1196 Hasil Pencarian
PENGARUH PASAR SWALAYAN ADA TERHADAP GAYA HIDUP KONSUMTIF MASYARAKAT KALANGAN MENENGAH ATAS DI KABUPATEN KUDUS
Penulis: Farhan Haiba Najib, Mishbahun Na'iim
Pasar Swalayan telah menjadi bagian hidup masyarakat. Tempat tersebut menyediakan berbagai macam kebutuhan hidup masyarakat, mulai dari kebutuhan primer hingga kebutuhan sekunder. Di zaman yang modern ini, pasar swalayan telah berkembang pesat tidak hanya menjadi tempat untuk memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi pusat kegiatan konsumsi masyarakat. Termasuk juga pasar swalayan ADA dikabupaten Kudus, Jawa Tengah. Hadirnya tempat perbelanjaan tersebut tentu juga menimbulkan sifat konsumtif yang ada pada diri masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kehadiran pasar swalayan modern seperti ADA Kudus membentuk perilaku konsumtif pada kalangan menengah atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan purposive sampling, dengan subjek penelitian siswa kelas XII MAN 2 Kudus yang merupakan bagian dari kalangan menengah atas. Pendekatan ini dipilih agar peneliti dapat memahami secara mendalam pengalaman subjektif para kalangan menengah atas dalam memandang sifat konsumtif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap subjek dan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pasar swalayan ADA Kudus berpengaruh terhadap perilaku konsumtif kalangan menengah atas di kabupaten Kudus. Faktor pendorongnya meliputi lokasi yang strategis, kemudahan mencari barang, merebaknya perilaku Fear of Missing Out (FOMO), hingga muncul dari pola pikir pribadi seseorang. Penelitian ini juga menemukan bahwa kalangan menengah atas memiliki faktor pemicu munculnya perilaku konsumtif pada diri masing-masing individu. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi berbagai lapisan masyarakat untuk dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya mengatur keuangan dengan berbagai cara seperti membentuk skala prioritas dan menabung atau investasi. Kata kunci : Pasar Swalayan, Perilaku Konsumtif, Kalangan Menengah Atas, Belanja
Normalisasi Paparazzi : Praktik Perlawanan Netiket Demi Viralisasi Konten di Kalangan Netizen Gen Z
Penulis: Maulida Rizka Amalia Putri, Merha Ihsha Lembayung Bumi
ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari perkembangan dunia digital terutama media sosial. Maraknya perkembanganteknologi menimbulkan fenomena pelanggaran aturan berintenet atau disebut netiket. Pendidikan mengenai etika berinternet masih luput dari pengawasan, sehingga generasi z banyak melakukan tindakan pelanggaran netiket. Pelanggaran netiket ini berupa hate speech, bullying, hingga paparazzi. Fenomena paparazzi, yaitu pengambilan dan penyebaran gambar atau video orang lain tanpa izin untuk kepentingan pribadi atau pembuatan konten. Hal ini menjadi sesuatu yang dinormalisasikan di kalangan gen z meskipun termasuk tindak penyelewengan dari netiket. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui penerapan netiket netizen gen z dalam berperilaku di media sosial, 2). mengkaji alasan terjadinya fenomena paparazzi di kalangan gen z, dan 3). menganalisis solusi pencegahan terjadinya pelanggaran netiket berupa paparazzi dalam bermedia sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analitis melalui metode netnografi. Penelitian ini melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi di media sosial yang dikelompokkan menggunakan NVIVO12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan netiket generasi z di media sosial banyak yang belum menerapkannya, meskipun memahami dasar netiket. Bentuk pelanggaran netiket ini berupa hate comment, hate speech, bullying, hingga paparazzi. (2) Penyebab terjadinya fenomena paparazzi di kalangan gen z beragam, beberapa diantaranya pelaku paparazzi melakukannya karena adanya rasa suka, benci, keunikan gaya hidup, cara berinteraksi, hingga adanya tuntutan konten viral untuk mencapai akun affiliate dan sebagai sarana promosi. (3) Solusi pencegahan terjadinya pelanggaran etika berupa paparazzi dalam bermedia sosial dapat dilakukan dengan saling menghargai privasi dan toleransi antar sesama hingga pencegahan penyelewengan netiket dengan membuat konten edukatif tentang pengenalan netiket. Kata kunci: netiket, paparazzi, media sosial, Gen Z, etika bermedia sosial.
