1196 Hasil Pencarian

Pendapat Masyarakat Mengenai Pengaruh Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Mental dan Stabilitas Ekonomi

Penulis: Nabilah Sabilil Haq, Ainaya Nurul Izzah

Pernikahan dini masih sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Fenomena ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti ekonomi, Pendidikan, dan adat istiadat/budaya. Pernikahan yang terjadi pada usia yang belum matang sering kali menimbulkan berbagai permasalahan, baik dari segi kesehatan mental maupun kondisi ekonomi keluarga. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana pandangan masyarakat mengenai dampak pernikahan dini terhadap kehidupan pasangan yang menjalaninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat masyarakat mengenai pengaruh pernikahan dini terhadap kesehatan mental pasangan serta stabilitas ekonomi dalam rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuisioner dan wawancara kepada beberapa responden dari masyarakat. Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk mengetahui pola pendapat dan pandangan masyarakat terkait pernikahan dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat berpendapat bahwa pernikahan dini dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental, seperti stres, kecemasan, dan tekanan psikologis akibat tanggung jawab yang belum siap dihadapi. Selain itu, dari segi ekonomi, pasangan yang menikah di usia muda cenderung mengalami ketidakstabilan ekonomi karena keterbatasan pendidikan, pekerjaan, dan pengalaman dalam mengelola keuangan rumah tangga. Berdasarkan pendapat masyarakat yang diperoleh dalam penelitian ini, pernikahan dini dinilai memiliki potensi menimbulkan berbagai permasalahan, terutama pada kesehatan mental dan stabilitas ekonomi keluarga. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesiapan mental, pendidikan, dan ekonomi sebelum menikah.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Konflik Pesta Demokrasi Rakyat Desa dalam Pilkades

Penulis: Mohammad Risqi Setianda Putra, Ahmad Rafy Azamy

Pemilihan umum proses demokrasi untuk memilih atau menentukan pemimpin, yang dimana masyarakat diberi kesempatan secara langsung untuk memilih pemimpin secara langsung, bebas, dan secara adil. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab adanya konflik yang timbul di saat pilkades berlangsung. Dampak yang di timbulkan bagi Masyarakat desa, serta Upaya yang dilakukan oleh pemangku kepentingan dalam mengatasi konflik tersebut. kajian ini di landasi oleh konsep demokrasi Pancasila yang menekankan kedaulatan rakyat, partisipasi politik, serta nilai musyawarah dan gotong royong. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara, obervasi, dan kuesioner. Sampel penelitian ini menggunakan Teknik purposive sampling yang melibatkan desa , tokoh masyarakat, apparat desa, serta pihak keamanan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran waktu fenomena konflik pilkades. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dalam pilkades umumnya dipicu oleh perbedaan suatu kelompok, Masyarakat yang homogen sehingga Masyarakat dapat memunculkan gesekan, serta fanatisme terhadap calon. Dampak konflik tidak hanya menganggu stabilitas keamanan, tetapi juga merusak hubungan sosial dan keharmonisan masyarakat desa. Meskipun, peran aparat dan juga pemerintah sangat efektif dalam meredakan konflik dan menjaga situasi tempat agar tetap kondusif.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

