1196 Hasil Pencarian
BIOPESTISIDA DARI PUNTUNG ROKOK SEBAGAI PENGENDALIAN HAMA SERANGGA PADA TANAMAN CABAI
Penulis: feisal fawwaz elyaqin, Mohammad Nayesa Satya Syahmadani
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pestisida yang diekstraksi dari puntung rokok dalam mengendalikan hama kutu putih (Bemisia tabaci) pada tanaman cabai. Berdasarkan rumusan masalah, penelitian ini fokus pada dua hal, yaitu: pertama, untuk mengetahui hasil pestisida puntung rokok yang optimal dalam mengendalikan hama kutu putih pada tanaman cabai; dan kedua, untuk menguji apakah pestisida dari puntung rokok efektif dalam membunuh hama kutu putih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen, dengan ekstraksi senyawa dari puntung rokok untuk diuji efeknya terhadap kematian hama kutu putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pestisida yang dihasilkan dari 20 puntung rokok lebih efektif dibandingkan dengan 10 puntung rokok. Hal ini dikarenakan jumlah puntung rokok yang lebih banyak menghasilkan konsentrasi zat aktif yang lebih tinggi, yang menyebabkan efek racun yang lebih kuat terhadap kutu putih. Peningkatan jumlah puntung rokok dalam larutan pestisida berhubungan langsung dengan peningkatan jumlah kutu putih yang mati. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa pestisida yang lebih efektif untuk membunuh kutu putih adalah pestisida dengan aroma yang lebih menyengat, yang dihasilkan dari penggunaan puntung rokok dalam jumlah yang lebih banyak. Penelitian ini menyarankan penggunaan puntung rokok sebagai alternatif pestisida ramah lingkungan dalam mengendalikan hama kutu putih pada tanaman cabai. Kata kunci: kutu putih, pestisida, puntung rokok, tanaman cabai.
Biopestisida dari Puntung Rokok Sebagai Pengendalian Hama Serangga pada Tanaman Cabai
Penulis: feisal fawwaz elyaqin, Mohammad Nayesa Satya Syahmadani
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pestisida yang diekstraksi dari puntung rokok dalam mengendalikan hama kutu putih (Bemisia tabaci) pada tanaman cabai. Berdasarkan rumusan masalah, penelitian ini fokus pada dua hal, yaitu: pertama, untuk mengetahui hasil pestisida puntung rokok yang optimal dalam mengendalikan hama kutu putih pada tanaman cabai; dan kedua, untuk menguji apakah pestisida dari puntung rokok efektif dalam membunuh hama kutu putih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen, dengan ekstraksi senyawa dari puntung rokok untuk diuji efeknya terhadap kematian hama kutu putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pestisida yang dihasilkan dari 20 puntung rokok lebih efektif dibandingkan dengan 10 puntung rokok. Hal ini dikarenakan jumlah puntung rokok yang lebih banyak menghasilkan konsentrasi zat aktif yang lebih tinggi, yang menyebabkan efek racun yang lebih kuat terhadap kutu putih. Peningkatan jumlah puntung rokok dalam larutan pestisida berhubungan langsung dengan peningkatan jumlah kutu putih yang mati. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa pestisida yang lebih efektif untuk membunuh kutu putih adalah pestisida dengan aroma yang lebih menyengat, yang dihasilkan dari penggunaan puntung rokok dalam jumlah yang lebih banyak. Penelitian ini menyarankan penggunaan puntung rokok sebagai alternatif pestisida ramah lingkungan dalam mengendalikan hama kutu putih pada tanaman cabai. Kata kunci: kutu putih, pestisida, puntung rokok, tanaman cabai.
Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran pada Salon Berlabel Muslimah dalam Membangun Retensi Pelanggan di Zaza Salon Muslimah Kudus
Penulis: Tiara Kamila, Kamila Nor Wakhidah
Persaingan bisnis di industri jasa kecantikan mendorong pelaku usaha untuk menerapkan strategi komunikasi pemasaran yang efektif guna mempertahankan pelanggan. Zaza Salon Muslimah Kudus sebagai salon yang mengedepankan nilai- nilai syariah berupaya menarik dan mempertahankan pelanggan melalui strategi komunikasi pemasaran yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi pemasaran yang digunakan Zaza Salon Muslimah Kudus, hambatan yang dihadapi, serta efektivitas strategi dalam membangun retensi pelanggan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zaza Salon Muslimah menerapkan lima model utama dalam bauran komunikasi pemasaran, yaitu periklanan, promosi penjualan, penjualan personal, pemasaran langsung, serta acara dan pengalaman. Strategi ini diterapkan baik melalui media online seperti Instagram dan WhatsApp maupun media offline seperti spanduk dan event. Strategi tersebut berhasil meningkatkan loyalitas pelanggan, terutama dengan adanya program promo kreatif, pelayanan yang sesuai syariat, serta interaksi yang personal. Namun, keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya inovasi konten digital, serta tantangan dalam menghadapi persaingan harga menjadi hambatan yang perlu diatasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi pemasaran Zaza Salon Muslimah cukup efektif dalam membangun retensi pelanggan, namun masih dapat dioptimalkan lebih lanjut. Kata Kunci: Retensi Pelanggan, Strategi Komunikasi Pemasaran, Zaza Salon Muslimah Kudus
OPTIMALISASI POTENSI TEPUNG KULIT PISANG RAJA (Musa paradiciaca L) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN MIE DALAM UPAYA MENINGKATAKAN NILAI GIZI
Penulis: Umar saif fawwaz, Jauhar faza noor
Konsumsi mi instan di Indonesia mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya, sementara bahan baku utama mi, yaitu tepung terigu, masih bergantung pada impor. Untuk mengurangi ketergantungan tersebut dan mendukung ketahanan pangan, diperlukan inovasi dengan memanfaatkan bahan lokal yang melimpah dan bernilai gizi tinggi. Salah satunya adalah limbah kulit pisang, yang mengandung karbohidrat sebesar 18,5% serta nutrisi lainnya seperti protein, vitamin, dan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah kulit pisang raja menjadi tepung sebagai bahan campuran tepung terigu dalam pembuatan mi, serta menganalisis pengaruhnya terhadap karakteristik mi. Penelitian diawali dengan pencampuran bahan bahan yaitu tepung kulit pisang, tepung terigu, telur, garam dan minyak. Formulasi perbandingan tepung pisang:tepung terigu yang digunakan adalah F1 (85:15) F2 (80:20) F3 (60:40) F4 (50:50) F5 (40:60). Hasil mie yang diperoleh dilakukan uji daya serap air, uji elastisitas dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan tepung kulit pisang, daya serap air dan elastisitas mi menurun.. Hasil uji organoleptik menunjukkan warna terbaik terdapat pada formula 2 dengan nilai sebesar 4,8, tekstur terbaik pada formula 1 dengan nilai sebesar 4, aroma terbaik pada formula 2 dengan nilai sebesar 4, dan rasa terbaik pada formula 1 dan 2 dengan nilai sebesar 3,6. Oleh karena itu, tepung kulit pisang raja berpotensi sebagai bahan alternatif dalam pembuatan mi, meskipun diperlukan formulasi yang tepat untuk menjaga kualitas sensorik produk akhir.
ANALISIS STATUS EKONOMI ORANG TUA TERHADAP INTENSITAS GENEROSITY PESERTA DIDIK KELAS XI-10 HINGGA XI-12 DI MAN 2 KUDUS TP. 2024/2025
Penulis: Ihdina Nura Hanifah, Hanifatus Stania
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh status ekonomi orang tua terhadap intensitas generosity peserta didik kelas XI-10 hingga XI-12 di MAN 2 Kudus Tahun Pelajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status ekonomi orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap intensitas generosity peserta didik, dengan nilai signifikansi sebesar 0.000. Namun, koefisien determinasi sebesar 25.5% menunjukkan bahwa terdapat faktor lain yang turut mempengaruhi generosity peserta didik, seperti lingkungan sosial, pendidikan karakter, dan nilai-nilai keluarga. Dengan demikian, meskipun status ekonomi keluarga berkontribusi terhadap tingkat kemurahan hati peserta didik, faktor-faktor non-ekonomi juga memiliki peran yang tidak kalah penting dalam membentuk generosity mereka. Oleh karena itu, pihak sekolah diharapkan dapat mengembangkan program pendidikan karakter yang lebih komprehensif untuk meningkatkan nilai-nilai sosial di kalangan peserta didik. Kata Kunci: Status Ekonomi Orang Tua, Generosity, Pendidikan Karakter
Dilematis Perilaku Konsumtif Para Perantau Di Desa Sengonbugel Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara
Penulis: Rafka Melodiant Ahmad, Haikal Muhammad Razan
Perantau dari Desa Sengonbugel cenderung bersikap konsumtif saat kembali ke kampung halaman sebagai simbol kesuksesan. Perilaku ini mendukung perputaran ekonomi lokal, tetapi juga berisiko menimbulkan ketidakstabilan finansial akibat tekanan sosial. Melalui metode kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa faktor budaya dan lingkungan berperan besar dalam membentuk pola konsumsi perantau. Edukasi finansial dan perubahan pola pikir diperlukan untuk menciptakan konsumsi yang lebih berkelanjutan.
FORMULASI SEDIAAN SALEP DARI TANAMAN HERBAL THYME (Thymus vulgaris) SEBAGAI ANTI JAMUR (Trichophyton rubrum) PADA KUKU KAKI.
Penulis: Emilia Fredlyna Arinda Naifa, Fiantika Ilkhafa Zahira
Infeksi jamur pada kuku kaki, yang disebabkan oleh dermatofit seperti Trichophyton rubrum, merupakan masalah kesehatan kulit yang umum terjadi. Pengobatan konvensional dengan obat antijamur sintetis sering kali menyebabkan efek samping dan resistensi. Oleh karena itu, pencarian alternatif terapi berbasis bahan alami semakin penting, salah satunya melalui penggunaan tanaman herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi salep berbasis ekstrak thyme (Thymus vulgaris) yang memiliki aktivitas antijamur terhadap Trichophyton rubrum pada kuku kaki. Ekstrak thyme diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol, kemudian diformulasikan dalam bentuk salep dengan variasi konsentrasi ekstrak (5%, 10%, 15%). Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi cakram pada media agar, untuk mengamati penghambatan pertumbuhan Trichophyton rubrum. Selain itu, karakteristik fisik salep, seperti pH, viskositas, daya sebar, dan kestabilan, juga dievaluasi untuk memastikan kualitas produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak thyme memiliki potensi antijamur yang signifikan terhadap Trichophyton rubrum, dengan konsentrasi 10% menunjukkan aktivitas terbaik dalam menghambat pertumbuhan jamur. Formulasi salep yang dihasilkan memiliki karakteristik fisik yang sesuai, dengan pH yang aman untuk kulit (pH 5,5), viskositas yang memadai untuk aplikasi topikal, dan kestabilan yang baik selama penyimpanan. Ekstrak thyme terbukti efektif sebagai alternatif pengobatan alami untuk infeksi jamur pada kuku kaki, dengan manfaat yang lebih rendah potensi efek samping dibandingkan dengan obat antijamur kimia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa salep ekstrak thyme memiliki potensi sebagai terapi topikal yang efektif dan aman untuk pengobatan infeksi jamur pada kuku kaki. Hasil ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan produk berbasis bahan alami untuk pengobatan dermatofitosis, yang diharapkan dapat digunakan sebagai alternatif terapi yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Persepsi Masyarakat tentang Folklore (Retriksi Berlaga Kasih) di Gunung Muria
Penulis: Aida Alysia, Dwi Luna Amalia
Persepsi Masyarakat tentang Folklore (Retriksi Berlaga Kasih) di Gunung Muria, Aida Alysia, Dwi Luna Amalia, 2025, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat tentang mitos “Larangan berlaga kasih di Gunung Muria”. Konon mitos ini dapat menyebabkan putusnya hubungan asmara. Latar belakang penelitian ini adalah kepercayaan masyarakat yang diturunkan secara lisan dan masih dipegang oleh beberapa bagian masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Colo, Dawe, Kudus. Penelitian dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung dengan masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang jelas tentang mitos yang berkaitan dengan persepsi, pengaruh, dan relevansi pada kehidupan modern. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi masyarakat, pembaca, dan penulis yang signifikan terhadap tradisi dan nilai budaya Kata Kunci : Berlaga Kasih, Gunung Muria, Mitos, Persepsi, Retriksi
Formulasi Pupuk Organik Cair Limbah Viscera Ikan Nila (Niloticus niloticus) sebagai Nutrisi Tanaman Cabai Merah (Capsiccum annum L.)