BUTTERFLY EFFECT PENYALAHGUNAAN KONTEN DARING DALAM PEMAHAMAN DAN PERILAKU REMAJA DARI RENTANG USIA 15-16 TAHUN PADA KELAS 10 IAC MAN 2 KUDUS
Penulis: Ahmad Sulthon Maulana, Luvian Muhammad Farraas Ganesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penyalahgunaan konten daring terhadap pemahaman dan perilaku remaja berusia 15–16 tahun di kelas 10 IAC MAN 2 Kudus. Fenomena butterfly effect digunakan sebagai kerangka analisis untuk menjelaskan bagaimana paparan konten yang tidak sesuai—meskipun tampak sepele—dapat menimbulkan dampak kumulatif yang signifikan terhadap perkembangan mental, kognitif, fisik, dan sosial remaja dalam jangka panjang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket tertutup, dan dokumentasi yang disebarkan kepada siswa kelas 10 IAC melalui Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah terpapar konten daring yang bersifat absurd dan tidak edukatif, seperti Skibidi Toilet dan konten AI anomali, yang berpengaruh terhadap cara mereka berinteraksi dan memahami norma sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyalahgunaan konten daring berpotensi besar memengaruhi pemahaman dan tindakan remaja secara bertahap. Diperlukan sinergi antara orang tua, guru, pembuat kebijakan, dan pembuat konten digital untuk menciptakan ekosistem digital yang aman bagi perkembangan anak usia dini melalui literasi digital dan regulasi yang lebih ketat.
DAMPAK EKSISTENSI ISLAMIC STUDIES CENTER KUDUS TERHADAP KEMAKMURAN EKONOMI MASYARAKAT PRAMBATAN KIDUL
Penulis: Zulfa Hanidya Fauzia, Lalita Lulu Zahra
Keberadaan lembaga pendidikan Islam tidak hanya berperan dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap kemakmuran ekonomi masyarakat di sekitarnya. Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, merupakan salah satu pusat pendidikan Islam di Kudus yang mengalami perkembangan pesat dan menarik siswa-siswi dari berbagai daerah. Kondisi tersebut memunculkan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, seperti usaha perdagangan dan jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap eksistensi Islamic Studies Center Kudus, mengkaji sejauh mana eksistensi Islamic Studies Center berkontribusi terhadap kemakmuran ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sumber data primer yang diperoleh melalui penyebaran angket kepada pelaku usaha dan pedagang di sekitar Islamic Studies Center Kudus, serta data sekunder yang berasal dari buku, jurnal, dan dokumen pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan statistik deskriptif serta uji validitas menggunakan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Islamic Studies Center Kudus memberikan dampak positif terhadap kemakmuran ekonomi masyarakat Prambatan Kidul. Hal ini ditunjukkan melalui meningkatnya pendapatan, terbukanya peluang usaha, serta persepsi masyarakat yang cenderung positif terhadap keberadaan madrasah negeri. Dengan demikian, Islamic Studies Center Kudus berperan sebagai salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kata kunci Islamic Studies Center, kemakmuran ekonomi, perekonomian masyarakat, persepsi masyarakat.
PERAN KOMUNIKASI NON VERBAL SEBAGAI SARANA PENGUNGKAPAN KASIH SAYANG ORANG TUA KEPADA ANAK
Penulis: Nurja Tsabatul Fu'adah, Kidung Banyu Bening
Karya tulis ilmiah ini membahas peran komunikasi nonverbal sebagai sarana pengungkapan kasih sayang orang tua kepada anak, dengan fokus penelitian di Boarding School Darul Adzkiya MAN 2 Kudus. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 25 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anak memahami dan merasakan kasih sayang orang tua melalui komunikasi nonverbal seperti pelukan, sentuhan lembut, dan ekspresi wajah. Komunikasi nonverbal ini berperan penting dalam membentuk rasa nyaman, dihargai, serta meningkatkan kepercayaan diri anak. Namun, ditemukan bahwa tidak semua orang tua konsisten dalam mengekspresikan kasih sayang secara nonverbal, dan sebagian anak mengalami kesulitan komunikasi dengan orang tua. Selain itu, terdapat pengalaman teguran fisik yang berdampak negatif pada perkembangan emosional anak, seperti menurunnya rasa percaya diri dan munculnya kesalahpahaman. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya orang tua untuk memahami dan menerapkan komunikasi nonverbal yang positif serta menghindari bentuk komunikasi nonverbal yang bersifat negatif. Penelitian ini merekomendasikan agar orang tua mengombinasikan komunikasi verbal dan nonverbal secara efektif dalam pola asuh sehari-hari demi terciptanya hubungan yang harmonis dan mendukung perkembangan psikologis anak secara optimal. Karya tulis ini diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan dan motivasi bagi orang tua dalam meningkatkan kualitas komunikasi dan kasih sayang kepada anak.
