1196 Hasil Pencarian

Dampak Ghasab Terhadap Perilaku dan Akhlak Santri YASIN Sunggingan Kudus

Penulis: Alaik Aulia Alfayyeth, Dafa Maulana Ramadhan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab munculnya perilaku ghasab serta dampaknya terhadap perilaku dan akhlak santri di Pondok Pesantren YASIN Sunggingan Kudus, serta upaya untuk meminimalisir perilaku tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif. Data diperoleh melalui angket yang disebarkan kepada 51 responden, wawancara dengan murabbi, serta observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku ghasab masih sering terjadi meskipun mayoritas santri telah memahami bahwa perbuatan tersebut tidak dibenarkan. Faktor utama penyebab ghasab adalah keterpaksaan, kebiasaan, malas meminta izin, serta lemahnya kesadaran dan keimanan. Perilaku ghasab berdampak pada menurunnya kejujuran, tanggung jawab, serta kedisiplinan santri, dan dapat menjauhkan dari akhlak mahmudah apabila dilakukan secara terus-menerus. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir perilaku ghasab antara lain melalui penguatan pendidikan agama dan akhlak, penegakan tata tertib dan sanksi, peningkatan pengawasan, serta pembiasaan meminta izin sebelum menggunakan barang milik orang lain. Dengan demikian, perilaku ghasab tidak hanya menjadi permasalahan kecil, tetapi juga berkaitan erat dengan pembentukan karakter santri di lingkungan pesantren.

Keagamaan Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Dakwah di Era Digital : Studi Kasus Video Tiktok Ustadz Hannan Attaki Dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Keislaman Generasi Zoomers

Penulis: Diana Robi'atul Awaliyah, Audre Izzatun Nafisa

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam cara penyampaian dakwah, terutama melalui media sosial yang sangat dekat dengan kehidupan generasi Zoomers. TikTok sebagai platform berbasis video pendek telah menjadi ruang baru bagi pendakwah untuk menyampaikan pesan keagamaan secara kreatif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dakwah Ustadz Hannan Attaki melalui video TikTok terhadap peningkatan pemahaman nilai-nilai keislaman pada generasi Zoomers, menganalisis teknik penyampaian dakwah yang digunakan, serta menilai tingkat efektivitas TikTok sebagai media dakwah di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan survei melalui kuesioner, yang disebarkan kepada responden dari kalangan Zoomers yang aktif menggunakan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Ustadz Hannan Attaki memberikan dampak positif yang signifikan bagi mayoritas responden. Pesan dakwah yang disampaikan dinilai mampu memberikan ketenangan emosional, meningkatkan motivasi spiritual, serta mempermudah pemahaman nilai-nilai keagamaan melalui gaya penyampaian yang santai, lembut, dan relevan dengan kehidupan anak muda. Pendekatan yang digunakan seperti penggunaan bahasa sederhana, tema relatable, serta durasi video singkat membuat konten dakwah lebih mudah diterima dan dicerna oleh generasi Z yang memiliki pola konsumsi informasi cepat dan visual. Selain itu, karakter penyampaian Ustadz Hannan yang tidak menggurui tetapi menggugah, menjadikan dakwah terasa lebih humanis dan mendekatkan audiens dengan pesan Islam secara alami. TikTok terbukti menjadi platform yang efektif dalam memperluas jangkauan dakwah, dibuktikan dengan kemunculan konten secara konsisten di halaman FYP pengguna, tingginya tingkat interaksi, serta kemampuan algoritma dalam mendistribusikan konten secara masif tanpa batasan pengikut. Para responden juga mengakui bahwa dakwah dalam format video pendek lebih menarik, mudah diakses, dan mampu memberikan pengaruh terhadap pemikiran serta perilaku sehari-hari, meskipun tingkat perubahan setiap individu berbeda. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah digital memiliki potensi besar sebagai sarana pembentukan karakter religius generasi muda dan dapat menjadi model dakwah modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kata kunci: Dakwah digital, TikTok, Ustadz Hannan Attaki, Generasi Zoomers, nilai keislaman.

