1196 Hasil Pencarian

E-COEL : Edible Coating Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana) dan Ekstrak Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala) Sebagai Alternatif Penghambat Pembusukan Buah Apel (Malus domestica)

Penulis: Nilna Nafahatil Maula, Alinka Himatul Ulya

Buah apel (Malus domestica) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun memiliki kelemahan mudah mengalami pembusukan akibat proses pencoklatan enzimatis. Penggunaan bahan pengawet sintetis seperti lilin dan formalin dapat memperpanjang umur simpan apel, tetapi memiliki risiko terhadap kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan edible coating berbasis ekstrak biji alpukat (Persea americana) dan daun lamtoro (Leucaena leucocephala) sebagai alternatif penghambat pembusukan buah apel yang lebih aman dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi biji alpukat dan daun lamtoro, formulasi edible coating, serta uji efektivitas terhadap daya simpan apel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible coating dengan konsentrasi optimal dari ekstrak biji alpukat dan daun lamtoro mampu memperpanjang masa simpan apel hingga tujuh hari dengan menjaga kualitas organoleptik serta menghambat pertumbuhan mikroorganisme pembusuk. Kesimpulannya, edible coating ini dapat menjadi solusi inovatif dalam menjaga kesegaran buah apel secara alami tanpa penggunaan bahan pengawet sintetis yang berbahaya.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pemanfaatan Limbah Ban Bekas sebagai Bahan Utama Beton Berpori Solusi untuk Mengatasi Masalah Bencana Banjir

Penulis: Khinar'ain Fathima Zahra, Alfin Kartika Ghaniyu Ahmad

Banjir merupakan permasalahan lingkungan yang semakin sering terjadi di Indonesia, terutama di daerah perkotaan yang minim ruang resapan air akibat maraknya pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, peningkatan jumlah kendaraan bermotor turut menyumbang limbah ban bekas yang sulit terurai dan mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah ban bekas sebagai bahan utama dalam pembuatan beton berpori guna mengatasi permasalahan banjir sekaligus mengurangi timbunan limbah padat. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan mencampurkan ban bekas yang telah dipotong kecil ke dalam campuran beton dengan variasi komposisi 0%, 25%, dan 50%. Beton yang dihasilkan diuji kemampuannya untuk menyerap air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ban bekas meningkatkan porositas beton dan kemampuan menyerap air. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan limbah ban dalam beton berpori dapat menjadi inovasi material ramah lingkungan yang efektif untuk pengendalian banjir dan pengurangan limbah. Berdasarkan tingginya porositas, beton dengan campuran potongan ban (terutama pada kisaran 25–50%) efektif digunakan sebagai beton resapan air hujan. Namun, diperlukan kajian lanjutan untuk memastikan daya tahan dan performa beton dalam kondisi nyata serta menentukan batas optimal kandungan ban untuk menjaga keseimbangan antara kekuatan dan porositas. Temuan ini memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi konstruksi berkelanjutan di masa depan. Kata kunci: banjir, beton, beton berpori, ban bekas, limbah, porositas

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

PEMANFAATAN JUKUT PENDUL (Kyllinga brevifolia) SEBAGAI HAND SANITIZER UNTUK ANTI-BAKTERI

Penulis: Khalila Rahma, Rayya Rahma Aulia

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi Jukut Pendul (Kyllinga brevifolia) sebagai bahan aktif dalam pembuatan hand sanitizer alami yang memiliki efek antibakteri. Jukut Pendul diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, terpenoid, saponin, dan fenolik yang berperan dalam aktivitas antimikroba. Metode penelitian yang digunakan meliputi ekstraksi etanol dengan teknik maserasi, formulasi hand sanitizer, serta pengujian organoleptik, keamanan kulit (patch test), dan stabilitas produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hand sanitizer berbahan dasar ekstrak Jukut Pendul memiliki karakteristik visual, aroma, dan tekstur yang disukai oleh responden dengan skor rata-rata di atas 4 (dari 5). Pengujian keamanan kulit pada tiga responden menunjukkan tidak adanya efek samping seperti kemerahan, gatal, atau iritasi. Produk juga terbukti stabil secara fisik selama penyimpanan selama tujuh hari. Berdasarkan hasil tersebut, Jukut Pendul berpotensi sebagai bahan antibakteri alami dalam formulasi hand sanitizer yang aman dan efektif. Kata kunci: Jukut Pendul (Kyllinga brevifolia), hand sanitizer, antibakteri, bahan alami

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Studi Literatur Konsep dan Implementasi Sains Data untuk Meningkatkan Kinerja karyawan di Instansi Pendidikan

Penulis: raditya ardian dwi putra, Rama Ardiansyah

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan implementasi sains data dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan di instansi pendidikan melalui pendekatan studi literatur. Sains data semakin berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data, termasuk dalam manajemen sumber daya manusia. Dengan meninjau berbagai literatur akademik dan artikel terkini, penelitian ini menemukan bahwa penerapan sains data dapat membantu instansi pendidikan dalam memantau, mengevaluasi, dan mengoptimalkan kinerja pegawai secara lebih objektif dan efisien. Teknik seperti analitik deskriptif, prediktif, hingga penggunaan algoritma machine learning telah digunakan untuk mengidentifikasi tren kinerja dan memberikan rekomendasi yang relevan. Meskipun demikian, implementasi sains data masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan literasi data, infrastruktur teknologi, serta kebijakan perlindungan data yang belum memadai. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang terintegrasi antara pengembangan teknologi, pelatihan SDM, dan kebijakan kelembagaan untuk mendukung penerapan sains data secara efektif di lingkungan pendidikan. Kata kunci: sains data, kinerja karyawan, instansi pendidikan, studi literatur, analisis data

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pemanfaatan Serabut Kelapa (Cocos nucifera L) dan Pati Biji Mangga (Mangifera Indica) dalam Pembuatan Biofoam Kemasan Ramah Lingkungan

Penulis: Aura Jay Rahmi Haybah, Nayla Putri Ayu Prasetyaning Indah

Kehidupan manusia modern tidak bisa lepas dari penggunaan plastik. Bahkan saat ini, plastik menjadi salah satu kebutuhan primer manusia, salah satunya adalah sebagai bahan alat makan dan pengemas makanan. Plastik adalah kemasan makanan yang paling sering digunakan masyarakat sampai saat ini karena plastik dinilai lebih murah, lebih mudah dibuat, tidak mudah pecah, dan ringan. Namun plastik yang sering digunakan merupakan plastik konvensional yang sulit terurai sehingga membuat plastik terus-menerus mengotori daratan maupun lautan. Menurut data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), total sampah nasional di tahun 2021 mencapai 68,5 juta ton, 17% (sekitar 11,6 juta ton) dari jumlah tersebut disumbang oleh sampah plastik. Salah satu jenis plastik yang sering digunakan adalah styrofoam. Hal ini terjadi karena sifat styrofoam yang ringan, murah, tahan air, dan juga tahan panas. Salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah dengan membuat inovasi dari biodegradable foam. Serabut kelapa dan biji mangga memiliki potensi untuk dijadikan sebagai bahan baku biofoam dikarenakan kandungan selulosa yang terdapat pada serabut kelapa dan pati pada biji mangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang tepat dalam pembuatan biofoam dan hasil pengujian biodegradabilitasnya. Pembuatan biofoam diawali dengan pengeringan biji mangga dan delignifikasi serabut kelapa. Kemudian, semua bahan dicampur dan dipanaskan lalu dicetak ke dalam cetakan dan di oven dengan suhu 150°-180° selama 30 menit. Biofoam memiliki karakteristik berwarna putih sampai kecoklatan. Hasil pengujian dilakukan dengan uji organoleptic, uji daya serap air, uji kebocoran, dan uji biodegradable. Dari pengujian ini, diperoleh hasil bahwa sampel F1 adalam sampel yang paling sesuai dengan karakteristik dengan warna terang, tidak mudah menyerap air dengan persentase sebesar 4,55%, tidak mengalami kebocoran, dan mudah terurai dengan persentasi sebesar 30,77%. Kata kunci : biji mangga, biodegradable, biofoam, serabut kelapa.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

PENGARUH INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERHADAP PERTUMBUHAN KANGKUNG (Ipomoea aquatic) PADA MEDIA HIDROPONIK

Penulis: Najwa Aufa Rozin

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap kecepatan pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea aquatica) pada media hidroponik sistem wick. Kangkung dipilih karena memiliki siklus panen yang singkat, mudah dibudidayakan, dan responsif terhadap perubahan lingkungan. Penelitian dilakukan selama 36 hari di MAN 2 Kudus, dengan dua perlakuan berbeda: kelompok tanaman yang terpapar cahaya matahari dan kelompok yang ditempatkan di tempat gelap. Parameter yang diamati meliputi tinggi batang, jumlah daun, warna daun, dan laju respirasi pada fase semai. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman yang mendapatkan cahaya matahari tumbuh lebih optimal dengan tinggi mencapai 31 cm, jumlah daun lebih banyak, serta warna daun hijau pekat, yang menunjukkan aktivitas fotosintesis dan produksi klorofil yang maksimal. Sebaliknya, tanaman yang tidak terpapar cahaya hanya tumbuh hingga 14,3 cm, memiliki daun berwarna kuning, dan menunjukkan tanda-tanda etiolasi. Laju respirasi juga terlihat lebih aktif pada fase awal semai di tempat gelap, namun tidak berlanjut dengan baik tanpa dukungan cahaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa intensitas cahaya matahari berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kangkung secara hidroponik. Cahaya yang cukup sangat diperlukan agar tanaman dapat tumbuh sehat dan produktif. Kata kunci: intensitas cahaya, kangkung, hidroponik, fotosintesis, pertumbuhan tanaman.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Analisis Pengaruh Kombinasi Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) dan Buah Bit (Beta vulgaris L.) Terhadap Kadar Gula Darah pada Mencit

Penulis: Kaila Qurrota A'yun, Nadiva Az-Zahra Nurindias Putri

Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Pengobatan alternatif berbasis herbal menjadi salah satu solusi yang potensial untuk mengurangi ketergantungan terhadap obat sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi ekstrak kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) dan buah bit (Beta vulgaris L.) terhadap kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus L.) yang diinduksi diabetes. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan tiga kelompok perlakuan menggunakan kombinasi ekstrak bit dan kacang merah dengan perbandingan 1:3, 3:1, dan 1:1. Kadar glukosa darah diukur sebelum dan sesudah perlakuan selama 21 hari. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi 1:3 memberikan penurunan kadar glukosa paling signifikan dibandingkan kombinasi lainnya, mendekati efektivitas metformin. Hal ini menunjukkan bahwa kacang merah memiliki efek hipoglikemik yang lebih dominan, sementara buah bit memberikan kontribusi antioksidan yang mendukung fungsi sel beta pankreas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi ekstrak kacang merah dan buah bit, khususnya dengan perbandingan 1:3, berpotensi sebagai alternatif terapi herbal untuk menurunkan kadar gula darah. Kata kunci: Diabetes Mellitus, kacang merah, buah bit, mencit, glukosa darah, terapi herbal

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa olifera) DAN KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN LIDAH BUAYA (Aloe vera)

Penulis: Zhalfa Widya Arfiandika, Muhammad Chemical Alfi Dzikron

Lidah buaya (Aloe vera) merupakan tanaman dengan banyak manfaat, mulai dari pengobatan hingga kosmetika, dan memerlukan nutrisi optimal untuk mendukung pertumbuhannya. Salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan lidah buaya secara alami dan ramah lingkungan adalah dengan penggunaan pupuk organik, seperti kotoran ayam dan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) yang kaya akan hormon tumbuh dan mineral esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan komposisi optimal dari pupuk kotoran ayam serta ekstrak daun kelor terhadap pertumbuhan lidah buaya, khususnya dari aspek tinggi dan ketebalan daun. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif, dengan perlakuan berupa tiga variasi pupuk: tanpa pupuk (kontrol), kombinasi kotoran ayam dan ekstrak daun kelor 20 mL (A), serta kombinasi 30 mL (B), yang diaplikasikan selama satu bulan. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan B memberikan pertumbuhan terbaik, dengan peningkatan tinggi hingga 9,4% dan ketebalan daun hingga 4,2% dibandingkan kontrol. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan penggunaan ekstrak daun kelor dan kotoran ayam sebagai alternatif pupuk organik untuk budidaya lidah buaya, serta perlunya penelitian lanjutan terkait efek jangka panjang dan kombinasi bahan organik lainnya. Kata kunci: Aloe vera, Moringa oleifera, kotoran ayam, pertumbuhan tanaman, pupuk organik

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

FOMI-BRICK : Batako Isolator Panas Berbahan Dasar Campuran Styrofoam dan Abu Jerami Sebagai Material Green Building

Penulis: Lintang Sekar Ayu, Jazila Hanun Tsani Pasha

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan batako ramah lingkungan yang memiliki kemampuan sebagai isolator panas dengan memanfaatkan limbah styrofoam dan abu jerami. Kedua limbah tersebut dipilih karena karakteristiknya yang ringan, tahan panas, serta mengandung silika yang tinggi, sehingga berpotensi memperbaiki kualitas batako. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan tiga variasi komposisi bahan, yaitu dengan perbandingan bahan 1:3:3:3, 1:2:4:3, dan 1:4:3:2 (semen:pasir:styrofoam:abu jerami). Batako hasil penelitian diuji terhadap karakteristik fisik, daya serap air, dan kemampuan sebagai isolator panas. Hasil menunjukkan bahwa batako dengan komposisi 1:3:3:3 memiliki densitas paling ringan (825 kg/m³), daya serap air 14%, serta suhu akhir pengujian termal terendah yaitu 32,3°C. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi seimbang antara material struktural dan isolatif menghasilkan batako yang ringan, cukup kuat untuk kebutuhan nonstruktural, serta efektif dalam menahan panas. Dengan demikian, batako komposit ini dapat menjadi alternatif material bangunan yang mendukung prinsip green building.

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail

Pengembangan Keramik Berbahan Dasar Tongkol Jagung (Zea mays), Clay, dan Kaolin

Penulis: Ana alfiantika naura sakina, Ikha khorunnaja al husna

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keramik berbahan dasar clay dan kaolin dengan tambahan tongkol jagung (Zea mays) sebagai aditif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi tongkol jagung terhadap sifat fisik dan mekanik keramik yang dihasilkan pada suhu sintering 900°C, 1000°C, dan 1100°C. Proses penelitian melibatkan pencampuran clay dan kaolin dengan berbagai persentase tongkol jagung, dilanjutkan dengan proses pencetakan dan sintering. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase tongkol jagung, nilai porositas meningkat, sementara densitas dan kekerasan mengalami penurunan. X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa fase utama dalam keramik yang terbentuk adalah Aluminium Silicate Hydroxide (Al2Si2O5(OH)4). Kata kunci: Keramik, Clay, Kaolin, Tongkol Jagung, Sifat Fisik

MIPA dan Teknik Tahun 2022/2023
Lihat Detail