pengaruh kegiatan dasbor terhadap penurunan stress akademi pada siswa boarding school darull adzkia
Penulis: saafira makkiya anwar, Gendis sekar kinasih
Stres akademik merupakan kondisi tekanan psikologis yang umum dialami siswa akibat tuntutan akademik yang tinggi, dan berpotensi lebih besar pada lingkungan boarding school karena siswa juga harus beradaptasi dengan kehidupan asrama yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan DASBOR (BSDA Nonton Bareng) terhadap tingkat stres akademik siswa Boarding School Darul Adzkiya. DASBOR merupakan kegiatan non-akademik berupa nonton film bersama yang diselenggarakan setelah pelaksanaan Ujian Mandiri sebagai sarana relaksasi dan penguatan interaksi sosial antar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert yang terdiri dari 20 butir pernyataan, mencakup variabel kegiatan DASBOR (X) dan stres akademik (Y). Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kegiatan DASBOR sebesar 31,45 (kategori tinggi), sedangkan nilai rata-rata stres akademik sebesar 26,75 (kategori sedang). Analisis hubungan antara kedua variabel menunjukkan bahwa kegiatan DASBOR memiliki hubungan yang lemah dengan stres akademik siswa. Kegiatan DASBOR terbukti memberikan dampak positif berupa relaksasi dan peningkatan kebersamaan, namun belum mampu menurunkan stres akademik secara signifikan karena stres akademik dipengaruhi oleh banyak faktor lain yang bersifat kompleks dan berkelanjutan, seperti beban tugas, tekanan keluarga, dan kekhawatiran terhadap masa depan. Kata kunci: stres akademik, boarding school, DASBOR, kegiatan non-akademik, relaksasi
POTRET PERASAAN INSECURE DALAM KEPERCAYAAN DIRI SISWA MADRASAH YANG MENGALAMI KECANDUAN MEDIA SOSIAL TIKTOK
Penulis: Kun Nihayatus Sholikhah, Dina Salma Afifah
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perasaan insecure dalam kepercayaan siswa madrasah yang kecanduan Tiktok. Menganalisis cara menggunakan media sosial dengan bijak dan mengkaji dampak Tiktok terhadap kehidupan sehari-hari siswa madrasah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara secara mendalam (in depth interview) dengan tiga informan. Analisis data penelitian ini menggunakan model Miles, Huberman & Saldana (2014), yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika terkena paparan konten Tiktok secara berlebihan yang berisi tentang kemewahan, kecantikan, dan pencapaian orang lain akan berpotensi menyebabkan rasa insecure tumbuh di dalam diri siswa. Peristiwa Beauty Privilege dan Fear Of Missing Out (FOMO) juga turut memperparah kejadian tersebut. Tapi tidak semua konten Tiktok berisi unsur negatif, ada juga konten inspiratif dan edukatif jika siswa selektif. Informan mengatasi insecure dengan cara bersyukur, membatasi waktu penggunaan, dan memilah konten di For Your Page (FYP) mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perasaan insecure pada siswa sangat berhubungan pada konten tiktok yang mereka tonton dan kemampuan mereka menyaring konten Tiktok. Para siswa madrasah diharapkan mampu menggunakan media sosial dengan bijak dan berhenti menjadikan konten Tiktok patokan untuk menilai diri kita apakah sudah baik atau belum. Kata Kunci : Insecure, Kepercayaan Diri, Media sosial, Tiktok, Remaja madrasah
Minimnya Komunikasi dan Interaksi antara Santri dan Orang Tua di Pondok Pesantren Yanbu'ul Qur'an Kudus pada Tingkat Harmonisasi Keluarga
Penulis: Nadienta Adzkia Ghaisani, Chika Ariella Haristanty Maharani
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam berasrama memiliki sistem pendidikan dan peraturan yang ketat, termasuk dalam hal komunikasi antara santri dan orang tua. Kondisi ini berpotensi menimbulkan keterbatasan komunikasi dan interaksi yang dapat memengaruhi keharmonisan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan komunikasi yang dihadapi antara santri dan orang tua di Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus serta menganalisis pengaruh pola pendidikan pesantren terhadap intensitas komunikasi dan tingkat harmonisasi keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian meliputi santri, orang tua santri, serta pengelola pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan komunikasi disebabkan oleh jarak yang jauh, aturan penggunaan alat komunikasi yang ketat, serta ketidaktepatan waktu dalam penyampaian informasi. Meskipun demikian, orang tua dan santri pada umumnya dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut dan tetap menjaga hubungan yang harmonis melalui sambangan rutin, doa, serta pemanfaatan waktu komunikasi yang terbatas secara optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun intensitas komunikasi antara santri dan orang tua terbatas, keharmonisan keluarga tetap dapat terjaga apabila terdapat pemahaman, dukungan, dan kepercayaan terhadap sistem pendidikan pesantren. Temuan ini memiliki implikasi praktis sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas sistem komunikasi di lingkungan pesantren. Kata kunci:, komunikasi, pondok pesantren, harmonisasi keluarga
Strategi Coping Stress dalam Mengatasi Problematika Stress Akademik pada Siswa Kelas 12 BCS Boarding MAN 2 Kudus
Penulis: Safina Azkataqiyya Arneda, Annisa Nur Kholifatul Latifah
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi coping stress yang diterapkan oleh siswa kelas 12 BCS Boarding MAN 2 Kudus dalam menghadapi problematika beban akademis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara mendalan terhadap empat narasumber siswa dan guru Bimbingan Konseling (BK). Hasil penelitiar menunjukkan bahwa sumber utama stres akademik meliputi manajemen waktu antara tugas sekolah dan kegiatan boarding, target nilai yang tinggi, serta persiapan ujian masuk perguruan tinggi. Respons emosional yang muncul dari tekanan tersebut mencakup rasa kewalahan, overthinking, kecemasan, hingga kelelahan fisik. Untuk mengatasi stres tersebut, siswa menerapkan strategi coping yang beragam, mulai dari pendekatan emosional seperti bercerita kepada teman (social support), mendengarkan musik, dan beristirahat, hingga pendekatan berorientasi masalah seperti menyusun skala prioritas tugas. Lingkungan boarding terbukti memiliki peran krusial melalui dukungan teman sebaya dan pembimbing asrama dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi kesehatan mental siswa. Penggunaan strategi coping yang efektif berdampak positif pada peningkatan fokus belajar dan stabilitas emosional siswa Kata Kunci: Strategi Coping, Stres Akademik, Siswa Boarding, Manajemen Waktu, Dukungan Sosial.
Gen X dan Gen Z: Kultur Sifat, Sikap, dan Pola Pikir yang Menuai Perseteruan Antara 2 Generasi pada Era Digital
Penulis: Laila Malikhatus S., Anisah Rayna Putri
Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak besar pada cara berpikir, perilaku, dan interaksi antar generasi. Generasi X dan Generasi Z merupakan dua generasi yang hidup dalam konteks sosial dan teknologi yang berbeda, yang mengakibatkan variasi dalam karakteristik, nilai, dan pandangan terhadap teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab selisih kultur, sifat, dan sikap antara Generasi X dan Generasi Z, menganalisis pengaruh teknologi pada pandangan digital masing-masing generasi, serta mencari cara untuk menciptakan kolaborasi positif antara mereka. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kudus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan penyebaran kuesioner kepada responden dari Generasi Z. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Generasi X cenderung memiliki karakter yang lebih hati-hati, mandiri, dan lebih memilih komunikasi tatap muka. Di sisi lain, Generasi Z menunjukkan kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap kemajuan teknologi, berpikir lebih fleksibel, dan lebih sering menggunakan platform digital untuk berkomunikasi dan mencari informasi. Perbedaan tersebut bisa menyebabkan kesenjangan dalam interaksi sosial, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menciptakan kolaborasi yang saling mendukung jika dilandasi oleh komunikasi terbuka dan sikap saling pengertian. Dengan demikian, variasi antar generasi bukan hanya berupa tantangan, tetapi juga kesempatan untuk menciptakan kerjasama yang lebih inovatif di era digital. Kata kunci: Generasi X, Generasi Z, zaman digital, perbedaan antar generasi, kolaborasi antar generasi.