CATCALLING : Pemaknaan Siulan dalam Budaya Patriarki Tradisional

Penulis: Isna Nur Habibah, Zulfa Roichatul Jannah

Catcalling, khususnya dalam bentuk siulan, merupakan fenomena pelecehan verbal yang sering ditemui namun kerap diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Praktik ini mengakar kuat dalam masyarakat dengan budaya patriarki yang sering kali menempatkan perempuan sebagai objek laki-laki. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam tiga aspek utama yaitu, makna dan penafsiran masyarakat terhadap siulan sebagai bentuk catcalling, dampak psikologis dan sosial yang dialami oleh perempuan sebagai korban dan faktor-faktor yang melanggengkan praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan partisipan yang dipilih secara selektif. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa siulan dimaknai secara bertentangan, di mana pelaku sering menganggapnya sebagai lelucon atau interaksi biasa, sementara korban menganggapnya sebagai bentuk intimidasi dan objektifikasi. Lebih lanjut, dampak yang dialami korban diperkirakan meliputi kecemasan, perasaan tidak aman, hingga pembatasan ruang gerak sosial. Faktor-faktor seperti normalisasi pelecehan dalam lingkungan pergaulan, minimnya pemahaman tentang kesetaraan gender, dan kuatnya struktur patriarki diidentifikasi sebagai elemen utama yang membuat praktik ini terus berlanjut. Kesimpulannya, catcalling berupa siulan bukanlah tindakan sepele, melainkan sebuah bentuk kekerasan yang memiliki dampak serius dan dilestarikan oleh sistem sosial yang timpang, sehingga diperlukan edukasi untuk mengurangi normalisasi praktik ini.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

EWOM Kairos:Eksistensi The Bandwagon Effect Pada Pemilih Pemula.

Penulis: Rafa Maulana Apriansyah, Sahila Hadil Muhammad

Isu politik yang dikeluarkan beberapa tokoh menjadi salah satu cara menarik perhatian pemilik suara, terutama pemilih pemula. Influencer menjadi merupakan oknum yang dapat menggiring opini publik untuk mendulang suara bagi politikus. Belum berpengalamannya gen Z membuat mereka mudah untuk terombang-ambing dalam dunia politik. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui peran influencer dan dampaknya terhadap pemilih pemula dalam kontestasi politik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode netnografi, penelitian ini berfokus pada bagaimana fenomena influencer, baik yang dibayar maupun tidak dibayar, mempengaruhi keputusan politik pemilih pemula. Temuan pertama mengungkapkan bahwa identitas sosial memegang peran penting dalam politik dan erat kaitannya dengan bandwagon effect, dimana individu cenderung memilih kandidat yang dianggap populer atau didukung oleh banyak orang yang dianggap berada dalam satu komunitas. Kedua, baik word of mouth (WOM) maupun electronic word of mouth (EWOM) terbukti berpengaruh besar dalam proses pembentukan pilihan politik dan identitas sosial di masyarakat, terutama di kalangan pemilih muda yang terpapar informasi secara digital. Ketiga, penelitian menunjukkan bahwa penyebaran citra kandidat melalui influencer lebih efektif dalam menarik simpati masyarakat dibandingkan kampanye ideologis. Terakhir, temuan ini menegaskan bahwa influencer dalam arti luas, termasuk politisi itu sendiri, memainkan peran signifikan dalam kontestasi politik. Penggunaan influencer dalam kampanye politik, baik secara langsung maupun tidak langsung, menyebabkan perbedaan sikap politik di kalangan masyarakat, memunculkan favoritisme yang tajam. Penelitian ini menyoroti dinamika penggunaan influencer dalam politik, terutama bagi pemilih pemula yang lebih rentan terhadap pengaruh media sosial dan tren yang dibawa oleh figur-figur terkenal.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

ANALISIS INTERNALISASI PEMBAGIAN PERAN ANTAR GENDER DI ERA OTOMASI INDUSTRI 4.0

Penulis: Rheina evelyn wijaya, Qirani mahrin maulida

Perkembangan teknologi digital dan otomasi pada era Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan signifikan terhadap struktur sosial, termasuk pembagian peran antara laki-laki dan perempuan. Gender sebagai konstruksi sosial yang dinamis menuntut adanya penyeseuaian nilai dan peran agar sejalan dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi pembagian peran antar gender di era otomasi industri 4.0 serta mengkaji dampak otomasi terhadap kesempatan berkembang bagi laki-laki dan perempuan. Metode peneliitian yang digunakan adalan pendekatan kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara terhadap Masyarakat di Desa Jepang Kecamatan Mejobo dan Desa Purworejo Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran dari peran gender tradisional menuju peran yang lebih egaliter, yang ditandai dengan meningkatnya pertisipasi perempuan di sektor kerja formal serta pembagian peran domestic yang lebih fleksibel. Otomasi dan teknologi digital terbukti membuka peluang kerja yang lebih setara, meskipun perempuan masih menghadapi tantanga berupa peran ganda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa otomasi industri 4.0 berkontribusi positif terhadap kesetaraan peran gender, namun tetap memerlukan dukungan kesadaran sosial, keluarga, dan lingkungan yang inklusif. Kata kunci: gender, pembagian peran, otomasi, industry 4.0, kesetaraan gender.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Permainan Edukatif Ular Tanya Sebagai Sarana Penunjang Karakter Senang Belajar Pada Anak Usia 7-12 Tahun di Desa Gribig

Penulis: Nayla Nur Aini, Muthia Dzakiyyatul Muthmainnah

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya karakter senang belajar anak usia sekolah dasar yang ditunjukkan melalui kurangnya minat, antusiasme, dan keberanian dalam proses pembelajaran. Berbagai penelitian sebelumnya lebih banyak menekankan permainan edukatif untuk meningkatkan hasil akademik, sementara kajian yang berfokus pada pembentukan karakter senang belajar masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan permainan ULAT (Ular Tanya) sebagai permainan edukatif serta menganalisis pengaruhnya dalam menumbuhkan karakter senang belajar anak usia 7–12 tahun di Desa Gribig. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran dengan desain quasi experiment tipe one group pretest–posttest. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, serta angket pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan ULAT dapat dilaksanakan dengan baik dan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Selain itu, terjadi peningkatan karakter senang belajar anak yang ditunjukkan melalui meningkatnya antusiasme, minat belajar, keberanian menjawab pertanyaan, dan ketekunan setelah mengikuti permainan. Meskipun peningkatan tersebut belum merata pada seluruh anak, secara umum permainan ULAT memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan karakter senang belajar. Dengan demikian, permainan ULAT (Ular Tanya) dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran yang edukatif, menyenangkan, serta relevan untuk menunjang pendidikan karakter anak usia 7–12 tahun. Kata kunci: karakter senang belajar, permainan edukatif, ULAT (Ular Tanya)

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Dibalik Tirai Kemewahan: Fenomena Pernikahan 'Mewah' pada Lapisan Masyarakat Kelas Bawah dan Konsekuensi Ekonomi Pasca-Pernikahan di Desa Undaan Lor

Penulis: Muhammad Yunus Al Akbar, Muhammad Faisha Mahardika

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena penyelenggaraan pernikahan mewah pada masyarakat kelas bawah serta konsekuensi ekonomi yang muncul pasca-pernikahan di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Fenomena ini menarik dikaji karena pernikahan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa sakral, tetapi juga sebagai sarana memperoleh pengakuan sosial, meskipun kondisi ekonomi masyarakat terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi terhadap masyarakat Desa Undaan Lor yang pernah menyelenggarakan resepsi pernikahan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang melatarbelakangi penyelenggaraan pernikahan mewah pada masyarakat kelas bawah adalah tekanan sosial, budaya gengsi, tradisi lokal, serta keinginan memperoleh pengakuan status sosial di lingkungan masyarakat. Dalam pembiayaannya, banyak keluarga mengandalkan pinjaman, menjual aset, atau memanfaatkan hasil panen. Konsekuensi pasca-pernikahan yang muncul antara lain meningkatnya beban utang, menurunnya kemampuan menabung, tertundanya rencana ekonomi keluarga, serta munculnya tekanan psikologis akibat beban finansial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena pernikahan mewah pada masyarakat kelas bawah tidak dapat dipahami semata sebagai pilihan gaya hidup, melainkan sebagai fenomena sosial yang dipengaruhi oleh struktur sosial, budaya, dan pencarian pengakuan simbolik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran finansial dalam perencanaan pernikahan agar tidak menimbulkan tekanan ekonomi jangka panjang bagi keluarga.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Dinamika Perkawinan Endogami pada Etnis arab berdasarkan garis keturunan Marga