Keagamaan Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Kontribusi Tradisi Dandangan Terhadap Ekonomi Sosial Masyarakat Kudus

Penulis: Avivta Grezia Dwi Taoura, Almeira Kyla Shakila Suhartopo Putri

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia memiliki keragaman budaya yang tercermin dalam berbagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini tidak hanya menjadi ciri khas setiap daerah, tetapi juga berfungsi sebagai pengikat sosial, spiritual, dan budaya masyarakat. Salah satu tradisi yang unik dan terus dilestarikan adalah tradisi Dandangan di Kudus, Jawa Tengah. Tradisi ini diselenggarakan setiap tahun menjelang bulan Ramadan dan telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat. Menurut Denny Nur Hakim, juru bicara Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus, ritual Dandangan dimulai dengan bunyi beduk yang ditabuh. Suara beduk yang berbunyi "dang dang dang" di bagian tengah dan "dug dug dug" di bagian pinggir menjadi tanda dimulainya bulan Ramadhan. Tradisi Dandangan sebagai bentuk budaya masyarakat Kudus peninggalan Sunan Kudus dalam menerapkan integrasi Islam terapan, yang sudah ada dalam al-Qur’an. Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain, oleh karena itu tuntutan bekerja merupakan sebuah keniscayaan bagi setiap muslim agar kebutuhan hidupnya sehari-hari tercukupi. Salah satu jalan untuk mencukupi kebutuhan ini dengan cara melakukan aktivitas bisnis atau dagang seperti yang telah dicontohkan oleh Rasululullah saw. Banyak sahabat Nabi yang berprofesi menjadi pebisnis atau pedagang, diantanya yaitu sahabat Abdurrahman bin Auf, beliau termasuk saudagar yang kaya dari hasil berdagang, barang apa saja yang ia pegang dan dijadikannya pokok perniagaan pasti mendapat untung (Khalid, 2006). Tradisi Dandangan berasal dari keahlian Sunan Kudus dalam ilmu falak. Tradisi Dandangan berusia 476 tahun pada tahun 2025 dan dimulai pada tahun 1549 Masehi. Hal ini yang menjadi sebuah kebiasaan bagi semua muslim di seluruh dunia untuk merayakan kedatangan bulan Ramadan. Fakta menyebutkan bahwa bulan Ramadan adalah bulan suci bagi umat Islam. Tradisi Dandangan memang sudah menjadi turun temurun hingga sampai sekarang tradisi ini menjadi pasar malam Dandangan. Di sisi lain, Dandangan juga berperan dalam pelestarian budaya dan pendidikan generasi muda. Kegiatan yang diadakan selama tradisi ini, seperti pertunjukan seni dan pameran budaya, menjadi sarana edukasi yang efektif dalam memperkenalkan nilai-nilai lokal kepada anak-anak dan remaja. Dengan demikian, tradisi Dandangan tidak hanya berfungsi sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya dan pengembangan sosial. Keberadaan tradisi Dandangan mencerminkan bagaimana budaya lokal dapat terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Tradisi ini menjadi wujud nyata dari harmoni antara nilai-nilai spiritual, sosial, ekonomi, dan budaya, yang menjadikannya sebagai salah satu warisan budaya penting di Indonesia. Selain sebagai perayaan menyambut bulan Ramadan, Tradisi Dandangan juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Seiring dengan berlangsungnya acara ini, aktivitas perdagangan meningkat pesat, dengan banyak pedagang yang memanfaatkan momen tersebut untuk menjual berbagai produk, mulai dari makanan khas daerah hingga barang kerajinan tangan. Kehadiran pasar malam Dandangan menjadi daya tarik tersendiri yang tidak hanya dinikmati oleh warga lokal, tetapi juga menarik wisatawan dari berbagai daerah untuk berpartisipasi dan berbelanja, sehingga memberikan keuntungan ekonomi bagi para pelaku usaha. Selain itu, tradisi ini juga memperkuat ikatan sosial antarwarga, di mana masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul untuk menikmati suasana kebersamaan yang penuh semangat. Interaksi yang terjalin selama acara ini mempererat hubungan sosial, memperkuat rasa persaudaraan, dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga kelangsungan tradisi. Tak hanya itu, keberadaan Dandangan juga menjadi bukti bagaimana nilai-nilai kearifan lokal masih tetap dijunjung tinggi oleh masyarakat Kudus, bahkan di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Lebih jauh lagi, Dandangan dapat menjadi sarana dakwah dan penyebaran nilai-nilai Islam secara lebih luas, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Sunan Kudus. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, baik ulama, tokoh adat, maupun pemerintah setempat, tradisi ini tidak hanya mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga menjadi ajang untuk mengajarkan nilai-nilai keislaman secara aplikatif. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk memahami bahwa agama dan budaya dapat berjalan selaras tanpa saling bertentangan, menciptakan keseimbangan antara aspek spiritual dan kehidupan sosial dalam masyarakat. B. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah, sebagai berikut : 1. Bagaimana peran tradisi Dandangan dalam memperkuat solidaritas sosial masyarakat Kudus? 2. Bagaimana dampak tradisi Dandangan terhadap perekonomian lokal,khususnya bagi pedagang kecil dan sektor pendukung lainnya? 3. Bagaimana tradisi Dandangan dapat berkontribusi pada pelestarian budaya dan pendidikan generasi muda di Kudus? C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Menganalisis peran tradisi Dandangan dalam mempererat hubungan sosial dan solidaritas antarwarga masyarakat Kudus. 2. Mengidentifikasi dampak ekonomi tradisi Dandangan terhadap peningkatan aktivitas perdagangan dan sektor sektor pendukung di Kudus. 3. Mengkaji kontribusi tradisi Dandangan dalam melestarikan budaya lokal dan memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. D. Manfaat Penelitian Berdasarkan masalah penelitian dan tujuan penelitian yang dikemukakan sebelumnya,hasil penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat sebagai berikut : Manfaat Praktis : 1. Pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal Penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana tradisi dandangan dapat terus dimanfaatkan sebagai peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, khususnya UMKM, pedagang kecil. 2. Pelestarian budaya dan penguatan ikatan sosial Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh pemerintah dan masyarakat untuk merancang program-program pelestarian budaya yang melibatkan semua elemen masyarakat, sekaligus memperkuat ikatan sosial di tengah dinamika modernisasi. Manfaat Teoritis : 1. Pengembangan teori tentang tradisi dan ekonomi lokal Penelitian ini berpotensi memperkaya teori tentang hubungan antara tradisi budaya dan pengaruhnya terhadap ekonomi lokal, memberikan ilmu ekonomi berbasis kearifan lokal dalam konteks masyarakat modern. 2. Kontribusi terhadap kajian sosial budaya : Penelitian ini dapat memperlibatkan pada pengembangan ilmu sosial dan budaya dengan menggali bagaimana tradisi dapat berfungsi sebagai media penguatan ikatan sosial, edukasi budaya, dan identitas komunitas, khususnya di daerah yang sedang mengalami perubahan akibat perubahan sosial.

Keagamaan Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Peran Al Quran Dalam Membangun Keharmonisan Sosial di Ponpes Mafatihul Ulum Al-Mathhar Kudus

Penulis: Favian Maulana Rafif Saputro, Achmad Zaky Muharomi

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Al-Qur'an berperan dalam membentuk sikap sosial yang mendukung terciptanya keharmonisan sosial di lingkungan Pondok Pesantren Mafatihul Ulum Al-Mathhar Kudus. Fokus utama penelitian ini mencakup pemahaman santri terhadap ajaran Al-Qur'an terkait keharmonisan sosial, peran Al-Qur'an dalam membentuk karakter toleransi dan kebersamaan, serta bentuk implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam kepada santri (khususnya santri Halaqoh Al-Qur'an), observasi langsung terhadap dinamika sosial di pesantren, serta studi dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di Pondok Pesantren Mafatihul Ulum Al-Mathhar, Desa Sunggingan, Kudus, dalam kurun waktu antara Januari 2025 hingga Mei 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman santri terhadap ajaran Al-Qur'an mengenai keharmonisan sosial tergolong sangat baik. Al-Qur'an berperan sebagai instrumen transformatif yang menumbuhkan sikap toleransi (tasamuh), rasa persaudaraan (ukhuwah), dan saling menghormati di kalangan santri. Implementasi nilai-nilai Al-Qur'an diwujudkan melalui kegiatan gotong royong, musyawarah dalam penyelesaian masalah, serta pembiasaan disiplin dan sikap saling memaafkan. Faktor pendukung utama adalah lingkungan religius yang kondusif dan keteladanan dari para pengasuh, sementara hambatan seperti perbedaan karakter individu dan pengaruh media sosial dapat diatasi melalui pembinaan rutin. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai Al-Qur'an berdampak signifikan terhadap terciptanya hubungan sosial yang rukun dan damai di lingkungan pesantren. Kata Kunci: Al-Qur'an, Keharmonisan Sosial, Santri, Pesantren

Keagamaan Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Upaya Preventif Cyberbullying untuk Mendukung Pertumbuhan Remaja di Era Digital

Penulis: Mohammad Risqi Setianda Putra, Zafrizal Nanda Faruqi

ABSTRAK Zafrizal Nanda Faruqi dan Arfa Alunggah Mustafa. 2026. Upaya Preventif Cyberbullying untuk Mendukung Pertumbuhan Remaja di Era Digital. KTI MAN 2 Kudus. Cyberbullying merupakan salah satu permasalahan yang semakin sering terjadi di kalangan remaja seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial. Media sosial tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi tempat munculnya berbagai bentuk interaksi negatif, seperti ejekan, sindiran, hingga penyebaran konten yang merugikan orang lain. Fenomena ini dapat memberikan dampak yang cukup serius, terutama terhadap kondisi psikologis dan hubungan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena cyberbullying, faktor penyebab, serta upaya yang dapat dilakukan untuk menyikapinya di kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri 2 Kudus yang aktif menggunakan media sosial. Pendekatan ini dipilih agar peneliti dapat memahami secara lebih mendalam pengalaman dan pandangan remaja terkait cyberbullying. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara dan observasi yang dilakukan secara langsung terhadap narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberbullying masih sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari remaja, baik secara sadar maupun tidak sadar. Bentuk cyberbullying yang ditemukan antara lain komentar yang menghina, sindiran di media sosial, serta penggunaan foto yang dijadikan bahan candaan di grup percakapan. Faktor penyebabnya meliputi tingginya penggunaan media sosial, pengaruh lingkungan pertemanan, kemudahan teknologi, serta kurangnya kesadaran dalam berkomunikasi di dunia digital. Dampak yang ditimbulkan antara lain menurunnya kepercayaan diri, rasa tidak nyaman, serta perubahan dalam interaksi sosial. Oleh karena itu, diperlukan upaya berupa peningkatan kesadaran diri, edukasi etika berinternet, serta peran aktif keluarga dan sekolah untuk mencegah terjadinya cyberbullying. Kata kunci: Cyberbullying, Remaja, Media Sosial, Perilaku Komunikasi, Lingkungan Pertemanan

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Dilema Identitas Budaya : Analisis Paradoks antara Lirik Lagu Koplo dengan Nilai Unggah-ungguh Jawa dalam Masyarakat Modern

Penulis: Mayda Wardatul Fitri, Silvia Dika Dzakiyah

Lagu koplo Jawa merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya Jawa dengan peminat yang semakin meningkat, tetapi hal ini tidak diimbangi dengan konten yang disajikan. Lirik lagu justru melenceng dari identitas budaya Jawa itu sendiri. Budaya Jawa sangat erat kaitannya dengan unggah-ungguh. Viralnya konten lirik saru dan kasar membuat masyarakat terutama remaja dan anak-anak mengucapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menganggap hal tersebut biasa. Sehingga mengakibatkan penerapan budaya Jawa yang sesuai unggah-ungguh semakin luntur karena identitas dalam diri telah hilang dan teralihkan dengan kebudayaan yang tidak sesuai dengan unggah-ungguh Jawa. Fokus penelitian ini adalah paradoks antara lirik lagu koplo Jawa dengan unggah-ungguh yang menjadi identitas budaya Jawa. Jenis penelitian ini adalah kualitatatif dengan metode observasi, wawancara, dan study literatur. Teknik analisis data netnografi menggunakan tools NVivo 12 plus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri musik khususnya lagu koplo Jawa mempunyai peran dalam melestarikan budaya Jawa dengan menciptakan lagu berbahasa Jawa dan berhasil mempopulerkan ke seluruh Indonesia bahkan ke mancanegara. Lirik yang termuat dalam lagu koplo Jawa ternyata tidak sesuai dengan unggah-ungguh Jawa, antusias dari masyarakat membuat lagu tersebut viral dan memiliki banyak peminat. Ketidaksesuaian ini kemudian berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat sehingga perlahan melunturkan identitas dan unggah-ungguh Jawa.