Penulis: Ailsa Fawwas, Devita Adhani Yumna Musti
Tanaman cabai (Capsicum annum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang penting di Indonesia. Tanaman cabai berperan penting dalam kebutuhan pangan, ekonomi, serta kesehatan. Penanaman tanaman cabai pun tergolong mudah, dapat dilakukan di sawah atau di pekarangan rumah dengan lahan kecil. Penanaman tanaman cabai juga dapat menggunakan pupuk kimia maupun organik. Namun, dalam penanaman tanaman cabai penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat merusak tanaman dan lingkungan, sehingga dapat menghambat pertumbuhan tanaman cabai. Pupuk kimia dapat digantikan dengan penggunaan pupuk organik yang terbuat dari bahan sisa makhluk hidup, seperti salah satu contohnya adalah limbah viscera ikan nila (Oreochromis niloticus). Limbah viscera ikan nila sering kali dibuang pada restoran yang menjual makanan berbahan dasar ikan nila. Masih sedikit masyarakat yang mengetahui bahwa limbah viscera ikan nila ini dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi pupuk organik cair dari limbah viscera ikan nila dan efektivitas pupuk tersebut terhadap tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2024 sampai Mei 2025. Pembuatan pupuk organik cair dilakukan di Laboratorium Olimpiade dan Sains Terpadu Madrasah Aliyah Negeri 2 Kudus dan rumah peneliti. Metode penelitian ini menggunakan jeroan ikan sebanyak 500 gr, konsentrasi EM4 sebanyak 30 mL, aquades sebanyak 200 mL, dan molase sebanyak 50 mL. Metode penelitian ini juga menggunakan jenis eksperimen kuantitatif melalui beberapa tahapan yang terdiri dari pembuatan pupuk dan pengujian efektivitas pupuk organik cair dari limbah viscera ikan terhadap tanaman cabai. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi perlakuan antara penggunaan pupuk organik cair dan tanpa penggunaan pupuk organik cair. Kombinasi perlakuan terbaik ditunjukkan pada penggunaan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tanaman cabai. Kata kunci : Pupuk organik, viscera, efektivitas, ikan nila, tanaman cabai
PROBLEMATIKA PERILAKU IMPULSE BUYING PESERTA DIDIK KELAS XI IPS MAN 2 KUDUS TAHUN AJARAN 2024/2025 DI ERA DIGITAL
Penulis: Indah Bila Rahmawati, Devi Fitriyanti
Perkembangan pesat dunia bisnis di Indonesia, ditandai dengan semakin ketatnya persaingan, mengarah pada peningkatan permintaan konsumen akan produk yang menarik dengan harga yang kompetitif. Salah satu fenomena yang muncul di kalangan konsumen, khususnya di kalangan pelajar, adalah perilaku impulse buying atau pembelian impulsif. Perilaku ini terjadi tanpa perencanaan atau pertimbangan yang matang saat konsumen membeli produk berdasarkan dorongan sesaat, dipengaruhi oleh promosi atau penawaran menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena impulse buying pada peserta didik kelas XI IPS MAN 2 Kudus tahun ajaran 2024/2025 di era digital. Berdasarkan hasil observasi awal, menunjukkan bahwa sebanyak 82,5% peserta didik terlibat dalam perilaku impulse buying, yang sering dipicu oleh daya tarik produk, tawaran diskon, dan dorongan dari teman dan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku impulse buying dan dampaknya terhadap keuangan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun impulse buying dapat memberikan kepuasan sesaat, dampak negatifnya adalah pemborosan yang merugikan keuangan pribadi dan keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan pentingnya edukasi pengelolaan keuangan yang efektif untuk remaja, guna menekan dampak buruk dari perilaku impulse buying yang berlebih.