Penulis: Berliana Zakya Niswa, Latifah Amalia

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih bertahannya tradisi perkawinan endogami pada etnis Arab yang menekankan pernikahan dalam satu garis keturunan atau marga sebagai upaya menjaga kemurnian nasab, identitas budaya, dan keharmonisan keluarga besar. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, praktik perjodohan dalam tradisi ini menimbulkan dinamika sosial, terutama terkait penyesuaian diri serta perasaan individu yang dijodohkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan tradisi endogami tetap dipertahankan serta memahami pengalaman dan perasaan pasangan yang menjalani pernikahan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipasi parsial, dan dokumentasi pada komunitas etnis Arab di Kelurahan Demaan, Kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa endogami masih dianggap penting sebagai bentuk pelestarian budaya dan tanggung jawab keluarga, meskipun pelaksanaannya kini lebih fleksibel serta mengutamakan komunikasi, persetujuan, dan kenyamanan pasangan. Generasi muda mulai menunjukkan keterbukaan terhadap perubahan dan akulturasi budaya. Dengan demikian, tradisi endogami tetap bertahan, namun mengalami penyesuaian nilai agar selaras dengan perkembangan sosial masyarakat modern

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

MOTIVASI REMAJA DALAM PENGGUNAAN KNALPOT BRONG: STUDI TENTANG KESADARAN AKAN GANGGUAN DAN PELANGGARAN ATURAN

Penulis: Dini Nayaka Arif, Kayza Arwaa Zahra

Penelitian ini menganalisis fenomena penggunaan knalpot brong di kalangan remaja wilayah Prambatan, Kudus, yang memicu masalah sosial dan pelanggaran aturan. Menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dan observasi, studi ini bertujuan mengungkap motivasi pengguna serta dampaknya terhadap kesadaran sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan knalpot brong didorong oleh faktor psikologis, pencarian identitas, dan tekanan teman sebaya sebagai bentuk ekspresi diri. Meski menyadari dampak negatif seperti polusi suara dan konflik masyarakat, para remaja tetap menggunakannya demi gaya hidup. Penelitian menyimpulkan perlunya sinergi antara penegakan hukum dan pendekatan edukatif untuk menekan fenomena ini. Kata Kunci : Knalpot brong, Kesadaran social, Pelanggaran aturan, Remaja.

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Tradisi Perang Obor dalam Ikhtiar Tolak Bala Kepercayaan Api Pencerahan Masyarakat Desa Tegalsambi Jepara

Penulis: Listyabella Rizki Aulia, Kayla Hafizha Aura Maulida

Manusia dalam perkembangannya selalu membentuk ikatan sosial dan tradisi yang diwariskan turun temurun. Di Desa Tegalsambi perang obor menjadi salah satu wujud ikhtiar kolektif untuk menolak bala dan memohon berkah pasca panen. Penelitian ini bertujuan untuk.Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan mengandalkan analisis interaksi, mengandalkan wawancara mendalam bersama sesepuh desa, pengrajin, dan pelaku usaha mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dimulai dari persiapan pelepah kelapa, doa pembuka, ayunan obor sesuai lenggam gamelan, hingga 3 putaran keliling desa mengandung simbolisasi pembersihan fisik dan batin. Api obor dipahami sebagai manifesti Nur illahi yang mengganti kecemasan dengan keberanian sekaligus memperkuat gotong royong lintas generasi. Secara Psikologis, menurut warga Perang obor dapat meningkatkan rasa aman dan ketenangan batin, sedangkan secara ekonomi pedagang lokal, pengrajin obor, kuliner, homestay mengalami lonjakan omset hingga 40%. Keberlanjutan didukung oleh progan edukasi budaya dan dokumentasi digital. Kata kunci : Perang obor, Tolak bala, Api pencerahan, Ritual adat

Sosial Tahun 2022/2023
Lihat Detail