1196 Hasil Pencarian

Analisis Potensi Mata Uang Kripto sebagai Alternatif Aset Strategis dalam Menunjang Ketahanan Ekonomi Masa Depan

Penulis: Nico Tsaqif Ramadhanu Al Habib, Muhammad Aziz Azhar

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap kedaulatan aset pribadi, baik dalam bentuk rekening bank maupun aset fisik seperti tanah terlantar yang berisiko disita negara. Di sisi lain, kemunculan mata uang kripto menawarkan konsep desentralisasi sebagai alternatif penyimpanan nilai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi mata uang kripto sebagai aset strategis dengan membandingkan kinerjanya terhadap instrumen investasi konvensional seperti properti dan emas dalam rentang waktu sepuluh tahun (2015-2025). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Data harga historis kripto (Bitcoin, Ethereum, Solana, Dogecoin, Link) dan emas diambil menggunakan API yfinance, sementara data properti di berbagai wilayah Indonesia (Bali, Jakarta, Jogja, Solo, Medan, Semarang) dikumpulkan dari laporan pasar properti dan disinkronkan menggunakan metode interpolasi linear. Analisis dilakukan melalui perhitungan Return on Investment (ROI), volatilitas tahunan, dan matriks korelasi menggunakan bahasa pemrograman Python. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset kripto, khususnya Bitcoin (BTC), mencatatkan ROI tertinggi sebesar 281,40x, jauh melampaui instrumen lainnya, namun dengan volatilitas ekstrem mencapai 177,4% pada aset tertentu. Sektor properti menunjukkan stabilitas yang sangat tinggi dengan nilai kekuatan tren (R^2) mencapai 1.000, terutama di wilayah Bali (Uluwatu dan Canggu) yang mencatatkan ROI hingga 7,78x. Ditemukan pula korelasi yang sangat kuat antara Bitcoin dan emas sebesar 0,92, memperkuat posisi Bitcoin sebagai "emas digital". Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun kripto menawarkan pertumbuhan eksponensial bagi investor agresif, properti tetap menjadi instrumen lindung nilai (hedging) yang paling andal bagi investor konservatif. Diversifikasi portofolio yang menggabungkan stabilitas properti dan pertumbuhan kripto disarankan untuk menjaga ketahanan ekonomi masa depan. Kata Kunci: Cryptocurrency, Blockchain, Properti, Emas, Investasi, ROI, Ketahanan Ekonomi.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Daun Tembakau Terhadap Jamur Trichophyton rubrum sebagai Anti Candida Athlete’s Foot

Penulis: Shinta Nur Ramadhani, Ghina Alfa Mahfudhiya

Infeksi athletes foot merupakan penyakit kulit yang umum terjadi di daerah tropis akibat kondisi lingkungan yang lembap dan hangat, sehingga mendukung pertumbuhan jamur penyebab infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan formulasi paling optimal dari sediaan salep ekstrak daun tembakau katsuri (Nicotiana tabacum L.) terhadap jamur Trichophyton rubrum sebagai anti athletes foot. Daun tembakau katsuri dipilih karena mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan terpenoid yang berpotensi sebagai antijamur. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan pembuatan ekstrak daun tembakau menggunakan metode maserasi metanol, pengentalan ekstrak, pembuatan sediaan salep, serta evaluasi karakteristik fisik sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan salep ekstrak daun tembakau memiliki perbedaan warna, aroma, tekstur, dan pH sesuai dengan konsentrasi yang digunakan. Pada formulasi salep, semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka warna sediaan semakin gelap, aroma semakin tajam, dan tekstur semakin kental. Nilai pH seluruh formulasi berada pada kisaran 5,2–6,5 yang masih sesuai dengan pH kulit dan aman digunakan sebagai sediaan topikal. Berdasarkan hasil evaluasi, formula F2 menunjukkan karakteristik paling optimal karena memiliki homogenitas baik, tekstur setengah padat yang nyaman digunakan, aroma yang masih dapat diterima, serta pH yang ideal untuk kulit. Dengan demikian, ekstrak daun tembakau katsuri berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif dalam sediaan salep antijamur untuk membantu menghambat pertumbuhan Trichophyton rubrum penyebab athletes foot.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Aplikasi Spray Deodoran Berbahan Ekstrak Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) : Efektivitas dalam Mengendalikan Bau Badan

Penulis: Maylaffaisha Ghaisany Fawwazah Rania Ar Rokhim, Galuh Ivana Candraningtyas

Bau badan merupakan permasalahan kebersihan tubuh yang dipengaruhi oleh aktivitas bakteri pada permukaan kulit, sehingga diperlukan inovasi produk perawatan tubuh yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) sebagai bahan aktif dalam pembuatan deodoran spray alami, serta mengevaluasi kestabilan, karakteristik fisik, dan tingkat penerimaan produk. Penelitian meliputi proses ekstraksi, formulasi, serta pengujian produk. Tiga formulasi disusun dengan variasi komposisi ekstrak kumis kucing, yaitu F1 sebanyak 3 tetes dan tanpa minyak essensial, F2 sebanyak 1,5 tetes dengan 3 tetes minyak essensial chamomile, dan F3 sebanyak 1,5 tetes dengan 3 tetes minyak essensial lavender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi menghasilkan sediaan berbentuk cair dengan warna kuning hingga kuning kehijauan, aroma khas herbal, tekstur tidak lengket, serta nyaman digunakan tanpa menimbulkan iritasi. Uji stabilitas selama 56 hari menunjukkan perubahan fisik yang relatif kecil, dengan pH meningkat dari 5,5 pada hari ke-1 menjadi 5,7 pada hari ke-56, sehingga masih berada pada rentang aman bagi kulit. Perubahan warna menjadi kuning kecoklatan dan sedikit penurunan intensitas aroma terjadi pada akhir masa penyimpanan, namun tidak memengaruhi fungsi produk secara signifikan. Dengan demikian, ekstrak daun kumis kucing berpotensi dikembangkan sebagai alternatif deodoran spray berbahan herbal yang aman, stabil, dan efektif dalam membantu mengendalikan bau badan. Kata kunci: Deodoran spray, daun kumis kucing, Orthosiphon aristatus, antibakteri.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

PEMANFAATAN PELEPAH PISANG (Musa Acuminata) UNTUK MEMBUAT KERTAS AROMATERAPI DENGAN EKSTRAK JAHE (Zingiber Officinale) DAN MINT (Mentha) UNTUK MENGATASI ISPA

Penulis: Sheryl Medina Mecca, Fadia Zahra Salsabilla

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi di Indonesia, sehingga diperlukan solusi alami dan ramah lingkungan untuk membantu meredakan gejalanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif pada ekstrak jahe (Zingiber officinale) dan mint (Mentha), serta mengetahui efektivitas kertas aromaterapi berbahan dasar pelepah pisang (Musa acuminata) yang diberi ekstrak jahe dan mint dalam meredakan gejala ISPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental. Kertas aromaterapi dibuat dari pelepah pisang segar yang direbus selama kurang lebih dua jam hingga seratnya lunak, dihaluskan menjadi pulp, dicetak menjadi lembaran, dan dikeringkan di bawah sinar matahari. Ekstrak jahe dan mint kemudian ditambahkan pada permukaan kertas agar aromanya terserap dengan baik. Efektivitas produk diuji melalui pengamatan terhadap 10 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelepah pisang dapat diolah menjadi kertas aromaterapi tanpa menggunakan bahan kimia NaOH, menghasilkan kertas berwarna cokelat muda dengan tekstur agak kasar namun cukup kuat. Kertas ini memiliki aroma jahe dan mint yang cukup kuat, bertahan selama 3–5 hari, serta memberikan efek melegakan hidung tersumbat dan rasa relaksasi. Kandungan gingerol dan shogaol pada jahe memberikan efek hangat dan antiinflamasi, sedangkan kandungan menthol pada mint memberikan sensasi sejuk dan efek dekongestan pada saluran pernapasan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kertas aromaterapi berbahan pelepah pisang dengan tambahan ekstrak jahe dan mint efektif membantu meredakan gejala ringan ISPA, sekaligus menjadi solusi pemanfaatan limbah organik yang ramah lingkungan. Kata kunci: pelepah pisang, kertas aromaterapi, ekstrak jahe, ekstrak mint, ISPA

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pembuatan Obat Kumur dari Ekstraksi Daun Sirih Untuk Mencegah Bakteri Streptococcus Mutans Penyebab Bau Mulut

Penulis: Muhammad Hasan Nasrullah, Faby putri anastsya

Tingkat kepedulian masyarakat Indonesia terhadap kesehatan gigi sangatlah rendah, di mana 57,6% penduduk mengalami masalah kesehatan mulut termasuk bau mulut. Bau mulut umumnya disebabkan oleh aktivitas bakteri di dalam rongga mulut, salah satunya Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak daun sirih (Piper betle L.) sebagai bahan obat kumur dalam mencegah pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Ekstraksi daun sirih dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Evaluasi sediaan obat kumur dengan konsentrasi ekstrak daun sirih 2% menghasilkan sediaan berbentuk cair, berwarna hijau kecoklatan, beraroma khas sirih, dan memiliki pH 5,8 yang aman bagi jaringan lunak rongga mulut. Hasil uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar menunjukkan bahwa konsentrasi 100% ekstrak memberikan daya hambat sangat kuat (19,43 mm), mendekati kontrol positif klorheksidin. Disimpulkan bahwa formulasi obat kumur dengan konsentrasi ekstrak 2% merupakan rasio terbaik yang efektif menghambat bakteri sekaligus menjaga kualitas fisik sediaan dan aman digunakan tanpa menimbulkan iritasi.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Uji Efektivitas Buah Ajaib (Synsepalum dulcificum) Sebagai Liquid Rendah Kalori untuk Pengganti Gula bagi Program Diet

Penulis: Widie Safiira, Dinara Aquila Fauzi

Obesitas dan konsumsi gula berlebih menjadi permasalahan kesehatan pada remaja sehingga diperlukan alternatif pemanis alami rendah kalori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan tingkat stabilitas ekstrak buah ajaib (Synsepalum dulcificum) sebagai liquid pengganti gula untuk program diet. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratoris di Laboratorium MAN 2 Kudus pada Oktober-Desember 2025 dengan ekstraksi cair-padat menggunakan air suling pada suhu 40°C selama 30 menit, formulasi rasio 1:5, 1:10, dan 1:15, serta pengujian meliputi uji organoleptik deskriptif, uji stabilitas selama 14 hari, dan analisis kandungan miraculin. Hasil menunjukkan ekstrak berbentuk cair, berwarna kuning kehijauan, beraroma khas buah ajaib, dan memiliki rasa awal asam ringan, dengan rasio 1:10 memberikan karakteristik terbaik. Uji stabilitas menunjukkan produk mengalami pembusukan yang ditandai pertumbuhan jamur pada hari ke-14. Ekstrak memiliki kalori jauh lebih rendah dari gula tebu dan efektif mengubah rasa asam menjadi manis pada kondisi pH rendah. Simpulan penelitian adalah ekstrak buah ajaib berpotensi sebagai pemanis alami rendah kalori untuk diet, namun memerlukan peningkatan stabilitas dan sistem penyimpanan yang tepat.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Analisis Potensi Nikotin sebagai Insektisida Alami dengan Metode Maserasi

Penulis: Muhammad Akbar Amrullah, Dimas Aiman Wicaksono

Penggunaan pestisida sintetis dalam pengendalian hama dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan, sehingga diperlukan alternatif insektisida yang lebih ramah lingkungan. Limbah puntung rokok mengandung nikotin yang berpotensi dimanfaatkan sebagai insektisida alami karena memiliki sifat racun saraf bagi serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ekstrak nikotin hasil maserasi dan menguji efektivitasnya terhadap ulat bambu (Omphisa fuscidentalis). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan teknik maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang dihasilkan diuji secara organoleptik meliputi aroma, warna, tekstur, dan pH, kemudian diaplikasikan pada ulat bambu dengan konsentrasi 50% selama 24 jam pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak nikotin memiliki aroma tembakau yang kuat, berwarna cokelat tua pekat, bertekstur cair sedikit kental, dan memiliki pH 4 yang bersifat asam. Uji efektivitas menunjukkan bahwa ekstrak nikotin mampu menyebabkan mortalitas ulat bambu hingga 100% pada jam ke-24 dengan nilai LT50 pada jam ke-5. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak nikotin dari limbah puntung rokok berpotensi digunakan sebagai insektisida alami yang efektif sekaligus membantu mengurangi pencemaran limbah rokok di lingkungan. Kata kunci: insektisida alami, maserasi, nikotin, puntung rokok, ulat bambu

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

POTENSI EKSTRAK TANAMAN TIN (Ficus carica L) DAN MINYAK KEMIRI (Aleurites moluccanus) SEBAGAI MINYAK RAMBUT ALAMI

Penulis: Mutiara Diva Anggraeni, Difkha Najwa Zahra

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak tanaman tin (Ficus carica L.) yang meliputi daun, kulit buah, dan biji serta minyak kemiri sebagai bahan dasar pembuatan minyak rambut alami. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan teknik ekstraksi maserasi dan perebusan. Ekstrak daun dan kulit serta biji buah tin diperoleh melalui proses maserasi dan perebusan, sedangkan minyak kemiri diolah menjadi minyak melalui proses perendaman. Minyak rambut diformulasikan dengan perbandingan ekstrak daun tin (100 ml), ekstrak kulit dan biji tin (50 ml), dan minyak kemiri (200 ml). Pengujian efektivitas dilakukan terhadap 12 responden dari berbagai kelompok usia selama 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak rambut berbahan dasar ekstrak tanaman tin dan minyak kemiri mampu mengurangi kerontokan rambut, meningkatkan kelembutan dan kilau rambut, serta menjaga kelembapan kulit kepala. Kelompok usia remaja dan dewasa menunjukkan hasil peningkatan paling signifikan. Dengan demikian, kombinasi ekstrak tanaman tin dan minyak kemiri berpotensi dikembangkan sebagai produk perawatan rambut alami yang efektif dan bernilai ekonomis. kata kunci: Antioksidan, ekstrak tanaman tin, kerontokan rambut, minyak kemiri, dan minyak rambut alami.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

INOVASI KULIT KENTANG (Solanum tuberosum) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN PLASTIK WRAP

Penulis: Arga Fawzia Raditya Pratista

Peningkatan penggunaan plastik konvensional telah menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai secara alami. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan pengemas yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi berat kulit kentang dan volume gliserol terhadap kualitas plastik wrap, menentukan kemampuan tahan tarik plastik wrap, serta mengetahui ketahanannya pada suhu di luar ruang dan di dalam almari. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan memanfaatkan kulit kentang sebagai bahan utama dan gliserol sebagai plasticizer. Variasi perlakuan terdiri atas dua sampel, yaitu P1 (150 gram kulit kentang + 10 mL gliserol) dan P2 (200 gram kulit kentang + 10 mL gliserol). Parameter yang diamati meliputi karakteristik fisik, panjang tarikan maksimum sebelum robek, serta lama ketahanan pada ruang terbuka dan ketahanan di dalam almari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi berat kulit kentang dan volume gliserol belum berpengaruh terhadap kualitas plastik wrap yang dihasilkan. Perlakuan P1 dan P2 tidak menghasilkan kualitas panjang tarikan maksimum sebesar 0 cm, dan tidak menunjukkan elastisitas dan kekuatan tarik yang baik. Pada uji ketahanan, perlakuan P1 dan P2 tidak menunjukkan ketahanan rendah selama penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa plastik wrap berbahan kulit kentang belum berhasil diproduksi dengan karakteristik yang diharapkan. Produk tidak memiliki elastisitas, kekuatan tarik, dan ketahanan yang memadai, sehingga belum layak digunakan. Kata kunci: Kulit Kentang, Plastik Wrap, Bioplastik, Gliserol

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

ANALISIS PEMBUATAN BIOBATERAI DARI LIMBAH KULIT JERUK DAN AMPAS TAHU

Penulis: Fatan Nut Tajuddin El Darul Qudni, Adam Ghifar Ath-Thoriiq Sejati

Peningkatan kebutuhan energi dan melimpahnya limbah organik di masyarakat mendorong perlunya inovasi di bidang energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah kulit jeruk dan ampas tahu sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan elektroda biobaterai yang ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan dan menyintesis data dari berbagai literatur ilmiah terkait kandungan selulosa, proses karbonisasi, serta performa elektrokimia dari kedua bahan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa kulit jeruk memiliki kandungan selulosa yang tinggi (20-30%) yang berperan krusial dalam membentuk struktur berpori dan menurunkan resistansi internal. Di sisi lain, ampas tahu mengandung selulosa (5-8%) serta protein yang dapat berfungsi sebagai pengikat (binder) alami dan menghasilkan material dengan konduktivitas listrik yang tinggi. Melalui proses karbonisasi pada suhu ±600°C, kedua biomassa ini secara efektif dapat diubah menjadi karbon aktif. Kesimpulannya, perpaduan antara resistansi rendah dari kulit jeruk dan konduktivitas tinggi dari ampas tahu menciptakan sinergi yang sangat ideal untuk dikembangkan menjadi komponen biobaterai yang stabil, efisien, dan berkelanjutan sebagai alternatif pengganti baterai konvensional berbasis logam berat. Kata Kunci: Biobaterai, Kulit Jeruk, Ampas Tahu, Selulosa, Karbonisasi, Energi Terbarukan.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail