur yang banyak dialami siswa remaja dan berpengaruh pada pemfokusan, kesehatan mental, serta prestasi belajar. Faktor penyebab utamanya antara lain stres akademik, penggunaan gadget, dan pola tidur yang berantakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program konseling berbasis psychoeducation dan terapi Gamelan Jawa Relaxation dalam menurunkan tingkat insomnia pada siswa MAN 2 Kudus. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif. Sampel penelitian adalah siswa yang mengalami gejala insomnia, dengan instrumen berupa survei insomnia dan observasi kualitas tidur. Kajian data dilakukan dengan pengujian hipotesis untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychoeducation memperluas pemahaman siswa tentang insomnia, terapi Gamelan Jawa Relaxation efektif menurunkan gangguan tidur melalui relaksasi, dan kombinasi keduanya memberikan pengaruh paling signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur siswa. Dengan demikian, program ini dapat dijadikan alternatif strategi bimbingan konseling berbasis budaya lokal untuk meningkatkan kesehatan mental dan prestasi belajar siswa.
FORMULASI EKSTRAK BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) DAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) BERSAPONIN TINGGI SEBAGAI DETERGEN PENCUCI PIRING RAMAH LINGKUNGAN
Penulis: Lum’Atun Nuril Lathifah, Zuleika Farah Nora
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi deterjen pencuci piring berbahan alami dari kombinasi ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dan bunga telang (Clitoria ternatea) yang memiliki kandungan saponin tinggi. Penelitian dilakukan dengan membuat tiga variasi formulasi (F1, F2, F3) berdasarkan perbedaan konsentrasi ekstrak. Parameter yang diuji meliputi uji organoleptik (warna, aroma, tekstur, banyaknya busa, dan kesan keseluruhan), uji efektivitas lemak, dan daya busa. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa formulasi F3 memperoleh nilai rata-rata tertinggi (4,5) yang menunjukkan tingkat penerimaan panelis paling baik. Formulasi F3 juga menghasilkan busa yang paling stabil dan efektif dalam membersihkan. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak belimbing wuluh dan bunga telang dapat menjadi bahan aktif deterjen pencuci piring ramah lingkungan yang aman, efektif, dan mudah dibuat. Kata kunci: belimbing wuluh, bunga telang, saponin, deterjen ramah lingkungan, uji organoleptik.
Formulasi Sediaan Hair Tonic dari Kombinasi Ekstrak Oatmeal (Avena sativa) dan Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera)
Penulis: Zidny Kayyisa Raihany, Tandia Maya Lutfiya
Penelitian eksperimental ini memformulasi sediaan hair tonic dari kombinasi ekstrak lidah buaya (Aloe vera) dan oatmeal (Avena sativa) pada konsentrasi 10% (F1), 20% (F2), dan 30% (F3) untuk menentukan komposisi paling optimal. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pH, homogenitas, stabilitas fisik, dan iritasi yang menunjukkan bahwa seluruh formula aman (non-iritatif) dengan pH sesuai fisiologi kulit kepala (4,5–5,5), namun formula F1 (10%) merupakan komposisi paling optimal karena memiliki kejernihan, homogenitas, dan stabilitas fasa terbaik tanpa membentuk endapan. Kata Kunci: Hair tonic, Aloe vera, Avena sativa, formulasi, stabilitas.
Formula Puding Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Alpukat (Persea americana) untuk Membantu Mengatasi Stunting pada Anak-anak.
Penulis: Shofiya Tamama Ma'rifati, Sofia Anaya Sasmita
Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak akibat kurangnya asupan nutrisi. Salah satu upaya pencegahannya adalah melalui pemberian makanan tambahan bergizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui formula terbaik puding daun kelor (Moringa oleifera) dan alpukat (Persea americana) sebagai makanan tambahan untuk membantu mengatasi stunting. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan tiga formula perbandingan daun kelor dan alpukat yang berbeda. Penilaian dilakukan melalui uji organoleptik dan uji hedonis oleh 10 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formula 1 merupakan formula terbaik dengan rasa sedikit pahit, warna hijau muda, dan tekstur lembut. Pada uji hedonis, Formula 1 memperoleh nilai rata-rata tertinggi yaitu 4,2 dibandingkan formula lainnya. Berdasarkan hasil tersebut, puding daun kelor dan alpukat berpotensi menjadi makanan tambahan bergizi untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak dan mendukung pencegahan stunting. Kata kunci: alpukat,daun kelor,pudding,stunting.
SENOPI (Seng Nanopartikel) : Inovasi Fotokatalis Cerdas Berbasis Limbah untuk Pewarna Sintesis Menuju Air Bersih Berkelanjutan
Penulis: Sabrina Aulia Husna, Rihania Aurora Putri Wyda
Dalam penelitian ini, fotokatalis berbasis seng oksida (ZnO) didegradasi untuk mengurangi pencemaran air yang disebabkan oleh limbah pewarna tekstil berbahaya. Industri tekstil yang berkembang pesat menghasilkan limbah pewarna berbahaya seperti Rhodamine B, Auramine, dan Brilliant Blue. Limbah ini berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan manusia. ZnO, yang telah terbukti efektif dalam mengurangi intensitas pigmen pada air, adalah salah satu solusi yang disarankan. Seng oksida dapat dibuat dari berbagai limbah seng, seperti debu filter yang digunakan untuk membuat baja atau pelat seng dari limbah atap seng, yang sangat umum di Indonesia. Penggunaan seng oksida sebagai fotokatalis bertujuan untuk mengurangi risiko limbah pewarna tekstil dan mencegah pencemaran air oleh logam berat seng. Dalam penelitian ini, telah dilakukan sintesis ZnO dari limbah elektroda dan seng galvalum. ZnO yang telah disintesis digunakan untuk sistem penjernih air yang menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT) dengan perangkat ESP8266, sensor pH dan TCS3200 untuk memantau kualitas air secara real-time dengan melihat warna, pH, dan kekeruhan. Hasil karakterisasi FT-IR, XRD, SEM-EDX menunjukkan bahwa ZnO telah berhasil sintesis dengan ukuran kristal sebesar ZnO I adalah 26,42 nm, pada ZnO II adalah 20,93 nm, dan pada ZnO III adalah 25,19 nm. Pada penggunaan sensor pH menghasilkan pH 7 dengan konsentrasi yang berbeda-beda tiap jenis warna. Pengujian sensor warna dilakukan pada brilliant blue, rhodamin b, dan auramin. Brilliant blue menghasilkan RGB 57, 166, dan 244 yang menunjukkan warna biru muda. Pada rhodamin b menghasilkan RGB 247, 176, dan 232 yang menunjukkan warna merah muda. Pada auramin menghasilkan RGB 202, 212, dan 181 yang menunjukkan warna kuning muda. Penerapan perangkat IoT pada Sistem Penjernih Air Berbasis Internet of Things (IoT) dapat membantu proses pengontrolan air sungai yang tercemar pewarna tekstil. Kata Kunci: Auramine, Brilliant Blue, IoT, Rhodamine B, dan ZnO
Pengaruh Variasi Konsentrasi Gliserol Terhadap Karakteristik Sabun Kertas Berbahan Dasar Texapon Dengan Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa Acuminata Balbisiana)
Penulis: Abida Jasmine, Rachel Khumaira Widodo
Sabun kertas merupakan inovasi produk pembersih yang praktis dan mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gliserol terhadap karakteristik sabun kertas berbahan dasar texapon dengan penambahan ekstrak kapok, ditinjau dari perbedaan sifat fisiknya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan membuat dua variasi sabun kertas, yaitu Adonan A dengan gliserol 5 ml dan Adonan B dengan gliserol 10 ml. Proses penelitian dilakukan melalui tahap pencampuran bahan, pencetakan menggunakan baking paper, pengeringan, serta pengujian karakteristik fisik sabun kertas yang meliputi tekstur, kekuatan lembaran, waktu larut, jumlah busa, dan daya tahan selama penyimpanan. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif komparatif dengan membandingkan hasil pengamatan dari kedua sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi gliserol berpengaruh terhadap kualitas sabun kertas. Sabun kertas dengan konsentrasi gliserol 10 ml menghasilkan tekstur yang lebih lentur, tidak mudah sobek, busa lebih stabil, serta memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan konsentrasi gliserol 5 ml. Dengan demikian, gliserol berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan stabilitas sabun kertas berbahan dasar texapon dengan penambahan ekstrak kapok.
Biofoam Berbahan Pati Jagung (corn starc) dengan Bahan Pengisi Filler Limbah Kulit Nanas (Nanas comosus L.) sebagai Pengganti Polystyrene
Penulis: Azkiya Althafunnisa, Nayla Ni'ma Ajriya
Bahayanya Styrofoam bagi lingkungan menjadikan motivasi bagi kami untuk membuat biofoam dengan memanfaatkan limbah kulit nanas
Optimasi Pemurnian Minyak Jelantah Menggunakan Bentonit Teraktivasi sebagai Upaya Pengurangan Limbah dan Peningkatan Nilai Ekonomis
Penulis: Muhammad Haetamy, Nauval Aglis Putra
Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga dan industri yang dapat membahayakan kesehatan serta mencemari lingkungan apabila digunakan berulang atau dibuang sembarangan karena lengandung senyawa berbahaya seperti asam lema ebas dan peroksida. Penelitian ini bertujuan mengka proses pemurnian miny?k jelantah menggunakan bentonit teraktivasi dan pemanfaatannya sebagai bahan baku pembuatan sabun cair. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen melalui tahap aktivasi bentonit dengan larutan HCl, pemurnian minyak jelantah menggunakan proses adsorpsi, serta pembuatan sabun cair melalui saponifikasi dengan KOH. Parameter yang diamati meliputi angka asam, angka peroksida, dan karakteristik sabun yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentonit teraktivasi mampu meningkatkan daya adsorpsi sehingga menurunkan angka asam dari 1,2 menjadi 0,4 mg KOH/g dan angka peroksida dari 12 menjadi 6 mek O,/kg, yang menandakan peningkatan kualitas minyak. Minyak hasil pemurnian juga berhasil diolah menjadi sabun cair dengan karakteristik fisik yang baik, seperti homogen, berbusa baik, berwarna kuning muda, dan beraroma harum. Dengan demikian, pemurnian minyak jelantah menggunakan bentonit teraktivasi serta pengolahannya menjadi sabun cair erbukt? etektit untuk mengurang? l?mbah sekaligu meningkatkan ekonomi ramah lingkungan dan berkelanjutan.
AFPAR: Inovasi Anti-Fire Paper dari Pati Kulit Singkong (Manihot esculenta) dan Ekstrak Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) sebagai Pemutus Rantai Pembakaran pada Kertas
Penulis: Muhammad Asyraf Saputro, Muhammad Wildan Fahri Nawaruddin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko kerugian material akibat kebakaran rumah tangga, di m ana buku dan dokumen penting menjadi benda yang paling mudah terbakar dan mempercepat perambatan api. Fokus utama riset ini adalah menciptakan inovasi kertas tahan api yang disebut AFPAR (Anti-Fire Paper) dengan memanfaatkan limbah kulit singkong (Manihot esculenta) dan ekstrak jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Pemilihan bahan tersebut didasarkan pada kandungan Potassium Citrate yang mampu memutus rantai reaksi pembakaran melalui pencegahan lompatan energi elektron pada atom saat terjadi kontak dengan api. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium untuk menguji karakteristik fisik dan efektivitas ketahanan api pada tiga variasi sampel (AFPAR A, B, dan C) serta membandingkannya dengan kertas biasa sebagai kontrol. Parameter pengujian meliputi lama waktu pembakaran, daya serap air, dan pengamatan visual terhadap residu pembakaran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi kulit singkong secara signifikan meningkatkan durasi ketahanan api. Sampel AFPAR C (komposisi 200 gr kulit singkong) memberikan hasil terbaik dengan waktu ketahanan api selama 24,42 detik, jauh lebih stabil dibandingkan kertas biasa yang habis terbakar dalam 2,74 detik. Selain itu, residu pembakaran AFPAR tidak hancur menjadi abu melainkan membentuk lapisan karbon (char layer) yang tetap melekat pada struktur kertas, sehingga efektif memperlambat laju api. Secara fisik, AFPAR C juga memiliki struktur paling padat dengan daya serap air terendah sebesar 3 ml. Dengan demikian, AFPAR berpotensi menjadi solusi alternatif dalam meningkatkan keamanan penyimpanan dokumen penting dari bahaya kebakaran.