Bahasa dan Sastra Tahun 2022/2023
Lihat Detail

ANALISIS DAN IMPLEMENTASI ALGORITMA TIKTOK YANG BERIMBAS PADA PRESTASI SISWA REGULER MAN 2 KUDUS

Penulis: Asyifa Yasmina Putri, Sarah Kamalia Syarifa

ABSTRAK Tiktok merupakan aplikasi media sosial berbasis video pendek yang dimiliki oleh perusahaan Tiongkok, ByteDance. Pada tahun 2020, telah tercatat 99,1 juta akun Tiktok di Indonesia, menjadi negara kedua dengan akun Tiktok terbanyak di dunia. Karena tingginya popularitas Tiktok dan cara kerja algoritmanya yang menarik, banyak masyarakat Indonesia yang berbondong-bondong men-download Tiktok terutama generasi remaja. Namun, dibalik cara kerja algoritma Tiktok yang menarik, Tiktok mendatangkan masalah baru yaitu ketergantungan dan obsesi terhadap Tiktok. Banyak remaja yang mulai berlomba-lomba mencari perhatian dan validasi melalui Tiktok. Selain itu, ketergantungan Tiktok menyebabkan menurunnya prestasi dan minat belajar siswa dan menjadikan siswa memiliki sifat individualisme dan sulit membagi waktu di kehidupannya. Tak hanya itu, masalah ini berkaitan dengan peran guru MAN 2 Kudus dalam menyikapi masalah tersebut untuk meningkatkan semangat belajar siswa. Guru merupakan kunci penting dalam menghadapi menurunnya prestasi dan minat belajar siswa. Tanpa mengikutsertakan peran mereka sebagai guru, siswa akan semakin menyepelekan prestasi belajar mereka. Oleh karena itu, kami menjadikan topik ini sebagai bahan riset penelitian kami. Kami merasa topik ini cukup menarik untuk dibahas walaupun bagi beberapa orang terlihat hal sepele. Namun, hal sepele seperti ini dapat memberikan dampak besar bagi siswa tersebut. Dengan menggunakan metode penelitian campuran, yaitu menggabungkan metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Kami mampu menemukan jawaban dari permasalahan tersebut. Saat melaksanakan penelitian, kami menemukan beberapa masalah, yaitu kami kesulitan untuk menjangkau data narasumber. Kami hanya mampu mendapatkan 38 responden siswa dimana jauh dari jumlah perkiraan kami dan kurang mendalami topik penelitian saat mewawancarai dengan guru sehingga mendapati jawaban yang kurang tepat sasaran terhadap topik yang kami teliti. Kata Kunci : Algoritma Tiktok, Aplikasi Tiktok, Prestasi Siswa

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

PEMENUHAN KEBUTUHAN SOSIAL EKONOMI ANAK DARI KELUARGA BROKEN HOME DI PONDOK PESANTREN

Penulis: Rafidha Hasna Paradise, Putri Mega Wahyuni

ABSTRAK Meningkatnya jumlah perceraian di Indonesia menyebabkan jumlah remaja broken home juga meningkat. Dampak negatif keluarga broken home pada umumnya berupa gangguan psikologis, perilaku, dan emosi. Di kalangan masyarakat berkembang stigma terhadap remaja broken home sebagai remaja yang nakal, tidak bisa diatur, dan memberi pengaruh buruk kepada lingkungannya. Stigma ini menyebabkan mereka kehilangan motivasi dan menarik diri dari kehidupan sosial kemudian mencari pelarian sehingga terjerumus dalam pergaulan negatif. Hal ini menghambat perkembangan potensi dan kekuatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Apa yang harus dilakukan orang tua broken home untuk memenuhi kebutuhan anaknya. (2) Bagaimana cara mengatasi psikologis anak broken home. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan observasi media sosial virtual dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua anak broken home memenuhi kebutuhan anaknya dengan cara bekerja, melibatkan orang terdekat untuk membantu mengasuh anak, dan mengatur waktu untuk “me time” bersama anak. Sedangkan kondisi psikologis anak broken home dapat diatasi dengan cara mendekatkan diri pada Tuhan, berempati pada orang lain, dan berbicara dari hati ke hati. Kesimpulannya, komunikasi berperan penting dalam upaya mengatasi kondisi psikologis anak broken home. Kata kunci: Kebutuhan manusia, keluarga broken home, dan pondok pesantren.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Analisis Partisipasi Olahraga Siswa MAN 2 Kudus di Tengah Gempuran Sedentary Lifestyle

Penulis: Ammi Zahroh Nihayah, Olyvia Zahratushita

Era modernisasi yang telah merambah ke berbagai penjuru dunia ini telah mengakibatkan kemudahan akses dalam berbagai hal. Salah satunya adalah kemudahan dalam pembelian barang secara online, contohnya adalah e-commerce, food delivery, dan adanya m-banking. Semua kemudahan tersebut tentu sangat bermanfaat bagi kita. Tapi hal yang paling disayangkan adalah sisi negatif yang muncul dari kemudahan akses online tersebut. Sisi negatif yang muncul salah satunya adalah rasa malas yang timbul akibat mudahnya akses dalam berbagai hal. Tak hanya itu berkurangya partisipasi sesorang dalam melakukan olahraga juga tentu terpengaruh akibat rasa malas yang timbul. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya istilah sedentary lifestyle dikalangan remaja maupun anak anak. Sedentary lifestyle merupakan gaya hidup kurang aktif bergerak atau melakukan kegiatan fisik. Gaya hidup tidak sehat seperti ini tentu sangat merugikan kita. Tidak hanya sekarang tetapi di masa depan juga. Kurang aktif bergerak dapat mengakibatkan munculnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh melambatnya metabolisme dalam tubuh. Beberapa penyakit yang muncul adalah penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, obesitas, dan osteoporosis. Penelitian kita ini berfokus di MAN 2 Kudus, tempat ini kita pilih karena target penelitian kita adalah remaja yang sedang menempuh pendidikan. Selain itu, di MAN 2 Kudus kegiatan olaharaganya sangat didukung dengan fasilitas fasilitas olahraga yang memadai. Namun, apakah fasilitas memadai cukup untuk kembali mengaktifkan semangat partisipasi olahraga siswa di era sedentary yang marak dilakukan remaja tanpa sadar ini. Hal tersebutlah yang akan kita kaji di penelitian kali ini. Dengan menggunakan metode kuantitatif yang sesuai pedoman penelitian, pertanyaan, dan penjulahan di Indonesia kita mendapatkan hasil yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi olahraga siswa MAN 2 Kudus tergolong masih cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa yang masih melakukan olahraga dengan durasi 30 menit per hari. Walaupun hanya pada pelajaran olahraga atau ekstra tertentu, ini dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk mengurangi kebiasaan malas gerak yang tanpa sadar dilakukan banyak remaja di Indonesia. Hal tersebut dapat menjadi langkah awal karena remaja punya sifat FOMO ( Fear of Missing Out ), yaitu takut tertinggal tren atau kebiasaan dari teman vi mereka. Dari teman yang saling mengajak untuk melakukan olahraga juga sangat berpengaruh. Alasan tersebutlah yang menjadikan hasil penelitian tentang partisipasi olahraga di MAN 2 Kudus menghasilkan nilai positif.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

TINGKAT LITERASI DIGITAL PELAJAR KELAS XII-12 DALAM MENYARING INFORMASI DI MEDIA SOSIAL ERA SOCIETY 5.0

Penulis: Lintang Pinilih, Navajo Muhammad

Perkembangan teknologi informasi pada era Society 5.0 mendorong meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan pelajar. Kemudahan dalam mengakses dan menyebarkan informasi melalui media sosial tidak selalu diiringi dengan kemampuan untuk menilai kebenaran informasi tersebut. Kondisi ini dapat menyebabkan pelajar mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat atau hoaks. Oleh karena itu, literasi digital menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki siswa agar mampu memahami, mengevaluasi, serta menyaring informasi yang beredar di media sosial secara kritis dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi digital pelajar siswa, kemampuan siswa dalam menyaring informasi di media sosial, serta pengaruh literasi digital terhadap kemampuan menyaring informasi di media sosial pada era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 36 siswa kelas XII-12 di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kudus. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan program IBM SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, analisis regresi linear sederhana, uji t, dan uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki hubungan positif dan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menyaring informasi di media sosial. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,484 menunjukkan bahwa literasi digital memberikan kontribusi sebesar 48,4% terhadap kemampuan menyaring informasi, sedangkan 51,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, peningkatan literasi digital sangat penting untuk membantu siswa lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail