1196 Hasil Pencarian

Fenomena Ghosob Santri Putra di Pondok Pesantren Yasin

Penulis: Iqbal Dimas Pramono, Kafa Burhanudin Rustanto

Fenomena Ghosob Santri Putra di Pondok Pesantren Yasin. Ghosob adalah tindakan menggunakan atau mengambil barang milik orang lain tanpa izin, yang dalam Islam dikategorikan sebagai perbuatan yang tidak diperbolehkan. Namun, di Pondok Pesantren Yasin, perilaku ini telah menjadi budaya yang umum di kalangan santri putra. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab munculnya fenomena ghosob serta mencari solusi untuk meminimalisirnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap santri, pengurus pondok, serta pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang menyebabkan ghosob di pesantren adalah kebiasaan yang telah mengakar, ikatan kekeluargaan antar santri yang erat, serta minimnya pengawasan dan sanksi yang tegas. Selain itu, faktor individu seperti rasa malas untuk meminta izin dan terburu-buru dalam situasi tertentu juga menjadi pemicu utama. Untuk mengatasi fenomena ini, diperlukan langkah-langkah strategis seperti penguatan pendidikan akhlak, peningkatan pengawasan dan penegakan aturan, serta pembiasaan santri untuk meminta izin sebelum menggunakan barang milik orang lain. Penerapan sistem penyimpanan barang yang lebih tertata dan pengadaan apel sore sebagai evaluasi perilaku santri juga menjadi solusi efektif dalam mengurangi budaya ghosob di pesantren.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Tradisi versus Tragedi : Analisis Lingkungan Sosial Ekonomi Sebagai Faktor Putusnya Pendidikan Anak-anak di Desa Tanggung, Rembang, Jawa Tengah

Penulis: Aisya Syahda Dzakiya, Itna Iyyana Miskiyyah Zain

Tradisi versus Tragedi : Analisis Lingkungan Sosial Ekonomi Sebagai Faktor Putusnya Pendidikan Anak-anak di Desa Tanggung, Rembang, Jawa Tengah Itna Iyyana Miskiyah Zain, Aisya Syahda Dzakiya Marasah Aliyah Negeri 2 Kudus ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya fenomena anak putus sekolah yang marak terjadi di Desa Tanggung, Rembang, Jawa Tengah. Bertujuan untuk menganalisis lingkungan sosial ekonomi yang menjadi sebab putusnya sekolah anak, dengan berfokus pada pendidikan yang diterima anak-anak di Desa Tanggung, Rembang, Jawa Tengah. Sebagian masyarakat memiliki pandangan bahwa dengan putus sekolah dan menemukan pekerjaan mereka bisa menemukan titik balik untuk membangun perekonomian keluarganya. Bekerja sering kali menjadi pilihan utama yang paling tepat menurut masyarakat. Pada dasarnya bekerja merupakan suatu langkah yang dapat diambil dan dijalankan sesuai pemikiran masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang melibatkan wawancara mendalam kepada anak yang putus sekolah, serta pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat jumlah anak yang putus sekolah tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti lingkungan sosial dan ekonomi yang meliputi, pendapatan keluarga, pendidikan orang tua, dan akses menuju pendidikan. Selain itu, pemahaman dan pandangan masyarakat terhadap pendidikan ini juga terkait dengan keinginan untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dimasa depan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami preferensi masyarakat terkait pendidikan. Pendidikan bagi siapa saja dan pentingnya memahami hubungan pendidikan antara masa depan keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Kata Kunci : Pendidikan, Lingkungan Sosial, Ekonomi, Hubungan antara Faktor lingkungan dan Faktor Ekonomi terhadap pendidikan.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

PERAN DAN ASPIRASI PEREMPUAN: “Dilematika Pergeseran Gender di Komunitas Perempuan Pekerja PT. Kanindo Makmur Jaya Tahun 2022”

Penulis: Rafifa Zahra Fajrika, Intan Kusuma Wardani

Studi ini mengeksplorasi peran perempuan sebagai pencari nafkah dalam konteks PT Kanindo Makmur Jaya di Jepara. Ini menyoroti kontribusi signifikan perempuan dalam angkatan kerja, menekankan kemampuan mereka untuk melakukan tugas-tugas yang secara tradisional terkait dengan pria. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, terutama memanfaatkan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dan pengamatan. Temuan ini mengungkapkan bahwa perempuan, terlepas dari persepsi masyarakat tentang kelemahan, memiliki kekuatan dan ketahanan yang luar biasa, memungkinkan mereka untuk mendukung keluarga mereka secara finansial. Studi ini juga membahas berbagai latar belakang wanita ini, termasuk mereka yang sudah menikah dan mereka yang lajang atau janda, menggambarkan beragam keadaan yang mendorong mereka untuk mencari pekerjaan. Selanjutnya, analisis menggarisbawahi pentingnya peran perempuan dalam manajemen rumah tangga dan membesarkan anak, menunjukkan tanggung jawab mereka yang beragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pergeseran peran gender dalam komunitas ini mencerminkan perubahan sosial yang lebih luas mengenai pemberdayaan perempuan dan partisipasi ekonomi.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

FENOMENA IKLAN BAHAYA MEROKOK BAGI KOMUNITAS REMAJA DI DESA GONDOSARI KECAMATAN GEBOG KABUPATEN KUDUS JAWA TENGAH

Penulis: Ahmad Fatir Ramadhani, Hero Mandela

Fenomena iklan tentang bahaya merokok memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku dan persepsi remaja, khususnya di desa Gondosari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak iklan bahaya merokok yang ditujukan kepada komunitas remaja di desa tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif pada sekelompok remaja yang berada di usia 14-19 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun iklan bahaya merokok memberikan informasi yang jelas tentang risiko kesehatan, tingkat penerimaan dan pengaruhnya terhadap perilaku remaja bervariasi. Beberapa remaja menunjukkan kesadaran tinggi terhadap bahaya merokok, sementara yang lain tetap kurang terpengaruh karena faktor sosial dan kebiasaan yang berkembang di lingkungan mereka. Faktor-faktor yang mempengaruhi respons remaja terhadap iklan ini mencakup pendidikan, peran keluarga, dan pergaulan teman sebaya. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan dalam kampanye anti-merokok untuk lebih efektif menyasar komunitas remaja di daerah pedesaan.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Kampanye Minum Minimal 2 Liter Air Putih Setiap Hari dan Manfaatnya Bagi kesehatan Ginjal Peserta Didik MAN 2 Kudus

Penulis: HASAN WIRAPUTRA

Kesehatan ginjal merupakan aspek penting dalam menjaga keseimbangan tubuh, terutama bagi peserta didik yang aktif dalam kegiatan akademik maupun non-akademik. Kampanye minum minimal 2 liter air putih setiap hari di MAN 2 Kudus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidrasi yang cukup bagi kesehatan ginjal. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pengambilan data melalui kuesioner. Hasil kampanye menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap manfaat konsumsi air putih dalam menjaga fungsi ginjal, mengurangi risiko batu ginjal, serta meningkatkan konsentrasi dan daya tahan tubuh. Dengan adanya kampanye ini, diharapkan peserta didik dapat menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DENGAN ANAK AUTISME DI DESA PURWOSARI DUKUH SEKARAN DAN DUKUH GANESHA KUDUS

Penulis: Keysha Nawa Amira, Devi Ainun Ni'mah

ABSTRAK Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. Gejalanya muncul sejak dini dan disebabkan oleh faktor genetik, cacat otak, serta komplikasi saat kehamilan atau persalinan. Dukungan orang tua dan pemahaman masyarakat sangat penting untuk membantu anak autis tumbuh optimal dan diterima di lingkungan sosial.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dilakukan di Desa Purwosari, Dukuh Sekaran dan Dukuh ganesha Kudus. Peneliti berperan sebagai instrumen utama untuk menggali makna pengalaman subyektif secara mendalam dalam setting alami, dengan data yang bersifat deskriptif dan dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa R dan A anak autisme memiliki kemampuan mandiri yang bervariasi, respon terhadap komunikasi orang tua cukup baik, namun sering mengalami tantrum. Dukungan orang tua berupa terapi dan pendidikan di SLB. Masyarakat kurang menerima karena stigma, meski hubungan tetap dijaga. Anak juga tertarik pada mainan dan gadget, namun dapat menimbulkan perilaku tidak nyaman.Kesimpulan menunjukkan bahwa interaksi sosial terhadap anak autisme bergantung pada pemahaman masyarakat. Dukungan orang tua melalui terapi dan pendidikan sangat penting, sementara masyarakat perlu meningkatkan pemahaman agar lebih menerima. Masih ada stigma, namun edukasi dan komunikasi yang baik dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung bagi anak autisme. Kata kunci: autisme, interaksi social, masyarakat sekitar

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

HABITUASI SIKAP INDEPENDEN SANTRI PUTRI PONDOK PESANTREN NURUL FURQAN PRAMBATAN KIDUL KUDUS TAHUN 2024

Penulis: Farisa Nur Hanafiah, Danar Putri Aulia Cahyani

Penelitian ini menganalisis pendidikan kemandirian di Pondok Pesantren Nurul Furqon Prambatan Kidul, Kudus, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pondok pesantren berperan penting dalam membentuk kemandirian santri melalui pembiasaan (habituasi) dan keteladanan. Namun, observasi awal mengungkapkan bahwa sebagian santri putri masih memiliki tingkat kemandirian dan kepercayaan diri yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan kemandirian, (2) mengevaluasi kualitas kemandirian santri, dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan pendidikan karakter di pesantren.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

MAKNA RTUAL TRADISI MEMBUANG SENGKOLO (Studi Pustaka Adat Perkawinan Jawa)

Penulis: Fetra Nor Hikmah, Annisa Khumairoh

Abstrak Penelitian ini membahas ritual Membuang Sengkolo dalam adat perkawinan Jawa yang memiliki makna simbolis sebagai upaya membersihkan diri dari pengaruh negatif yang dipercaya dapat memengaruhi kehidupan rumah tangga. Ritual ini merupakan salah satu wujud kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dipraktikkan oleh sebagian masyarakat Jawa sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur. Penggunaan simbol-simbol dalam ritual, seperti pelepasan ayam atau pembuangan benda tertentu, mencerminkan harapan akan kehidupan yang harmonis, aman, dan terhindar dari kesialan. Seiring perkembangan zaman, pelaksanaan ritual Membuang Sengkolo mengalami berbagai penyesuaian, namun nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya tetap dipertahankan. Dalam konteks kehidupan modern, ritual ini tetap relevan karena mampu memperkuat rasa kebersamaan, menanamkan harapan positif, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam terhadap ritual ini diharapkan dapat mendorong upaya pelestarian tradisi budaya Jawa secara berkelanjutan.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Kajian Masyarakat Dalam Melestarikan Tradisi Mubeng Gapuro DiDesa Loram Kulon Kabupaten Kudus

Penulis: Isna Noviana Nahar, Aliya Salma Riyani

Tradisi Mubeng Gapuro merupakan salah satu bentuk warisan budaya lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Loram Kulon, Kabupaten Kudus. Tradisi ini memiliki nilai historis, religius, dan sosial yang kuat, serta menjadi bagian penting dalam identitas kultural masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran serta masyarakat dalam melestarikan tradisi Mubeng Gapuro, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelestariannya, serta upaya yang dilakukan agar tradisi ini tetap hidup di tengah arus modernisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat, baik dari tokoh agama, tokoh adat, hingga generasi muda, menjadi kunci utama dalam keberlangsungan tradisi ini. Dukungan pemerintah desa dan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan leluhur juga turut mendorong pelestarian. Namun demikian, tantangan seperti minimnya dokumentasi dan pengaruh budaya luar menjadi hambatan yang perlu diatasi. Dengan pendekatan kolaboratif dan edukatif, tradisi Mubeng Gapuro diyakini dapat terus lestari sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

“Canduku Buat Lupa Waktu” : Pengaruh Game Online terhadap Prestasi Akademik Santri Darul Barokah Al-Quds

Penulis: Daffa Najmadhia Aulia Raja, Ainur Yassar Abimanyu

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas bermain game online terhadap prestasi akademik santri di Pondok Pesantren Darul Barokah Al-Quds. Game online adalah suatu bentuk berbagai permainan online yang dimainkan atau melibatkan invidu atau sekelompok orang dengan aturan tertentu. Prestasi akademik atau prestasi belajar merupakan proses belajar yang dialami siswa dan menghaslkan perubahan dalam bidang pengetahuan, pemahaman, penerapan, daya analisis, sintesis dan evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel 17 santri laki-laki kelas 12. Data dikumpulkan melalui angket berbasis skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,332 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu satuan dalam intensitas bermain game online berkontribusi terhadap peningkatan prestasi akademik sebesar 0,332 satuan. Nilai signifikansi (< 0,001) dan t-hitung (7,917 > t-tabel 2,120) memperkuat signifikansi hubungan tersebut. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,797 menunjukkan bahwa 79,7% variasi prestasi akademik dipengaruhi oleh intensitas bermain game online, sementara 20,3% dipengaruhi faktor lain seperti motivasi belajar dan lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa game online tidak selalu berdampak negatif, melainkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap prestasi akademik jika digunakan secara bijak. Namun, pengawasan tetap diperlukan untuk memastikan aktivitas bermain game tidak mengganggu kewajiban utama santri. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola pondok pesantren, orang tua, dan peneliti selanjutnya dalam memaksimalkan manfaat game online secara seimbang. Kata Kunci: Game Online, Prestasi Akademik, Santri, Regresi Linier, Pondok Pesantren.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail